Profil Radja Nainggolan, Gelandang Berdarah Indonesia yang Pernah Bersinar di Eropa

Timnas Indonesia, Radja Nainggolan, pemain naturalisasi, radja nainggolan as roma, radja nainggolan bhayangkara fc, Profil Radja Nainggolan, Gelandang Berdarah Indonesia yang Pernah Bersinar di Eropa, Awal Kehidupan dan Darah Indonesia di Diri Radja Nainggolan, Karier Awal di Eropa: Dari Piacenza ke Puncak Serie A, Prestasi dan Kiprah Internasional, Ingin Membela Timnas Indonesia, Masih Aktif Bermain di Usia 37 Tahun, Kembali ke Indonesia Bersama Bhayangkara FC

Nama Radja Nainggolan kembali mencuri perhatian publik sepak bola dunia.

Gelandang berdarah Indonesia yang kini memperkuat klub Belgia KSC Lokeren itu secara terbuka mengaku ingin membela Timnas Indonesia, sebuah pernyataan yang mengejutkan banyak pihak dan menyentuh hati para penggemar sepak bola Tanah Air.

Awal Kehidupan dan Darah Indonesia di Diri Radja Nainggolan

Radja Nainggolan lahir di Antwerp, Belgia, pada 4 Mei 1988.

Ia merupakan putra dari Marjono Nainggolan, pria asal Medan, Sumatera Utara, dan ibunya, Lizelotte Nainggolan, warga negara Belgia.

Darah Batak dari sang ayah membuat Radja tak pernah sepenuhnya lepas dari identitas Indonesia, meskipun besar dan meniti karier di Eropa.

Sejak kecil, Radja tumbuh dalam lingkungan yang keras. Ia dikenal memiliki karakter tangguh dan emosional, ciri khas yang kemudian membentuk gaya bermainnya di lapangan, agresif, berani, dan penuh determinasi.

Karier Awal di Eropa: Dari Piacenza ke Puncak Serie A

Perjalanan karier profesional Nainggolan dimulai di Italia. Ia memulai debut bersama Piacenza pada tahun 2006 di kompetisi Serie B.

Kemampuannya membaca permainan dan mengatur tempo membuatnya cepat menarik perhatian klub-klub besar.

Pada 2010, ia bergabung dengan Cagliari, di mana namanya mulai dikenal publik Serie A. Performa impresif selama empat musim membuat AS Roma merekrutnya pada 2014.

Bersama Roma, Nainggolan tampil sebanyak 203 kali dan mencetak 33 gol, menjadi salah satu gelandang paling disegani di Italia.

Penampilan gemilangnya membuat Inter Milan mendatangkannya pada 2018.

Meskipun kariernya di sana tak sepanjang di Roma, Nainggolan tetap dikenal sebagai pemain dengan etos kerja tinggi dan gaya bermain eksplosif yang membuatnya dijuluki “The Ninja.”

Prestasi dan Kiprah Internasional

Di level tim nasional, Nainggolan membela Timnas Belgia sebanyak 30 kali dan mencetak 6 gol.

Ia menjadi bagian dari skuad Belgia di Euro 2016, tetapi tidak dipanggil ke Piala Dunia 2018, keputusan yang sempat menuai kontroversi dan kekecewaan dari para pendukungnya.

Seiring waktu, hubungan Nainggolan dengan federasi sepak bola Belgia disebut merenggang. Ia merasa kurang dihargai meskipun telah memberikan kontribusi besar.

“Bukan karena saya tidak suka Belgia, karena saya telah melalui semua jenjang youth di Belgia,” ujarnya.

“Tetapi karena rasa hormat yang saya dapatkan dari orang-orang di sana,” katanya kepada Het Belang van Limburg.

Timnas Indonesia, Radja Nainggolan, pemain naturalisasi, radja nainggolan as roma, radja nainggolan bhayangkara fc, Profil Radja Nainggolan, Gelandang Berdarah Indonesia yang Pernah Bersinar di Eropa, Awal Kehidupan dan Darah Indonesia di Diri Radja Nainggolan, Karier Awal di Eropa: Dari Piacenza ke Puncak Serie A, Prestasi dan Kiprah Internasional, Ingin Membela Timnas Indonesia, Masih Aktif Bermain di Usia 37 Tahun, Kembali ke Indonesia Bersama Bhayangkara FC

Radja Nainggolan ditangkap terkait kasus penyelundupan narkoba.

Ingin Membela Timnas Indonesia

Pada wawancara bersama media Belgia itu pula, Nainggolan membuat pengakuan mengejutkan:

“Sekarang saya mengatakan setiap hari. Saya lebih suka bermain untuk Indonesia,” kata Radja Nainggolan.

Ia menjelaskan alasannya dengan jujur, menurutnya, pemain keturunan dan naturalisasi di Indonesia justru mendapatkan penghargaan dan dukungan luar biasa dari masyarakat.

“Lihatlah Sandy Walsh atau Ragnar Oratmangoen. Mereka adalah pemain biasa, tetapi mereka sangat dihormati di sana. Untuk rasa hormat yang Anda dapatkan di sana, untuk itu Anda rela berkorban,” ucapnya.

Ucapan tersebut memperlihatkan betapa Nainggolan merasa tersentuh oleh semangat nasionalisme dan apresiasi publik Indonesia terhadap para pemain berdarah campuran yang memperkuat Garuda.

Masih Aktif Bermain di Usia 37 Tahun

Meski telah berusia 37 tahun, Radja Nainggolan tetap menunjukkan performa menawan bersama KSC Lokeren, klub kasta kedua Liga Belgia.

Pada musim 2025–2026, ia mencatat 2 gol dan 2 assist dari 6 pertandingan di Challenger Pro League.

Kualitas teknik, visi permainan, dan kepemimpinannya membuatnya masih menjadi panutan bagi para pemain muda di klub.

Kembali ke Indonesia Bersama Bhayangkara FC

Pada tahun 2023, Radja sempat mencuri perhatian publik Tanah Air ketika bergabung dengan Bhayangkara FC di Liga 1 Indonesia.

Kehadirannya menjadi magnet besar bagi suporter dan media, membuktikan bahwa namanya masih memiliki pengaruh kuat di dunia sepak bola Asia.

Sumber: BolaSport.com.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.