Top 17+ Jenis Jamu Tradisional Indonesia yang Terkenal dan Manfaatnya bagi Tubuh

jamu tradisional, minum jamu, manfaat jamu, ramuan herbal, jenis jamur di indonesia, jamu tradisional adalah, jenis jamu gendong, jamu, minuman sehat, jenis jamu, Rempah Nusantara, jamu tradisional segar, 17 Jenis Jamu Tradisional Indonesia yang Terkenal dan Manfaatnya bagi Tubuh, 1. Kunyit Asam, 2. Beras Kencur, 3. Temulawak, 4. Paitan, 5. Kunci Sirih, 6. Kudu Laos, 7. Uyup-uyup, 8. Sinom, 9. Galian Singset, 10. Cabai Puyang, 11. Brotowali, 12. Wedang Jahe, 13. Daun Jelatang, 14. Endak-endak Cacing, 15. Pilis, 16. Lempuyang, 17. Galian Parem

Sejak berabad-abad lalu, jamu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Ramuan herbal tradisional ini diracik dari aneka rempah, akar, daun, hingga kulit batang tumbuhan yang tumbuh subur di Nusantara.

Bukan hanya sekadar minuman, jamu diyakini sebagai warisan budaya sekaligus simbol kearifan lokal dalam menjaga kesehatan tubuh secara alami.

Dalam buku Ensiklopedia Jamu di Indonesia, disebutkan bahwa nenek moyang kita telah mengenal berbagai jenis jamu dengan khasiat berbeda, mulai dari menyegarkan tubuh hingga mengatasi penyakit.

Berikut ini 17 jenis jamu tradisional yang populer di Indonesia beserta manfaatnya.

1. Kunyit Asam

Jamu kunyit asam menjadi salah satu ramuan paling populer di kalangan masyarakat. Terbuat dari campuran kunyit, asam jawa, dan gula aren, jamu ini dikenal memiliki rasa segar dengan sentuhan asam manis.

Kandungan kurkumin pada kunyit bersifat antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker, sementara antosianin dalam asam berfungsi sebagai analgesik alami yang membantu melancarkan haid.

Cara membuatnya cukup mudah: haluskan kunyit, rebus bersama asam jawa, gula aren, dan air, lalu saring sebelum disajikan hangat atau dingin.

2. Beras Kencur

Siapa yang tak kenal beras kencur? Jamu yang akrab dijajakan para penjual jamu gendong ini memiliki cita rasa manis dan menyegarkan.

Racikan beras, kencur, jahe, asam jawa, dan gula merah ini dipercaya dapat menghilangkan pegal-pegal, menambah nafsu makan, meningkatkan stamina, serta membantu mengontrol berat badan.

Untuk membuatnya, bahan-bahan direbus hingga mendidih, disaring, lalu diminum hangat atau dingin.

3. Temulawak

jamu tradisional, minum jamu, manfaat jamu, ramuan herbal, jenis jamur di indonesia, jamu tradisional adalah, jenis jamu gendong, jamu, minuman sehat, jenis jamu, Rempah Nusantara, jamu tradisional segar, 17 Jenis Jamu Tradisional Indonesia yang Terkenal dan Manfaatnya bagi Tubuh, 1. Kunyit Asam, 2. Beras Kencur, 3. Temulawak, 4. Paitan, 5. Kunci Sirih, 6. Kudu Laos, 7. Uyup-uyup, 8. Sinom, 9. Galian Singset, 10. Cabai Puyang, 11. Brotowali, 12. Wedang Jahe, 13. Daun Jelatang, 14. Endak-endak Cacing, 15. Pilis, 16. Lempuyang, 17. Galian Parem

Ilustrasi minuman temulawak

Kerabat dekat kunyit ini dikenal ampuh meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbaiki fungsi pencernaan.

Bahan jamu temulawak meliputi rimpang temulawak, asam jawa, gula aren, daun pandan, dan jinten. Ramuan ini sering diberikan pada anak-anak untuk menambah nafsu makan.

Kandungan antioksidan di dalamnya juga membantu mengurangi gangguan lambung dan melawan peradangan.

