Top 10+ Pesawat Terbesar di Dunia 2025, Salah Satunya A400M TNI AU yang Baru Tiba di Indonesia

Pesawat Airbus A-400M, 1. Antonov An-124 Ruslan (Rusia), 2. Lockheed Martin C-5M Super Galaxy (Amerika Serikat), 3. Boeing C-17 Globemaster III (Amerika Serikat), 4. Xian Y-20 (Tiongkok), 5. Antonov An-22 (Uni Soviet/Rusia), 6. Ilyushin Il-76 (Rusia), 7. Kawasaki C-2 (Jepang), 8. Airbus A400M Atlas (Eropa), 9. Shaanxi Y-9 (Tiongkok), 10. Lockheed Martin C-130J Super Hercules (Amerika Serikat)
Pesawat Airbus A-400M

 Industri penerbangan militer terus mencatat kemajuan luar biasa dalam menghadirkan pesawat-pesawat angkut berukuran raksasa dengan kemampuan strategis tinggi. Keberadaan pesawat jenis ini sangat vital, terutama dalam mendukung operasi militer lintas negara, pengiriman logistik berat, hingga misi kemanusiaan di wilayah konflik atau bencana.

Salah satu yang kini menarik perhatian adalah Airbus A400M Atlas milik TNI Angkatan Udara (TNI AU), yang resmi tiba di Indonesia pada Senin pagi, 3 November 2025, setelah menempuh penerbangan ferry flight panjang dari Sevilla, Spanyol. 

Pesawat dengan nomor registrasi RAJA401/A-4001 mendarat mulus di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 07.30 WIB dan disambut dengan upacara water salute, tradisi penyambutan pesawat baru di jajaran TNI AU.

Kedatangan A400M ini menjadi momen bersejarah bagi pertahanan udara Indonesia, menandai masuknya Indonesia dalam jajaran negara yang mengoperasikan pesawat angkut militer besar dengan teknologi modern Eropa. Kehadiran A400M juga melengkapi daftar pesawat raksasa dunia yang menjadi tulang punggung kekuatan militer global.

Berikut daftar 10 pesawat militer terbesar di dunia tahun 2025 yang dikutip dari Aviationa2z, termasuk salah satunya milik Indonesia.

1. Antonov An-124 Ruslan (Rusia)

Ilustrasi pesawat Antonov An-24RV milik maskapai Angara Airlines

Masih menjadi pesawat angkut militer terbesar di dunia berdasarkan kapasitas muatan, An-124 pertama kali terbang pada 1986. Dirancang oleh Antonov di era Soviet, pesawat ini mampu membawa hingga 150 ton kargo, termasuk tank dan helikopter. Dengan panjang 69,1 meter dan bentang sayap 73,3 meter, An-124 dioperasikan oleh militer Rusia dan sejumlah perusahaan kargo internasional.

2. Lockheed Martin C-5M Super Galaxy (Amerika Serikat)

Pesawat terbesar milik Angkatan Udara AS ini mampu membawa 130 ton muatan dengan panjang mencapai 75,5 meter. Keunggulannya terletak pada kemampuan membuka hidung dan ekor secara bersamaan, memungkinkan proses bongkar muat cepat untuk misi strategis jarak jauh.

3. Boeing C-17 Globemaster III (Amerika Serikat)

Boeing C-17 Globemaster III, 1. Antonov An-124 Ruslan (Rusia), 2. Lockheed Martin C-5M Super Galaxy (Amerika Serikat), 3. Boeing C-17 Globemaster III (Amerika Serikat), 4. Xian Y-20 (Tiongkok), 5. Antonov An-22 (Uni Soviet/Rusia), 6. Ilyushin Il-76 (Rusia), 7. Kawasaki C-2 (Jepang), 8. Airbus A400M Atlas (Eropa), 9. Shaanxi Y-9 (Tiongkok), 10. Lockheed Martin C-130J Super Hercules (Amerika Serikat)

Boeing C-17 Globemaster III

Beroperasi sejak 1995, C-17 menjadi andalan utama pengangkutan militer AS. Pesawat ini mampu membawa 77,5 ton dan dapat beroperasi di landasan pendek atau belum sempurna, menjadikannya ideal untuk perang maupun operasi kemanusiaan.

4. Xian Y-20 (Tiongkok)

Pesawat angkut strategis ini menjadi simbol kemajuan industri kedirgantaraan Tiongkok. Dengan panjang 47 meter dan daya angkut 66 ton, Y-20 digunakan untuk memperkuat mobilitas militer jarak jauh serta misi bantuan internasional.

5. Antonov An-22 (Uni Soviet/Rusia)

Merupakan pesawat turboprop terbesar di dunia, dengan kapasitas hingga 60 ton. Pertama kali beroperasi pada 1965, An-22 dikenal karena perannya dalam pengiriman pasukan dan logistik berat di era Perang Dingin.

6. Ilyushin Il-76 (Rusia)

Pesawat legendaris yang dikembangkan pada 1970-an ini mampu membawa 50 ton muatan dan digunakan oleh lebih dari 30 negara. Il-76 terkenal karena dapat lepas landas di landasan tidak beraspal, cocok untuk operasi di daerah terpencil.

7. Kawasaki C-2 (Jepang)

Pesawat angkut medium buatan Jepang ini menggantikan C-1, dengan kapasitas 37,6 ton dan bentang sayap 44,4 meter. C-2 menawarkan kecepatan tinggi serta jangkauan luas untuk misi logistik dan kemanusiaan.

8. Airbus A400M Atlas (Eropa)

Pesawat angkut militer TNI AU Airbus A400M tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, 1. Antonov An-124 Ruslan (Rusia), 2. Lockheed Martin C-5M Super Galaxy (Amerika Serikat), 3. Boeing C-17 Globemaster III (Amerika Serikat), 4. Xian Y-20 (Tiongkok), 5. Antonov An-22 (Uni Soviet/Rusia), 6. Ilyushin Il-76 (Rusia), 7. Kawasaki C-2 (Jepang), 8. Airbus A400M Atlas (Eropa), 9. Shaanxi Y-9 (Tiongkok), 10. Lockheed Martin C-130J Super Hercules (Amerika Serikat)

Pesawat angkut militer TNI AU Airbus A400M tiba di Lanud Halim Perdanakusuma

Pesawat kebanggaan baru TNI AU ini mampu mengangkut hingga 37 ton muatan dan dilengkapi avionik canggih serta sistem pengisian bahan bakar udara.

Pesawat baru kebanggan Indonesia ini menjalani penerbangan perdananya di Sevilla, Spanyol pada 1 Agustus 2025, sebelum akhirnya tiba di Jakarta 3 November 2025.

Pesawat ini mampu mengangkut 116 personel dengan peralatan lengkap siap tempur dan juga mampu mengangkut patriot launcher dan hemtt truck, sembilan palet militer beserta 54 personel sekaligus.

9. Shaanxi Y-9 (Tiongkok)

Merupakan pengembangan dari Y-8 dengan kapasitas 30 ton dan panjang 36 meter. Pesawat ini digunakan untuk angkut pasukan, kendaraan ringan, hingga versi pengintaian udara.

10. Lockheed Martin C-130J Super Hercules (Amerika Serikat)

Versi modern dari C-130 legendaris ini berkapasitas 21 ton. Meski lebih kecil, C-130J tetap unggul karena mampu lepas landas dan mendarat di landasan pendek, menjadikannya pesawat taktis paling fleksibel dalam operasi militer global.