Dari Batam ke Singapura hingga Manado: Inilah Kabel Ajaib yang Jaga Data Indonesia

Kerja sama PT Jala Lintas Media (JLM) dan PT Super Sistem Ultima (SSU) soal fiber optik.
Kerja sama PT Jala Lintas Media (JLM) dan PT Super Sistem Ultima (SSU) soal fiber optik.

Kedua kesepakatan itu mencakup Kontrak Komersial 1 Fiber Pair sistem kabel bawah laut Super Sistem Batam Singapore (SSBS), yang menghubungkan Batam–Singapura, dan Term Sheet 1 Fiber Pair untuk sistem kabel bawah laut domestik BTI-1 yang membentang dari Batam–Jakarta–Manado dengan titik percabangan (branching) ke Gresik, Makassar, dan Balikpapan.

Kedua komitmen ini tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas jaringan, tetapi juga dirancang untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia, memastikan agar lalu lintas data nasional dapat bergerak lebih cepat, aman, dan terkendali, dari dalam negeri hingga ke titik pertukaran data internasional.

Kesepakatan ganda dengan nilai investasi mencapai lebih dari US$36 juta (Rp598 miliar) ini menegaskan posisi JLM sebagai pemilik kapasitas jalur serat optik bawah laut, baik untuk konektivitas internasional Batam–Singapura maupun tulang punggung trafik data domestik yang menghubungkan wilayah barat hingga timur Indonesia.

Di sisi lain, langkah strategis ini juga memperkuat posisi SSU sebagai penyedia infrastruktur subsea yang berperan sebagai penggerak utama (enabler) pertumbuhan ekosistem dan trafik data nasional.

SSBS: Konektivitas Internasional Batam–Singapura

Dalam Kontrak Komersial yang ditandatangani, JLM resmi mengamankan 1 fiber pair penuh pada sistem SSBS (Super Sistem Batam Singapore). Rute SSBS dirancang untuk menyediakan kapasitas dedicated, latensi rendah, dan jalur langsung Batam–Singapura bagi trafik operator, data center, serta workload AI dan cloud.

Dengan mengambil satu fiber pair penuh di SSBS, JLM memiliki kontrol penuh atas kualitas dan skala kapasitas internasional.

Direktur Utama Jala Lintas Media Victor Irianto menyebut permintaan bandwidth pelanggan yang termasuk enterprise besar, operator nasional, dan ekosistem data center, sudah bukan pertumbuhan linear lagi.

Akan tetapi, sudah berubah menjadi pertumbuhan eksponensial. "Dengan SSBS, kami tidak hanya membeli kapasitas tapi juga mengamankan pondasi layanan kami sendiri," ungkapnya di Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2025.

SSBS diposisikan sebagai jalur kritikal Batam–Singapura, dua titik paling penting dalam arsitektur data Indonesia saat ini, di mana Batam merupakan hub strategis nasional, dan Singapura sebagai konsentrasi pusat data regional dan ekosistem cloud tingkat Asia Tenggara.

1: Backbone Subsea Nasional Barat–Timur

Selain konektivitas internasional Batam–Singapura, JLM dan SSU juga menandatangani Term Sheet untuk pengambilan 1 fiber pair pada sistem BTI-1 (Barat–Timur Indonesia) yang dirancang sebagai sistem kabel bawah laut domestik dengan rute utama Batam–Jakarta–Manado.

Sistem ini juga mencakup branching unit ke beberapa titik strategis nasional yaitu Gresik, Makassar, dan Balikpapan. BTI-1 diposisikan sebagai tulang punggung data nasional yang menyatukan arus trafik dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Kawasan Timur Indonesia.

“Kesepakatan fiber pair di BTI-1 menegaskan bahwa kebutuhan bukan hanya ‘connect to Singapore’, tapi juga ‘connect Indonesia internally, end-to-end’. BTI-1 dirancang agar kapasitas besar tidak lagi terpusat hanya di Jawa, tapi benar-benar tersebar lintas wilayah,” kata Direktur Utama Super Sistem Ultima Kelvan Firman.