Kapolda Metro Jaya Turun Tangan! Patroli Gabungan Digelar Cegah Pohon Tumbang Makan Korban Lagi
Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri menegaskan pihaknya akan meningkatkan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang yang kerap terjadi beberapa waktu belakangan di Ibu Kota.
Langkah ini dilakukan menyusul insiden pohon tumbang di Jakarta yang menyebabkan korban jiwa. Hal itu dikatakan pasca dirinya memimpin apel kesiapan dalam rangka tanggap darurat bencana di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
“Kita akan berkolaborasi dan berkoordinasi secara intens dengan rekan-rekan instansi terkait, mulai dari TNI, pemerintah daerah, BNPB, hingga Basarnas,” ujar Asep di Jakarta, Rabu, 5 November 2025.
Pohon tumbang timpa Lexus buat 1 orang tewas
Menurut Kapolda, patroli gabungan akan dilakukan untuk memantau dan mendeteksi lebih awal pohon-pohon yang sudah berusia tua atau berpotensi tumbang. Kapolda menambahkan, langkah kolaboratif ini diharapkan bisa meminimalisasi risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem serta memastikan keselamatan masyarakat selama musim penghujan.
“Kita bisa patroli bersama untuk mendeteksi potensi pohon-pohon yang sudah tua, mana yang perlu kita waspadai,” kata dia.
Selain itu, Asep juga mendorong dinas tata kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan langkah pencegahan melalui pemangkasan atau penebangan dini terhadap pohon-pohon yang dinilai berisiko tumbang.
“Dari tata kota provinsi bisa melakukan penebangan lebih awal terhadap pohon-pohon yang kita nilai mungkin akan tumbang saat hujan besar,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Jakarta Selatan, Kamis sore, 30 Oktober 2025, menyebabkan sebuah pohon besar tumbang di Jalan Dharmawangsa Raya, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Pohon jenis Rengas berukuran besar itu ambruk dan menimpa lima unit mobil yang sedang terparkir di tepi jalan. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, Mohamad Yohan.
“Pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang,” kata dia.
Tak hanya menimbulkan kerusakan kendaraan, insiden ini juga menelan korban jiwa. Satu orang yang sempat tidak sadarkan diri didalam mobil akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
Selain korban meninggal, satu orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Petugas gabungan dari BPBD DKI Jakarta, Suku Dinas Kehutanan dan Pertamanan, serta Gulkarmat Jakarta Selatan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan.
Adapun kejadian serupa terjadi pekan lalu. Satu orang meninggal dunia secara tragis setelah mobil yang dikendarainya tertimpa pohon tumbang di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu siang, 26 Oktober 2025.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 13.59 WIB, di Jalan Metro Pondok Indah Raya, saat hujan deras mengguyur kawasan elite tersebut. Angin kencang tiba-tiba menerjang, membuat sebuah pohon palem setinggi 15 meter roboh dan menimpa mobil Lexus milik korban.
"Hujan berintensitas tinggi dan angin kencang menyebabkan pohon palem berdiameter sekitar 60 sentimeter dan tinggi 15 meter tumbang dan menimpa satu unit mobil Lexus," kata Kepala Pusdatin BPBD (Pusat Data dan Informasi Kebencanaan di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah) DKI Jakarta, Muhammad Yohan, dikutip Senin, 27 Oktober 2025.
Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Gulkarmat (Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan), Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum), Satpol PP (Saatuan Polisi Pamong Praja), serta kepolisian segera dikerahkan ke lokasi.
"Satu korban meninggal dunia. Laki-laki usia kurang lebih 50 tahun," katanya.
Evakuasi berlangsung dramatis di tengah hujan yang belum reda. Setelah dua jam, jasad korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah. Akibat peristiwa itu, lalu lintas di kawasan Pondok Indah sempat lumpuh.
Pohon palem yang tumbang menutup hampir seluruh badan jalan, sebelum akhirnya berhasil disingkirkan menggunakan alat berat. Berdasar informasi yang dihimpun, korban meninggal adalah Harry Nugroho Prasetyo Danardojo.