Ternyata Bukan Teknik Pemain, Alex Pastoor Bongkar Kekurangan Sepakbola Indonesia

Mantan Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor
Mantan Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor

 Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, menilai kemampuan pemain Indonesia sebenarnya cukup menjanjikan. Namun, menurutnya, masalah terbesar justru terletak pada kualitas kompetisi domestik yang belum tertata rapi.

Meski hanya sembilan bulan menjadi bagian dari jajaran pelatih Timnas Indonesia, Pastoor mengaku terkesan dengan kemampuan teknis para pemain Tanah Air. Ia ikut menjadi korban pemutusan kerja sama PSSI dengan “gerbong Belanda” usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 pada 16 Oktober 2025.

Berbicara dalam program Rondo di Ziggo Sport, pelatih berusia 58 tahun itu tak ragu memuji para penggawa Garuda.

“Kami melihat sendiri, para pemain Indonesia itu punya teknik bagus. Bahkan di lapangan yang tidak rata pun mereka masih bisa bermain dengan sentuhan bagus," kata Pastoor.

Pastoor juga menyinggung pengalaman rekannya, Denny Landzaat, yang sempat menyaksikan langsung pemain-pemain lokal di Maluku.

“Denny bahkan ke Maluku dan melihat para pemain tampil di lapangan dengan kondisi buruk, tapi kemampuan teknisnya tetap mengesankan,” tambahnya.

Namun, di balik potensi besar itu, Pastoor menilai ada satu hal yang masih jadi pekerjaan rumah besar. “Masalahnya adalah belum ada kompetisi yang benar-benar terorganisir dengan rapi,” tegasnya.

Kemunculan Alex Pastoor di Ziggo Sport ini menjadi pertama kalinya ia berbicara di depan publik usai diberhentikan dari posisinya di Timnas Indonesia. Dalam kesempatan itu, ia juga membeberkan tiga proyek besar yang sempat disusun bersama Patrick Kluivert sebelum semuanya buyar.

“Sejauh yang saya pahami, kesepakatan itu ada tiga poin. Pertama, akan luar biasa jika bisa mencapai Piala Dunia — tapi dengan peringkat ke-119 dunia, itu tidak mudah," kata Pastoor.

“Kedua, Gerald Vanenburg dan Frank van Kempen berencana merekrut pemain lokal ke tim U-23 dan U-20 Ketiga, menarik lebih banyak pemain kompetitif di negara dengan 280 juta penduduk untuk jangka panjang," sambungnya.

Pastoor juga menyebut bahwa Jordi Cruyff ditunjuk sebagai penasihat dan Alexander Zwiers sebagai direktur teknik. Namun kini, semuanya sudah berakhir. “Sekarang semua orang telah dipecat,” katanya.

Menariknya, Pastoor memberi sinyal akan tetap bekerja sama dengan Patrick Kluivert dalam proyek baru usai meninggalkan Indonesia.

“Saya berbicara dengan agen Patrick siang ini. Mereka pasti sedang merencanakan sesuatu. Selalu ada kemungkinan kami akan tetap bersama," sambungnya.