Hal yang Paling Sering Diburu Wisatawan Malaysia Saat Berkunjung ke Indonesia

Ilustrasi traveling
Ilustrasi traveling

Belakangan ini konten masyarakat Malaysia berlibur ke Indonesia selalu ramai menghiasi akun media sosial TikTok Indonesia. Dalam berbagai konten yang dibuat di TikTok banyak dari mereka yang menghabiskan akhir pekan dengan mengunjungi beberapa destinasi populer di Indonesia.

Jika menelisik riset internal yang dilakukan oleh AirAsia MOVE baru-baru ini diketahui pelancong Malaysia yang datang ke Indonesia didominasi oleh segmen milenial dan Gen Z dengan presentase 74 persen berusia 20-44 tahun. 

Generasi ini dikenal aktif bepergian, haus akan pengalaman baru, dan gemar membagikan momen perjalanan di media sosial. Maka tak heran jika mereka menjadi penggerak tren digital yang turut memperluas eksposur destinasi Indonesia di ranah daring, dan menciptakan efek domino bagi promosi wisata secara organik.

Jika merujuk data dari Juli hingga Oktober 2025, tercatat lebih dari 5.300 pengguna aplikasi maskapai tersebut, mereka melakukan pencarian tiket pesawat dari Malaysia menuju Jakarta, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta setiap harinya. Mereka umumnya menghabiskan waktu 2–3 malam di Indonesia, dengan rata-rata pengeluaran Rp730 ribu per malam untuk akomodasi. Pola ini mengindikasikan kecenderungan untuk memilih liburan singkat yang tetap mengutamakan keterjangkauan harga. 

Menariknya lagi selama melakukan kunjungan ke Indonesia, wisatawan Malaysia banyak mencari produk lokal asal Indonesia. Sebut saja produk jenama kosmetik dan fashion indie Indonesia, kini tengah naik daun di kalangan masyarakat Negeri Jiran. Selain itu, ada pula yang secara khusus datang ke Indonesia untuk membeli bahan kain. 

Tren ini mencerminkan wisata belanja, serta interaksi langsung dengan kuliner khas, pasar tradisional, dan produk kriya menjadi magnet tersendiri bagi pelancong asal Malaysia saat berkunjung ke Indonesia.

Kerjasama Promosi Pariwisata Indonesia 

Berbicara mengenai wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia, diketahui sejak Juli hingga Oktober 2025, AirAsia MOVE dan Kementerian Pariwisata Indonesia telah menjalin kerja sama untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar Malaysia. Melalui rangkaian inisiatif digital dan luring terintegrasi, data AirAsia MOVE mencatat peningkatan sebanyak 2.636 turis asal Malaysia, dengan total kunjungan mencapai lebih dari 68 ribu orang dalam 50 hari.

Sejalan dengan kampanye utama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang bertajuk Wonderful Indonesia, kolaborasi bertema #MacamLokal ini mengajak turis Malaysia menikmati kuliner, budaya, alam, dan keramahan masyarakat Indonesia secara langsung. Kampanye ini diwujudkan dalam berbagai aktivitas, seperti familiarisation trip bersama KOL Malaysia, promo tiket pesawat dan hotel di aplikasi AirAsia MOVE, hingga konten digital yang menyoroti keindahan Nusantara.

Konten kreator asal Malaysia ke Bandung

Konten kreator asal Malaysia ke Bandung

Kampanye mencakup kota utama, seperti Jakarta, Medan, dan Surabaya, serta kota wisata, Bandung dan Yogyakarta. Kemitraan ini turut mendukung industri pariwisata lokal, serta memperkuat pelestarian budaya di tengah dinamika kawasan Asean.

“Melalui sinergi antara data, teknologi, dan promosi digital, kami dapat mendorong peningkatan wisatawan asing, serta pertumbuhan industri lokal secara berkelanjutan. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mendukung visibilitas pariwisata Indonesia ke lebih banyak daerah, serta menarik lebih banyak potensi turis dari kawasan Asean,” kata Country Head AirAsia MOVE Indonesia, Arbi Wienandar dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu 1 November 2025. 

Sementara itu,Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini menambahkan, kemitraan ini merupakan contoh nyata sinergi publik-swasta yang efektif dalam memajukan industri pariwisata nasional. 

“Dengan peningkatan lebih dari dua ribu wisatawan Malaysia, kami dapat mengidentifikasi pola perjalanan yang lebih spesifik, merancang strategi pemasaran yang lebih relevan, juga memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat global,” kata dia.