4. Paitan

Sesuai namanya, jamu paitan memiliki rasa pahit yang khas. Terbuat dari daun sambiloto, jamu ini kadang dicampur rebusan brotowali untuk memperkuat khasiatnya.

Meski rasanya getir, manfaatnya luar biasa: menambah nafsu makan, menurunkan kadar gula darah, meredakan pegal-pegal, hingga mengatasi alergi dan penyakit kulit.

5. Kunci Sirih

Jamu kunci sirih merupakan minuman herbal yang banyak dikonsumsi perempuan.

Campuran rimpang kunci, daun sirih, kunyit, dan asam jawa dipercaya dapat mengurangi nyeri haid, mengatasi keputihan, serta menghilangkan bau tak sedap pada area kewanitaan.

Selain itu, kunci sirih juga mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan reproduksi wanita.

6. Kudu Laos

Meski belum sepopuler jamu lainnya, kudu laos atau campuran mengkudu dan lengkuas menyimpan banyak khasiat.

Ramuan ini ditambah jahe merah, kencur, kapulaga, ketumbar, dan gula merah. Khasiatnya antara lain menghangatkan tubuh, meredakan kram menstruasi, serta membantu kesuburan pria dan kesehatan otak.

7. Uyup-uyup

Jamu uyup-uyup dikenal juga sebagai jamu gepyokan, sering dikonsumsi ibu menyusui karena dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI.

Racikannya meliputi kencur, kunyit, beluntas, kunci, jahe, bengle, laos, temulawak, dan daun simbukan.

Selain membantu laktasi, jamu ini juga menjaga kekebalan tubuh dan memperbaiki sistem imun.

8. Sinom

jamu tradisional, minum jamu, manfaat jamu, ramuan herbal, jenis jamur di indonesia, jamu tradisional adalah, jenis jamu gendong, jamu, minuman sehat, jenis jamu, Rempah Nusantara, jamu tradisional segar, 17 Jenis Jamu Tradisional Indonesia yang Terkenal dan Manfaatnya bagi Tubuh, 1. Kunyit Asam, 2. Beras Kencur, 3. Temulawak, 4. Paitan, 5. Kunci Sirih, 6. Kudu Laos, 7. Uyup-uyup, 8. Sinom, 9. Galian Singset, 10. Cabai Puyang, 11. Brotowali, 12. Wedang Jahe, 13. Daun Jelatang, 14. Endak-endak Cacing, 15. Pilis, 16. Lempuyang, 17. Galian Parem

Ilustrasi es sinom.

Mirip kunyit asam, jamu sinom dibuat dari daun asam muda, kunyit, temulawak, kapulaga, kayu manis, dan gula merah.

Sinom dikenal memiliki rasa manis dan segar, serta bermanfaat untuk mencerahkan kulit, mengatasi peradangan lambung, menurunkan tekanan darah, dan memperbaiki kesuburan wanita.

Namun, disarankan tidak dikonsumsi berlebihan oleh ibu hamil.

9. Galian Singset

Jamu galian singset populer di kalangan wanita muda karena dipercaya dapat menjaga bentuk tubuh dan membuat kulit lebih wangi.

Bahan dasarnya antara lain daun jati belanda, asam jawa, kayu manis, dan cengkeh.

Kandungan flavonoid, steroid, dan tanin di dalamnya berfungsi sebagai antiobesitas alami yang membantu menjaga berat badan.

10. Cabai Puyang

Ramuan cabai puyang terbuat dari campuran cabai jawa dan lempuyang.

Meski tidak terlalu pedas, jamu ini memberikan sensasi hangat di tubuh. Khasiatnya antara lain mengurangi pegal-pegal, mengatasi kesemutan, dan meredakan nyeri otot.

Karena manfaatnya itu, cabai puyang banyak diminati oleh kalangan pria dewasa.

11. Brotowali

Dikenal dengan rasanya yang pahit, brotowali memiliki segudang manfaat. Tanaman dengan nama latin Tinospora crispa ini mengandung alkaloid berberin yang mampu membunuh bakteri dan menurunkan kadar gula darah.

Air rebusan batang brotowali sering digunakan untuk mengobati diabetes dan membersihkan luka.

