Top 8+ Negara dengan Anggaran Riset Terbesar di Dunia, Indonesia Masih Tertinggal Jauh

Ilustrasi Anggaran Riset, 1. Amerika Serikat, 2. Jepang, 3. Jerman, 4. Korea Selatan, 5. Prancis, 6. Italia, 7. Spanyol, 8. Turki
Ilustrasi Anggaran Riset

 Riset menjadi indikator penting kemajuan suatu negara. Melalui penelitian, lahir berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan daya saing ekonomi. Namun, kegiatan riset tentu membutuhkan biaya besar, mulai dari tahapan awal penelitian hingga publikasi hasilnya. 

Sayangnya, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hal pendanaan riset yang relatif kecil dibanding negara-negara maju. Sementara itu, sejumlah negara telah menggelontorkan dana riset dalam jumlah fantastis. Dukungan anggaran yang masif memungkinkan para peneliti di negara tersebut menghasilkan temuan baru di berbagai bidang strategis.

Founder KUMPUL sekaligus Chairperson KUMPUL Impact, Faye Wongso, minimnya alokasi dana untuk penelitian menjadi salah satu hambatan pertumbuhan bisnis di tanah air, di samping kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terus jadi momok. Ia menyinggung, anggaran riset yang diberikan pemerintah Indonesia masih sangat kecil. 

"Selain SDM, masalah besar lain adalah Research & Development (R&D). Anggaran R&D kita termasuk yang terendah di dunia, hanya sekitar 0,25–0,28 persen dari APBN. Rata-rata negara lain bisa mencapai 3 persen", kata Faye saat ditemui di Jakarta pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Faye menekankan, tanpa riset maka ekosistem bisnis tidak akan beranjak menuju era teknologi tinggi (deep tech). Akibatnya, solusi ekonomi kita berhenti di level 1.0, yakni hanya sebatas menghubungkan pihak A dan B seperti model cutting middleman.

Dikutip VIVA dari berbagai sumber, berikut delapan negara dengan anggaran riset terbesar di dunia. Ada 

1. Amerika Serikat

Amerika Serikat memimpin dengan anggaran riset terbesar di dunia, mencapai US$154,15 miliar. Pemerintahnya memberikan perhatian besar pada bidang pertahanan dengan porsi hampir setengah dari total dana, yakni US$68,74 miliar. Dukungan dana yang masif ini membuat AS terus unggul dalam pengembangan teknologi militer dan inovasi industri strategis.

2. Jepang

Berada di posisi kedua, Jepang mengalokasikan US$89,55 miliar untuk riset, terutama di bidang teknologi produksi dan industri. Sekitar US$30,94 miliar dari total anggaran difokuskan pada dua sektor tersebut. Tak heran jika Jepang dikenal sebagai salah satu negara paling inovatif di dunia dengan kemajuan teknologi yang pesat.

3. Jerman

Jerman menempati posisi ketiga dengan anggaran riset sebesar US$46,74 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar US$6,87 miliar diarahkan untuk riset di bidang teknologi produksi dan industri, yang menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi negara itu.

4. Korea Selatan

Sebagai negara dengan pertumbuhan teknologi tercepat di Asia, Korea Selatan mengalokasikan US$31,62 miliar untuk riset. Sebanyak US$9,26 miliar di antaranya digunakan untuk penelitian di bidang industri dan teknologi produksi, menopang posisi negara ini sebagai pusat inovasi elektronik dan otomotif global.

5. Prancis

Prancis memberikan perhatian besar pada sektor kesehatan. Dari total dana riset sebesar US$19,94 miliar, sekitar US$2,47 miliar difokuskan untuk penelitian kesehatan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintahnya dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan industri farmasi nasional.

6. Italia

Berbeda dari negara lain, Italia menonjolkan riset di bidang eksplorasi dan eksploitasi luar angkasa. Dari total anggaran riset US$15,69 miliar, sekitar US$2,22 miliar dialokasikan untuk pengembangan teknologi antariksa. Fokus ini menunjukkan ambisi Italia untuk berperan dalam era eksplorasi kosmik.

7. Spanyol

Spanyol juga menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas riset. Dari total US$10,66 miliar, sebanyak US$1,35 miliar diarahkan untuk penelitian medis, termasuk pengembangan obat dan teknologi kesehatan publik.

8. Turki

Di posisi kedelapan, Turki menyalurkan US$10,02 miliar untuk riset. Menariknya, sekitar US$1,09 miliar dari dana tersebut digunakan untuk riset pertahanan, menunjukkan fokus negara ini dalam memperkuat kemampuan militernya di kawasan regional.

Dengan angka-angka fantastis tersebut, terlihat jelas bahwa riset menjadi pilar utama kemajuan negara-negara maju. Sementara itu, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan alokasi dana riset yang proporsional guna memberikan dampak nyata pembangunan bangsa melalui roda ekonomi yang berputar.