Makna Galgah, Kata Baru di KBBI yang Dicetuskan Bunga Reyza dan Viral di Media Sosial
— Kata “galgah” tengah ramai diperbincangkan di media sosial setelah resmi masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi VI Daring.
Istilah yang kini viral ini bukan berasal dari bahasa daerah, melainkan hasil kreativitas warganet yang pertama kali dicetuskan oleh kreator konten sekaligus penyanyi Bunga Reyza di platform TikTok.
Asal-usul Kata Galgah
Fenomena “galgah” bermula dari video Bunga Reyza yang mempertanyakan mengapa kata “haus” tidak memiliki lawan kata dalam bahasa Indonesia.
Dalam video itu, ia secara spontan mencetuskan kata “galgah” sebagai padanan untuk menggambarkan kondisi sudah tidak haus.
Unggahan tersebut dengan cepat viral, digunakan ribuan kali di media sosial, dan akhirnya menarik perhatian komunitas bahasa hingga Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa).
Beberapa bulan kemudian, kata “galgah” resmi diakui dalam KBBI setelah melalui proses validasi redaksi.
Kini, istilah tersebut digunakan luas oleh warganet dalam percakapan sehari-hari — misalnya, “Udah galgah, yuk lanjut ngobrol!”
Arti dan Kelas Kata “Galgah” dalam KBBI
Menurut KBBI VI Daring, galgah memiliki arti “lega atau segar kerongkongan karena minum; tidak dahaga”.
Kata ini termasuk dalam kelas kata adjektiva (kata sifat), digunakan untuk menjelaskan kondisi seseorang yang sudah hilang rasa haus.
Contoh penggunaannya dalam kalimat:
“Minuman ini untukmu saja, aku masih galgah.”
Makna tersebut menegaskan posisi “galgah” sebagai antonim alami dari kata “haus”.
Kehadirannya memperkaya kosakata bahasa Indonesia yang sebelumnya belum memiliki istilah spesifik untuk kondisi sudah puas minum.
Konten kreator sekaligus penyanyi Bunga Reyza, pencetus kata galgah yang kini masuk KBBI.
Palum dan Galgah: Dua Lawan Kata “Haus”
Sebelum “galgah”, KBBI telah lebih dulu memasukkan kata “palum” pada akhir tahun 2024.
Kata ini berasal dari bahasa Pakpak, salah satu rumpun bahasa Batak, dan berarti sudah puas minum atau hilang rasa haus.
Dengan demikian, kini terdapat dua kata resmi yang menjadi lawan kata dari “haus”:
- Palum → istilah baku yang berasal dari bahasa daerah.
- Galgah → istilah informal hasil kreativitas digital yang populer di media sosial.
Penjelasan Badan Bahasa: Kreativitas Digital dan Ragam Bahasa
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa kata “galgah” masuk ke KBBI sebagai hasil dari pengusulan editor eksternal setelah mendapat perhatian besar dari publik.
“Dari konten media sosial itulah muncul banyak komentar yang menyatakan bahwa sudah ada kata untuk konsep serupa, yaitu galgah, yang diciptakan oleh seorang pemengaruh,” ujar Hafidz, dikutip dari Kompas.com, Jumat (31/10/2025).
Ia menjelaskan, kata “galgah” merupakan onomatope atau tiruan bunyi, hasil dari kreativitas pengguna bahasa tanpa akar etimologis tertentu.
“Kata ini adalah onomatope, tiruan bunyi, yang tidak mempunyai etimologi karena merupakan hasil kreatifitas penciptanya,” tambah Hafidz.
Meski baru digunakan secara luas sejak Juni 2025, frekuensi penggunaannya di dunia maya cukup tinggi.
Hal itu membuat “galgah” diusulkan dan kemudian dimasukkan ke dalam pembaruan KBBI periode Oktober 2025.
Namun, Hafidz menegaskan bahwa “palum” tetap menjadi istilah baku untuk lawan kata “haus”, sementara “galgah” dikategorikan dalam ragam informal atau percakapan sehari-hari.
“Walaupun galgah masuk ke dalam KBBI, tetapi Badan Bahasa tetap memilih kata palum sebagai istilah yang baku untuk lawan kata haus,” jelasnya.
Makna Budaya di Balik Kata “Galgah”
Fenomena munculnya “galgah” menunjukkan bagaimana bahasa Indonesia terus berkembang melalui budaya digital.
Kreativitas warganet, terutama dari generasi muda, kini berkontribusi langsung terhadap pembaruan kosakata nasional.
Bahasa, seperti halnya budaya, bersifat dinamis.
Ketika suatu kata digunakan secara luas, mudah diucapkan, dan bermakna jelas, maka ia berpotensi diterima sebagai bagian dari bahasa baku.
Dalam konteks ini, “galgah” menjadi contoh nyata bagaimana media sosial dapat berperan sebagai ruang inovasi linguistik, melahirkan kata baru yang berakar dari pengalaman ekspresif masyarakat modern.
Sebagian artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul dan "Ramai Narasi "Palum" adalah Lawan Kata dari "Haus", Ahli Bahasa Beri Penjelasan".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.