Viral di Kalangan Masyarakat Indonesia, Inhealer Asal Thailand Ini Tercemar Mikroba
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Thailand menarik Inhaler herbal merek Hong Thai yang populer dan banyak digunakan oleh masyarakat dari peredaran. Penarikan ini terkait dengan adanya temuan kontaminasi mikroba yang melebihi standar keamanan.
Melansir laman Scoop, dalam pernyataan resmi FDA Thailand menyebut bahwa produk yang dimaksudkan adalah Hong Thai Herbal Inhealer Formula 2 dengan nomor registrasi G309/62, batch nomor 000332 tertanggal produksi 9 Desember 2025 dan tanggal tanggal kadaluarsa 8 Desember 2025.
Berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan oleh Departemen Ilmu Kedokteran, ditemukan bahwa tingkat kontaminasi mikroba yang berlebihan, termasuk jumlah mikroba aerobik total yang tinggi, gabungan ragi dan jamur, dan keberadaan Clostridium spp., yang melanggar standar Kementerian Kesehatan.
"Temuan ini menunjukkan bahwa batch inhaler herbal Hong Thai ini tidak memenuhi standar keamanan yang dipersyaratkan. Konsumen diimbau untuk menghindari penggunaan batch yang terdampak dan melaporkan reaksi yang merugikan," demikian pernyataan FDA Thailand Rabu 29 Oktober 2025.
Terkait dengan penemuan ini, FDA Thailand sedang mempertimbangkan tindakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas masalah ini. Berdasarkan Undang-Undang Produk Herbal, pelaku bisa terjerat denda dan hukuman penjara bagi mereka yang membuat atau menjual produk herbal di bawah standar.
Menyusul penemuan tersebut, pihak produsen Thai Herbal Hong Thai Ltd., mengumumkan pihaknya telah melakukan penarikan sekitar 200.000 unit dari batch yang terdampak. Pendiri perusahaan, Teerapong Rabueathum mengatakan kontaminasi tersebut terbatas hanya pada satu lot produksi tersebut.
"Masalah ini hanya terbatas pada Lot 000332. Batch lainnya telah diperiksa secara menyeluruh dan tetap aman untuk dijual," ujarnya.
Pernyataan ini juga sekaligus menepis laporan bahwa seluruh produksi atau penjualan telah dihentikan. Teerapong menambahkan bahwa proses penarikan kembali produk tersebut sedang berlangsung, meskipun hanya sebagian dari batch yang masih beredar karena diproduksi beberapa waktu lalu. Tak hanya itu saja, pihak perusahaan juga akan memusnahkan stok yang terkontaminasi pada 4 November, berkoordinasi dengan FDA Thailand.
Ia juga meyakinkan konsumen bahwa langkah-langkah pengendalian mutu baru, termasuk sterilisasi ultraviolet (UV) dan pemantauan yang lebih ketat pada setiap tahap produksi yang akan diterapkan untuk mencegah kontaminasi di masa mendatang.
Perusahaan juga menawarkan pengembalian uang dan penggantian kepada distributor dan konsumen yang memiliki produk dari produk yang terdampak. Mereka bisa mendapatkan ganti rugi langsung ke fasilitasnya di Bangkok atau melalui saluran layanan pelanggan.
Inhaler herbal Hong Thai banyak digunakan di seluruh Thailand dan Asia Tenggara sebagai obat tradisional untuk melegakan hidung tersumbat, mabuk perjalanan, dan kelelahan. Inhaler herbal ini juga populer sebagai oleh-oleh di kalangan wisatawan.
Peringatan FDA Thailand
FDA Thailand telah mendesak konsumen untuk tetap berhati-hati dan memastikan bahwa setiap produk herbal yang dibeli telah disetujui dan terdaftar dengan benar untuk menjamin keamanan dan kualitas.
"Kesehatan masyarakat dan keselamatan konsumen tetap menjadi prioritas utama kami. Kami akan terus memantau pasar dan mengambil tindakan tegas terhadap produk apa pun yang tidak memenuhi standar nasional," demikian pernyataan badan tersebut.