Perguruan Tinggi Terproduktif di Indonesia, Kreativitas Mahasiswanya Dipilih Kemdiktisaintek

Ilustrasi Wisuda
Ilustrasi Wisuda

Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kampus yang berlokasi di Tangerang ini dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Insentif Tahun 2025 untuk Klaster IV. Penghargaan prestisius ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikstisaintek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) dalam ajang PKM Awards 2025 yang digelar pada 26 Oktober 2025 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

Kategori ini diberikan kepada perguruan tinggi dengan jumlah tim terbanyak yang berhasil memperoleh insentif dalam PKM Skema Insentif — program non-pendanaan yang memberikan apresiasi kepada karya tulis mahasiswa yang dinilai baik dan layak dipublikasikan. Skema tersebut mencakup dua bidang utama, yakni PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT).

Mewakili UPH dalam menerima penghargaan, Dr. Andry M. Panjaitan, S.T., M.T., CPHCM., selaku Associate Vice President of Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kolaborasi dan dukungan seluruh elemen kampus.

“Semangat kolaborasi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi. Mahasiswa dibimbing mengenali potensi dan minatnya, serta diperlengkapi melalui berbagai pembinaan dan pelatihan, agar mahasiswa mampu menghasilkan karya yang kreatif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat. Lebih dari sekadar prestasi, capaian ini mencerminkan semangat mahasiswa UPH dalam menggunakan ilmu dan kreativitas mereka untuk memberi dampak positif sekaligus memuliakan Tuhan,” ujar Dr. Andry.

PKM Award sendiri merupakan bagian dari Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) — ajang apresiasi bagi perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa atas upaya menumbuhkan budaya kreatif dan inovatif di lingkungan akademik. 

Dalam sambutannya, Dr. Benny Bandanadjaja, Direktur Belmawa Kemdikstisaintek, menegaskan pentingnya peran PKM dalam membentuk generasi muda yang kreatif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kemampuan berpikir kreatif dan konstruktif adalah keterampilan yang dapat dilatih, terutama di tengah perubahan yang cepat. Kreativitas berarti melahirkan sesuatu yang baru, dan hal ini dapat diasah melalui kegiatan seperti PKM. Kami berharap penghargaan ini menumbuhkan semangat berkelanjutan bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan menciptakan solusi yang memberikan dampak luas,” ujarnya.

Untuk mencapai prestasi tersebut, UPH menjalani proses pembinaan dan seleksi ketat sejak Juli hingga November 2025, yang menilai efektivitas dukungan institusi, keterlibatan dosen, serta produktivitas mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah dan kreatif. 

Bentuk pembinaan yang konsisten dilakukan UPH meliputi pelatihan penyusunan proposal bersama reviewer nasional, konsultasi intensif, hingga monitoring and evaluation (monev) rutin terhadap kegiatan mahasiswa.

Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen UPH dalam membangun budaya akademik yang produktif dan berdaya saing tinggi. Melalui pembinaan berkelanjutan, UPH terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam inovasi, tetapi juga menanamkan nilai spiritual dan tanggung jawab sosial dalam setiap karya mahasiswanya.