Warga Delomil Serahkan Senjata ke Satgas Pamtas

Warga Delomil Serahkan Senjata kepada Satgas Pamtas
Warga Delomil Serahkan Senjata kepada Satgas Pamtas

 Pendekatan humanis prajurit TNI kembali membuahkan hasil di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Seorang warga Desa Delomil, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, berinisial G (52), secara sukarela menyerahkan satu pucuk senjata api jenis Springfield laras panjang kepada personel Pos Delomil Kompi II Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad pada Rabu, 5 November 2025.

Penyerahan senjata ini merupakan hasil dari komunikasi sosial dan pembinaan teritorial yang dilakukan secara berkelanjutan oleh prajurit Satgas. Melalui pendekatan persuasif dan penuh keakraban, warga akhirnya merasa aman dan percaya untuk menyerahkan senjata yang disimpannya sejak masa konflik beberapa tahun silam.

Langkah ini menjadi bukti nyata keberhasilan Satgas Pamtas dalam menciptakan rasa aman dan mempererat hubungan dengan masyarakat perbatasan. Selain menjaga stabilitas keamanan, personel TNI juga aktif membantu warga dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi di wilayah tersebut.

Komandan Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm. Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., menyampaikan apresiasinya atas kesadaran warga yang dengan sukarela menyerahkan senjata. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut mencerminkan semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TNI.

“Penyerahan senjata secara sukarela ini merupakan bukti nyata kepercayaan masyarakat terhadap TNI. Kami akan terus mengedepankan pendekatan yang humanis agar keamanan dan kedamaian di perbatasan tetap terjaga dengan baik,” ujar Letkol Erlan dalam keterangan resminya, Kamis 6 November 2025.

Menurutnya, TNI akan terus berkomitmen menjaga wilayah perbatasan dengan mengutamakan komunikasi sosial dan keakraban dengan masyarakat, bukan hanya melalui patroli keamanan, tetapi juga kegiatan kemasyarakatan yang membangun rasa kebersamaan dan kepercayaan.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah perbatasan lainnya untuk terus memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, sehingga tercipta situasi yang aman, damai, dan kondusif di seluruh perbatasan Indonesia.