Namun, penggunaan berlebihan dapat menyebabkan gangguan hati dan ginjal, sehingga disarankan tidak dikonsumsi dalam dosis tinggi.

12. Wedang Jahe

jamu tradisional, minum jamu, manfaat jamu, ramuan herbal, jenis jamur di indonesia, jamu tradisional adalah, jenis jamu gendong, jamu, minuman sehat, jenis jamu, Rempah Nusantara, jamu tradisional segar, 17 Jenis Jamu Tradisional Indonesia yang Terkenal dan Manfaatnya bagi Tubuh, 1. Kunyit Asam, 2. Beras Kencur, 3. Temulawak, 4. Paitan, 5. Kunci Sirih, 6. Kudu Laos, 7. Uyup-uyup, 8. Sinom, 9. Galian Singset, 10. Cabai Puyang, 11. Brotowali, 12. Wedang Jahe, 13. Daun Jelatang, 14. Endak-endak Cacing, 15. Pilis, 16. Lempuyang, 17. Galian Parem

Ilustrasi wedang jahe madu.

Jahe sudah lama dikenal sebagai rempah serba guna untuk menjaga daya tahan tubuh.

Kandungan gingerols, shogaols, dan zingerones membuat jamu ini efektif meredakan mual, batuk, serta meningkatkan stamina.

Wedang jahe biasanya disajikan hangat dengan tambahan gula merah atau susu. Namun, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti perut kembung atau iritasi mulut.

13. Daun Jelatang

Meski tak sepopuler rempah lain, daun jelatang memiliki khasiat luar biasa.

Daun ini harus direndam sebelum direbus untuk menghilangkan racunnya. Air rebusan daun jelatang digunakan untuk menghentikan pendarahan, mempercepat penyembuhan luka, dan mengatasi peradangan kulit.

14. Endak-endak Cacing

Meski namanya unik, jamu endak-endak cacing tidak dibuat dari cacing. Ramuan ini digunakan untuk mengatasi cacingan dan menambah nafsu makan.

Bahan utamanya meliputi temulawak, temu ireng, dan daun lenglengan. Setelah direbus, jamu ini biasanya dicampur madu agar rasanya lebih manis.

15. Pilis

Berbeda dari jamu lainnya, pilis bukan untuk diminum, melainkan ditempelkan di dahi ibu yang baru melahirkan.

Ramuan dari jintan hitam, pala, cengkeh, kencur, dan kunyit ini dipercaya meredakan sakit kepala, melancarkan peredaran darah, dan memberikan rasa tenang.

Biasanya pilis digunakan selama 40 hari masa nifas sebagai bagian dari perawatan tradisional ibu melahirkan.

16. Lempuyang

Jamu lempuyang dikenal sebagai ramuan kuno Jawa yang berkhasiat meningkatkan nafsu makan dan menjaga daya tahan tubuh.

Cara membuatnya cukup sederhana: lempuyang diparut lalu direbus dengan air dan gula merah, kemudian disaring sebelum diminum.

Namun, ibu hamil dan anak-anak disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

17. Galian Parem

Terakhir, ada jamu galian parem, ramuan khas Jawa Tengah yang terbuat dari akar parem, temulawak, jahe, kunyit, dan gula aren.

Jamu ini diyakini membantu meningkatkan kekebalan tubuh, meredakan batuk dan pilek, serta memperkuat stamina.

Meski demikian, manfaatnya belum sepenuhnya terbukti secara ilmiah, sehingga sebaiknya dikonsumsi secara bijak.

Warisan Nusantara yang Tak Lekang Waktu

Keberagaman jenis jamu tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan hayati sekaligus kearifan lokal masyarakat Nusantara.

Selain menjaga kesehatan, jamu juga menjadi simbol keseimbangan antara tubuh dan alam.

Namun, para ahli mengingatkan agar penggunaan jamu tetap disesuaikan dengan kondisi tubuh dan tidak berlebihan.

Dengan cara yang tepat, jamu bukan sekadar minuman tradisional, melainkan bagian dari gaya hidup sehat alami yang telah diwariskan turun-temurun oleh leluhur Indonesia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.