Top 10+ Negara dengan Biaya Transportasi Publik Paling Murah di Dunia, Ada Indonesia!

Ilustrasi transportasi umum Transjakarta, 1. Luxembourg, Luxembourg, 2. Belgrade, Serbia, 3. Batumi, Georgia, 4. Alexandria, Mesir, 5. Tashkent, Uzbekistan, 6. Kolkata, India, 7. Colombo, Sri Lanka, 8. Islamabad, Pakistan, 9. Astana, Kazakhstan, 10. Jakarta, Indonesia & Kathmandu, Nepal
Ilustrasi transportasi umum Transjakarta

 Transportasi publik kini menjadi penyelamat utama bagi masyarakat kelas menengah di tengah mahalnya harga BBM dan biaya hidup yang terus melonjak. Bukan sekadar sarana berpindah tempat, angkutan umum seperti bus, trem, dan kereta menjadi pilihan rasional untuk berhemat tanpa mengorbankan mobilitas.

Di banyak negara, pemerintah bahkan berupaya menjaga tarif tetap rendah bahkan ada negara yang menggratiskan angkutan umum demi memastikan warganya tetap bisa beraktivitas dengan biaya yang terjangkau. Menariknya, Indonesia termasuk dalam daftar negara dengan biaya transportasi publik termurah di dunia versi Compare the Market Australia 2025.

Dalam laporan tersebut, berikut daftar 10 negara yang berhasil menjaga tarif transportasi publik tetap murah, tanpa mengorbankan kenyamanan dan aksesibilitas bagi masyarakatnya.

1. Luxembourg, Luxembourg

Luxembourg menjadi negara pertama di dunia yang memberlakukan transportasi publik gratis secara nasional. Semua warga dan turis dapat menikmati bus, trem, dan kereta tanpa harus membayar tiket sepeser pun. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi kemacetan dan emisi karbon akibat padatnya lalu lintas kendaraan pribadi. Langkah ini menjadikan Luxembourg sebagai pionir mobilitas hijau dan inklusif di Eropa.

2. Belgrade, Serbia

Ibu kota Serbia, Belgrade, juga mengimplementasikan kebijakan transportasi gratis di beberapa rute strategis. Program ini memang belum menyeluruh, tetapi cukup membantu warga berpenghasilan rendah dalam menekan pengeluaran harian. Inisiatif ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat yang menganggap transportasi publik sebagai hak dasar, bukan sekadar fasilitas tambahan.

3. Batumi, Georgia

Kota wisata Batumi di pesisir Laut Hitam terkenal dengan biaya hidup yang murah, termasuk tarif transportasi publiknya. Sekali jalan, masyarakat cukup membayar AU$0,17 atau sekitar Rp1.700. Bus dan minibus menjadi moda favorit warga lokal maupun wisatawan yang ingin menjelajah kota dengan biaya minim.

4. Alexandria, Mesir

Alexandria menawarkan tarif transportasi publik sekitar U$0,23 atau Rp2.300. Trem klasik yang masih beroperasi hingga kini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pemerintah Mesir memberikan subsidi besar untuk menjaga harga tiket tetap rendah, sekaligus memastikan akses mobilitas bagi masyarakat menengah ke bawah tetap terbuka.

5. Tashkent, Uzbekistan

Sebagai ibu kota Uzbekistan, Tashkent dikenal memiliki sistem metro bersih dan efisien. Harga tiketnya dijaga tetap murah di kisaran AU$0,24 atau Rp2.400. Pemerintah setempat menjadikan transportasi publik sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan, dengan fokus pada akses merata dan keberlanjutan.

6. Kolkata, India

Kolkata dikenal memiliki salah satu jaringan transportasi publik tertua di Asia. Dengan tarif hanya AU$0,26 atau Rp2.600, warga bisa menggunakan metro, bus, hingga trem dengan mudah. Meski sistemnya klasik, efisiensi dan tarif murah menjadikan transportasi Kolkata tetap relevan hingga kini.

7. Colombo, Sri Lanka

Transportasi umum di Colombo didominasi oleh bus kota dan kereta api yang menjangkau wilayah luas. Tarif rata-rata hanya AU$0,26 setara Rp2.600, menjadikannya salah satu kota dengan biaya mobilitas termurah di Asia Selatan. Harga tiket murah menjadi penopang utama bagi pekerja dan pelajar yang bergantung pada angkutan umum.

8. Islamabad, Pakistan

Pemerintah Pakistan terus memperluas layanan metrobus dan kereta cepat perkotaan di Islamabad. Harga tiket dijaga di kisaran AU$0,27 atau Rp2.700 agar tetap ramah di kantong masyarakat. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem transportasi inklusif di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

9. Astana, Kazakhstan

Astana, ibu kota modern Kazakhstan, dikenal memiliki sistem transportasi efisien dengan tarif AU$0,30 atau Rp3.000. Pemerintah daerah memberikan subsidi besar untuk menjaga layanan tetap terjangkau dan mendukung gaya hidup rendah emisi. Transportasi publik di Astana menjadi contoh keseimbangan antara inovasi, efisiensi, dan keterjangkauan.

10. Jakarta, Indonesia & Kathmandu, Nepal

Meski tarif Transjakarta naik menjadi Rp5.000, biaya tersebut masih lebih rendah dibandingkan banyak kota besar dunia. Dengan layanan bus cepat yang terintegrasi dan rute yang terus berkembang, Jakarta kini sejajar dengan Kathmandu, Nepal, dalam daftar negara dengan transportasi publik paling murah.

Dengan harga tiket yang ramah di kantong, sepuluh negara ini berhasil membuktikan bahwa transportasi publik tidak harus mahal untuk bisa efisien, nyaman, dan berkelanjutan.