PT Vale Indonesia Konsisten Terapkan Praktik ESG dalam Industri Nikel Morowali

Vale Indonesia.
Vale Indonesia.

Emiten tambang PT Vale Indonesia Tbk (INCO), menegaskan komitmen untuk menyeimbangkan keseimbangan antara kinerja ekonomi, tanggung jawab sosial, dan perlindungan lingkungan, utamanya di kawasan wilayah operasionalnya seperti di Morowali, Sulawesi Tengah.

Director & Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah mengatakan, implementasi konkret dari komitmen itu tercermin melalui revitalisasi Puskesmas Bahomotefe. Fasilitas kesehatan yang dibangun pada 2010 ini sebelumnya mengalami degradasi kualitas dari atap bocor, instalasi listrik seadanya, hingga sanitasi yang tidak memenuhi standar.

"Pada 2022, PT Vale melakukan renovasi menyeluruh yang rampung dalam setahun, mencakup perbaikan gedung, pembangunan pagar, penambahan fasilitas, serta hibah dua unit ambulans," kata Budiawansyah dalam keterangannya, Kamis, 23 Oktober 2025.

Puskesmas Bahomotefe, Bungku Timur, Morowali, Sulawesi Tengah

Selain infrastruktur, penguatan sumber daya manusia juga menjadi prioritas. Sebanyak 40 tenaga kesehatan mendapat pelatihan bersama trainer nasional, Dinas Kesehatan, dan Pemda Morowali. Layanan kesehatan ibu-anak, kesehatan lingkungan, hingga pelayanan medis umum, kini berjalan dengan standar yang lebih baik.

Program ini terintegrasi dalam Health Improvement Program yang menjadi bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali. Proyek nikel terintegrasi senilai US$2 miliar ini meliputi penambangan di Bahodopi dan Bungku Timur, serta pembangunan fasilitas pengolahan berteknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) di Sambalagi.

"Hingga pertengahan 2025, konstruksi mencapai 95 persen dan ditargetkan beroperasi penuh pada akhir tahun," ujarnya.

Manajemen PT Vale menegaskan bahwa aspek sosial dan kesehatan ditempatkan sebagai prioritas sejak awal. Melalui IGP Morowali, Vale menempatkan kesehatan masyarakat sebagai salah satu pilar utama.

"Investasi ini tidak boleh hanya menghasilkan nikel, tapi juga kualitas hidup yang lebih baik bagi warga," kata Budiawansyah.

Hasil program terlihat dari survei 2024, yang mencatat 43,21 persen pasien menyatakan pelayanan lebih nyaman, 19,75 persen merasakan peningkatan rasa aman, serta mayoritas warga menghemat biaya dan waktu untuk berobat. Pada tahun yang sama, Puskesmas Bahomotefe meraih Akreditasi Paripurna, status tertinggi untuk puskesmas di Indonesia. Evaluasi dampak menggunakan metode Social Return on Investment (SROI) menunjukkan rasio 1:1,40, artinya setiap satu rupiah investasi menghasilkan manfaat sosial Rp 1,40.

Selain perbaikan fasilitas, program kesehatan diperluas melalui Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di 13 desa binaan. Kegiatan meliputi senam rutin, pemeriksaan kesehatan, kampanye gizi seimbang, hingga edukasi anti-NAPZA di sekolah. Posyandu desa diperkuat dan tenaga kesehatan didampingi untuk meningkatkan kualitas layanan. Perubahan perilaku hidup bersih dan sehat mulai tampak, seperti kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan diri, hingga pemenuhan gizi keluarga.

"Upaya kesehatan ini berjalan seiring dengan program lingkungan dan pemberdayaan. PT Vale melaksanakan edukasi pengelolaan sampah 3R bagi siswa sekolah dasar, melakukan pemantauan kualitas lingkungan dengan laboratorium independen, serta mengembangkan nursery reklamasi dengan bibit lokal," ujarnya.