Apakah Timor Leste Dulunya Termasuk Indonesia? Ini Sejarah Lengkapnya hingga Merdeka

Timor Leste, Timor Timur, sejarah timor leste, timor timur di Indonesia, timor timur lepas dari indonesia, kemerdekaan timor leste, kemerdekaan timor leste dari indonesia, kemerdekaan timor leste tahun berapa, jajahan Portugal, invasi Indonesia, invasi indonesia ke timor leste, referendum Timor Timur, Republik Demokratik Timor Leste, Apakah Timor Leste Dulunya Termasuk Indonesia? Ini Sejarah Lengkapnya hingga Merdeka, Masa Awal: Pengaruh Kesultanan Ternate, Portugal Datang ke Timor (1515), Perebutan Pulau Timor oleh Portugal dan Belanda, Masa Pendudukan Jepang (1942–1945), Revolusi Bunga dan Awal Perubahan di Timor Portugal, Proklamasi Kemerdekaan Timor Leste oleh Fretilin (1975), Invasi Indonesia dan Integrasi Timor Timur (1975–1999), Referendum dan Jalan Menuju Kemerdekaan (1999–2002), Setelah Merdeka, Pernah Menjadi Bagian dari Indonesia, Kini Negara Merdeka

Timor Leste atau Timor Lorosa’e adalah negara yang terletak di bagian timur Pulau Timor. Nama “Timor” berasal dari bahasa Melayu yang berarti timur, sementara “Leste” diambil dari bahasa Tetun yang juga bermakna timur.

Dikutip dari buku Seri Negara ASEAN: Timor Leste, secara harfiah, “Timor Leste” berarti “Timur dari Pulau Timor” yang menandakan letak geografisnya di bagian paling timur kepulauan Nusa Tenggara.

Wilayah Timor Leste meliputi bagian timur Pulau Timor, eksklave Oecusse di bagian barat laut (yang terpisah di dalam wilayah Indonesia), serta dua pulau kecil yaitu Pulau Atauro dan Pulau Jaco.

Negara ini berbatasan darat dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan berbatasan laut dengan Laut Timor, Laut Sawu, dan Laut Banda.

Masa Awal: Pengaruh Kesultanan Ternate

Sebelum masuknya bangsa Eropa, Pulau Timor telah dihuni oleh berbagai kerajaan kecil yang menjalin hubungan politik dan ekonomi dengan Kesultanan Ternate.

Berdasarkan catatan sejarah, pada masa pemerintahan Sultan Baab Mashur Malamo (1257–1277), wilayah kekuasaan Ternate meluas hingga mencakup Pulau Mindanao (Filipina), Manggarai (Flores), hingga Pulau Timor.

Beberapa kerajaan lokal di Pulau Timor pada masa itu menjadi sekutu Ternate. Namun, hubungan ini perlahan memudar ketika kekuatan kolonial Eropa mulai datang dan menanamkan pengaruhnya di kawasan timur Nusantara.

Portugal Datang ke Timor (1515)

Timor Leste, Timor Timur, sejarah timor leste, timor timur di Indonesia, timor timur lepas dari indonesia, kemerdekaan timor leste, kemerdekaan timor leste dari indonesia, kemerdekaan timor leste tahun berapa, jajahan Portugal, invasi Indonesia, invasi indonesia ke timor leste, referendum Timor Timur, Republik Demokratik Timor Leste, Apakah Timor Leste Dulunya Termasuk Indonesia? Ini Sejarah Lengkapnya hingga Merdeka, Masa Awal: Pengaruh Kesultanan Ternate, Portugal Datang ke Timor (1515), Perebutan Pulau Timor oleh Portugal dan Belanda, Masa Pendudukan Jepang (1942–1945), Revolusi Bunga dan Awal Perubahan di Timor Portugal, Proklamasi Kemerdekaan Timor Leste oleh Fretilin (1975), Invasi Indonesia dan Integrasi Timor Timur (1975–1999), Referendum dan Jalan Menuju Kemerdekaan (1999–2002), Setelah Merdeka, Pernah Menjadi Bagian dari Indonesia, Kini Negara Merdeka

Ribuan warga Kota Dili antre dalam pelaksanaan penentuan pendapat di Timor Timur, 30 Agustus 1999. Antusiasme yang sangat tinggi begitu terlihat dalam pelaksanaan penentuan di Timor Timur.

Bangsa Portugal menjadi pihak pertama dari Eropa yang berlabuh di Pulau Timor pada tahun 1515, tepatnya di wilayah Oecusse. Kedatangan mereka menandai awal mula kolonialisme di pulau itu.

Tak lama setelah kedatangan Portugal, terjadi pertempuran dengan Kesultanan Ternate yang saat itu masih memiliki pengaruh di wilayah tersebut.

Pada 1522, pasukan Portugal berhasil dipukul mundur oleh armada Ternate. Namun, setelah kekalahan itu, Portugal bergerak ke bagian timur Pulau Timor dan menduduki wilayah yang mereka anggap tak bertuan.

Bangsa Portugal kemudian menyatakan wilayah timur Pulau Timor sebagai daerah kekuasaan mereka. Ketika Kesultanan Ternate di bawah Sultan Baabullah sedang disibukkan oleh invasi Belanda, wilayah Timor pun terabaikan dan secara efektif jatuh ke tangan Portugal.

Perebutan Pulau Timor oleh Portugal dan Belanda

Pada masa selanjutnya, Pulau Timor menjadi arena perebutan antara Portugal dan Belanda. Keduanya akhirnya membuat kesepakatan untuk membagi Pulau Timor menjadi dua:

  • Timor bagian timur dikuasai oleh Portugal,
  • Timor bagian barat dikuasai oleh Belanda.

Sejak itu, wilayah timur dikenal dengan nama Timor Portugal, sementara wilayah barat kemudian menjadi bagian dari Hindia Belanda, yang kini termasuk dalam wilayah Indonesia.

Di bawah kekuasaan kolonial Portugal, Timor Portugal tidak banyak mengalami pembangunan. Pemerintah kolonial hanya berfokus pada eksploitasi sumber daya alam, terutama kayu cendana putih yang bernilai tinggi di pasar Eropa.

Eksploitasi berlebihan menyebabkan cendana hampir punah. Selain itu, rakyat Timor dipaksa menanam kopi untuk kebutuhan ekspor.

Kesejahteraan masyarakat lokal diabaikan. Infrastruktur tidak berkembang, dan beban pajak yang berat semakin memperburuk kondisi rakyat.

Ketika ekonomi Portugal menurun pada abad ke-19, tekanan terhadap koloni semakin meningkat akibat pungutan pajak yang tinggi.

Masa Pendudukan Jepang (1942–1945)

Timor Leste, Timor Timur, sejarah timor leste, timor timur di Indonesia, timor timur lepas dari indonesia, kemerdekaan timor leste, kemerdekaan timor leste dari indonesia, kemerdekaan timor leste tahun berapa, jajahan Portugal, invasi Indonesia, invasi indonesia ke timor leste, referendum Timor Timur, Republik Demokratik Timor Leste, Apakah Timor Leste Dulunya Termasuk Indonesia? Ini Sejarah Lengkapnya hingga Merdeka, Masa Awal: Pengaruh Kesultanan Ternate, Portugal Datang ke Timor (1515), Perebutan Pulau Timor oleh Portugal dan Belanda, Masa Pendudukan Jepang (1942–1945), Revolusi Bunga dan Awal Perubahan di Timor Portugal, Proklamasi Kemerdekaan Timor Leste oleh Fretilin (1975), Invasi Indonesia dan Integrasi Timor Timur (1975–1999), Referendum dan Jalan Menuju Kemerdekaan (1999–2002), Setelah Merdeka, Pernah Menjadi Bagian dari Indonesia, Kini Negara Merdeka

Penentuan pendapat di Timor Timur, 30 Agustus 1999, menghasilkan opsi Timor Timur merdeka. Menyusul opsi ini di Timor Timur terjadi kerusuhan hebat.

Ketika Perang Dunia II pecah, kekuatan Eropa di Asia Tenggara tumbang satu per satu. Jepang datang dengan slogan “membebaskan Asia dari penjajahan Barat”, namun kenyataannya justru menggantikan kekuasaan kolonial lama dengan penindasan baru.

Pada tahun 1942, Jepang menduduki seluruh wilayah Timor, termasuk Timor Portugal. Tentara Portugal dan rakyat lokal sempat melakukan perlawanan gerilya, namun kalah dan terusir.

Jepang memerintah hingga 1945, sebelum menyerah kepada Sekutu setelah pemboman Hiroshima dan Nagasaki. Seusai kekalahan Jepang, Portugal kembali mengambil alih kekuasaan di Timor.

Revolusi Bunga dan Awal Perubahan di Timor Portugal

Masih dari buku yang sama, pada 25 April 1974, Portugal mengalami kudeta militer yang dikenal dengan sebutan Revolusi Bunga (Carnation Revolution).

Kudeta yang dipimpin oleh Jenderal de Spinola ini berlangsung tanpa kekerasan, di mana para tentara meletakkan bunga anyelir di ujung senjata mereka sebagai simbol perdamaian.

Revolusi ini menumbangkan pemerintahan diktator Dr. Antonio de Oliveira Salazar, dan membawa Portugal ke era demokrasi.

Dampaknya sangat besar terhadap koloni Portugal, termasuk Timor. Pemerintah baru Portugal kemudian mengeluarkan kebijakan untuk memberi hak menentukan nasib sendiri bagi koloni-koloninya, termasuk Timor Portugal.

Proklamasi Kemerdekaan Timor Leste oleh Fretilin (1975)

Timor Leste, Timor Timur, sejarah timor leste, timor timur di Indonesia, timor timur lepas dari indonesia, kemerdekaan timor leste, kemerdekaan timor leste dari indonesia, kemerdekaan timor leste tahun berapa, jajahan Portugal, invasi Indonesia, invasi indonesia ke timor leste, referendum Timor Timur, Republik Demokratik Timor Leste, Apakah Timor Leste Dulunya Termasuk Indonesia? Ini Sejarah Lengkapnya hingga Merdeka, Masa Awal: Pengaruh Kesultanan Ternate, Portugal Datang ke Timor (1515), Perebutan Pulau Timor oleh Portugal dan Belanda, Masa Pendudukan Jepang (1942–1945), Revolusi Bunga dan Awal Perubahan di Timor Portugal, Proklamasi Kemerdekaan Timor Leste oleh Fretilin (1975), Invasi Indonesia dan Integrasi Timor Timur (1975–1999), Referendum dan Jalan Menuju Kemerdekaan (1999–2002), Setelah Merdeka, Pernah Menjadi Bagian dari Indonesia, Kini Negara Merdeka

Para pendukung Partai Fretilin meneriakkan slogan-slogan saat rapat umum partai di Tasi Tolu. Timor Leste, dalam pemilihan parlemen, 16 Mei 2023.

Setelah Revolusi Bunga, kekuasaan Portugal di Timor menjadi lemah. Terjadi kekacauan politik dan konflik antarpartai di dalam negeri Timor.

Beberapa partai terbentuk dengan pandangan politik berbeda.

Di antara partai-partai tersebut, Fretilin (Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente) muncul sebagai kekuatan terbesar dan paling vokal dalam menuntut kemerdekaan penuh dari Portugal.

Ketika Gubernur Portugal di Dili, Mário Lemos Pires, menarik tentaranya ke Pulau Atauro karena situasi yang tidak terkendali, Fretilin mengambil alih kekuasaan.

Pada 28 November 1975, Fretilin memproklamasikan kemerdekaan dan membentuk Republik Demokratik Timor Leste.

Francisco Xavier do Amaral diangkat sebagai Presiden pertama, sementara Nicolau dos Reis Lobato menjabat sebagai Perdana Menteri.

Namun, tiga partai lain yakni Apodeti, Klibur Oan Timor Asuwain (KOTA), dan Uni Demokrasi Timor (UDT), justru menolak kemerdekaan dan menyatakan dukungan untuk bergabung dengan Indonesia melalui Deklarasi Balibo pada 30 November 1975.

Deklarasi ini ditandatangani oleh Xavier Lopez da Cruz mewakili kelompok pro-integrasi.

Invasi Indonesia dan Integrasi Timor Timur (1975–1999)

Kondisi politik yang tidak stabil dan kekhawatiran akan munculnya paham komunis di Timor Timur mendorong Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Soeharto melakukan intervensi militer.

Pada 7 Desember 1975, pasukan Indonesia melancarkan Operasi Seroja, mendarat di Dili, dan berhasil menggulingkan pemerintahan Fretilin. Dalam waktu singkat, Indonesia menguasai seluruh wilayah Timor Timur.

Pada tahun 1976, melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1976, Timor Timur resmi menjadi provinsi ke-27 Republik Indonesia. Pemerintah Indonesia mengangkat Arnaldo dos Reis Araujo sebagai Gubernur pertama dan Francisco Xavier Lopes da Cruz sebagai wakil gubernur.

Meski demikian, integrasi ini tidak diakui oleh PBB dan sebagian besar negara di dunia. Hanya Australia dan Amerika Serikat yang secara terbuka memberikan dukungan kepada Indonesia.

Australia berpendapat bahwa Timor Timur akan kesulitan bertahan sebagai negara independen.

Presiden Soeharto menggambarkan penyatuan ini sebagai “kembalinya anak yang hilang ke pangkuan Ibu Pertiwi.”

Selama 24 tahun (1975–1999), Timor Timur menjadi bagian dari Indonesia dan tercatat sebagai provinsi termuda dalam sejarah Republik.

Referendum dan Jalan Menuju Kemerdekaan (1999–2002)

Timor Leste, Timor Timur, sejarah timor leste, timor timur di Indonesia, timor timur lepas dari indonesia, kemerdekaan timor leste, kemerdekaan timor leste dari indonesia, kemerdekaan timor leste tahun berapa, jajahan Portugal, invasi Indonesia, invasi indonesia ke timor leste, referendum Timor Timur, Republik Demokratik Timor Leste, Apakah Timor Leste Dulunya Termasuk Indonesia? Ini Sejarah Lengkapnya hingga Merdeka, Masa Awal: Pengaruh Kesultanan Ternate, Portugal Datang ke Timor (1515), Perebutan Pulau Timor oleh Portugal dan Belanda, Masa Pendudukan Jepang (1942–1945), Revolusi Bunga dan Awal Perubahan di Timor Portugal, Proklamasi Kemerdekaan Timor Leste oleh Fretilin (1975), Invasi Indonesia dan Integrasi Timor Timur (1975–1999), Referendum dan Jalan Menuju Kemerdekaan (1999–2002), Setelah Merdeka, Pernah Menjadi Bagian dari Indonesia, Kini Negara Merdeka

Ilustrasi Timor Leste - Penjara Ai Pelo di Liquica.

Perubahan besar terjadi setelah Soeharto mundur pada 21 Mei 1998. Presiden B.J. Habibie membuka peluang bagi rakyat Timor Timur untuk menentukan masa depannya melalui referendum. Pemerintah Indonesia menawarkan otonomi khusus yang sangat luas.

Kesepakatan antara Indonesia dan Portugal difasilitasi oleh PBB dalam pertemuan di New York pada 5 Mei 1999, yang dikenal sebagai New York Agreement.

PBB kemudian membentuk lembaga pengawas pemilu bernama UNAMET (United Nations Mission in East Timor) untuk mengawasi pelaksanaan referendum pada 30 Agustus 1999.

Hasilnya, 78,5 persen rakyat Timor Timur menolak otonomi khusus dan memilih merdeka dari Indonesia.

Setelah itu, Indonesia menyerahkan wilayah Timor Timur kepada UNTAET (United Nations Transitional Administration in East Timor) sebagai pemerintahan sipil transisi.

Pada 30 Agustus 2001, rakyat Timor Timur menggelar pemilihan umum pertama untuk memilih anggota parlemen. Puncaknya, pada 20 Mei 2002, Timor Leste resmi memproklamasikan kemerdekaannya dan menetapkan Konstitusi Republik Demokratik Timor Leste.

Xanana Gusmão dilantik sebagai Presiden pertama, dan pada 27 September 2002, Timor Leste diterima secara resmi sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Setelah Merdeka

Pasca kemerdekaan, Timor Leste mengganti hampir seluruh simbol yang berhubungan dengan Indonesia. Bahasa resmi negara ini adalah bahasa Portugal, sementara Dolar Amerika Serikat (USD) dijadikan mata uang resmi.

Banyak kebutuhan pokok diimpor dari Australia, mengingat kedekatan geografis dan hubungan ekonomi kedua negara.

Ibu kota Timor Leste adalah Dili, yang telah menjadi pusat pemerintahan sejak masa kolonial Portugal. Berdasarkan sensus 2010, jumlah penduduk Dili mencapai 193.563 jiwa, menjadikannya kota terbesar sekaligus pusat politik, ekonomi, dan pendidikan di negara itu.

Pernah Menjadi Bagian dari Indonesia, Kini Negara Merdeka

Secara historis, Timor Leste memang pernah menjadi bagian dari Indonesia selama lebih dari dua dekade (1976–1999). Namun, secara hukum internasional, status tersebut tidak pernah diakui oleh PBB.

Melalui referendum yang diawasi PBB, mayoritas rakyat Timor Timur memilih untuk berpisah dari Indonesia dan membentuk negara sendiri.

Sejak 20 Mei 2002, Timor Leste berdiri sebagai Republik Demokratik Timor Leste, negara berdaulat di Asia Tenggara yang kini menjadi bagian dari komunitas ASEAN dan anggota penuh PBB.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.