Efek Samping Kurma, Bisa Menaikkan Berat Badan dan Picu Sesak Napas

kurma, manfaat kurma, efek samping kurma, Efek Samping Kurma, Bisa Menaikkan Berat Badan dan Picu Sesak Napas, 1. Picu masalah pada perut, 2. Serangan asma, 3. Berat badan naik, 4. Hiperkalemia, 5. Potensi gula darah naik

Kurma adalah takjil favorit umat Islam di bulan Ramadhan.

Selepas menuntaskan dahaga, Muslim biasanya akan mengonsumsi beberapa buah kurma sebagai pendorong energi setelah seharian tubuh lemas.

Kurma sendiri adalah tanaman buah tertua di daerah kering dengan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satu manfaat kurma adalah mengembalikan energi tubuh karena buah ini kaya akan kalori.

Dilansir dari laman Healthline, satu porsi kurma berukuran 100 gram mengandung 277 kalori. Sebagian besar kalori dalam buah ini, sekitar 75 gram, berasal dari karbohidrat.

Sedangkan sisanya, berasal dari protein yang sangat sedikit, yakni sekitar 7 gram untuk setiap 100 gram kurma.

Selain kalori, kurma mengandung serat dalam jumlah melimpah, serta beberapa vitamin dan mineral penting.

Kandungan serat dapat membantu mencegah sembelit dengan mendorong pergerakan usus.

Kurma juga menyediakan berbagai antioksidan yang melindungi sel dari radikal bebas. Sifat antioksidan turut membantu menurunkan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker.

Namun, hati-hati, kurma juga membawa efek samping.

Apa saja efek samping kurma?

kurma, manfaat kurma, efek samping kurma, Efek Samping Kurma, Bisa Menaikkan Berat Badan dan Picu Sesak Napas, 1. Picu masalah pada perut, 2. Serangan asma, 3. Berat badan naik, 4. Hiperkalemia, 5. Potensi gula darah naik

Ilustrasi kurma. Kurma bisa memicu masalah kesehatan jika dimakan berlebihan.

Dilansir dari (3/11/2023), kurma sebenarnya buah yang relatif aman untuk dikonsumsi, baik dalam bentuk segar maupun kering.

Kendati demikian, kalori dalam buah kurma yang dikeringkan cenderung lebih tinggi daripada buah segar.

Menurut Kementerian Kesehatan, buah ini juga mengandung gula fruktosa dan glukosa yang tinggi, yang membantu memberikan energi instan pada tubuh.

Sayangnya, jika dikonsumsi berlebihan, kurma dapat memicu beberapa efek samping bagi kesehatan.

Berikut efek samping kurma jika dimakan terlalu banyak:

1. Picu masalah pada perut

Terlalu banyak asupan serat secara tiba-tiba dapat menyebabkan masalah perut, seperti sembelit dan kembung.

Selain itu, pada kurma kering, biasanya ditambah dengan sulfit, senyawa yang bertujuan untuk mengawetkan makanan dan menghilangkan bakteri.

Orang yang sensitif terhadap sulfit dapat merasakan beberapa reaksi, seperti sakit perut, gas, kembung, dan diare.

2. Serangan asma

Sama seperti bahan pangan lain, buah kurma dapat menyebabkan alergi pada orang-orang tertentu.

Dikutip dari laman Stylecraze, alergi terhadap kurma berpotensi memicu serangan asma yang membuat pengidapnya kesulitan bernapas.

Tak hanya itu, kandungan sulfit pada kurma kering juga dapat menyebabkan sesak napas pada penderita asma.

3. Berat badan naik

Mengandung banyak serat bukan jaminan kurma dapat mencegah kenaikan berat badan. Pasalnya, kurma tergolong buah dengan kepadatan energi tinggi.

Dikutip dari MedicineNet, kurma terdiri dari kalori, karbohidrat, dan serat dalam jumlah melimpah. Selain menambah energi secara instan, mengonsumsi buah ini terlalu banyak juga dapat menaikkan berat badan.

Bukan hanya itu, manisnya kurma juga berasal dari fruktosa. Beberapa orang dapat kesulitan mencerna fruktosa, sehingga gula ini melewati sistem pencernaan secara keseluruhan.

Imbasnya, tumpukan fruktosa yang tak tercerna mulai beraksi dengan bakteri alami pada usus, sehingga memicu gas dan sakit perut.

4. Hiperkalemia

Efek samping kurma selanjutnya adalah potensi hiperkalemia, suatu kondisi saat kadar kalium dalam darah terlalu tinggi.

Kurma merupakan sumber kalium, mineral penting untuk mengontrol detak jantung, tekanan darah, dan menunjang kinerja saraf.

Meski tampak baik, kelebihan kadar kalium dalam darah dapat membawa beberapa masalah kesehatan serius.

Salah satu masalah kesehatan tersebut yakni aritmia atau gangguan irama jantung yang berisiko membahayakan nyawa.

5. Potensi gula darah naik

Lantaran rasa yang manis, mengonsumsi kurma dalam jumlah berlebihan dapat memengaruhi kadar gula darah menjadi tidak normal.

Namun demikian, belum ada penelitian kuat yang mendukung hal ini. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan kurma justru dapat menurunkan kadar gula darah.

Manfaat kurma untuk kadar gula darah ini kemungkinan karena indeks glikemiknya yang rendah.

Indeks glikemik atau GI merupakan indikator seberapa cepat makanan berkarbohidrat memengaruhi kenaikan gula darah dalam tubuh.

Makanan yang tinggi indeks glikemik cenderung meningkatkan gula darah. Sebaliknya, makanan rendah indeks glikemik akan menghasilkan gula darah stabil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang