Delta Spa Bali Juga Bakal Diperiksa Terkait Kematian Terapis ABG di Pejaten, Alasannya...
Terapis Delta Spa Pejaten berinisial RTA (14) yang tewas, ternyata bekerja di Delta Spa Bali sebelum ke Jakarta. Hal itu dibenarkan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Nicholas Ary Lilipaly.
"Dia kan bekerja awalnya di Delta Bali," kata Nicholas, Senin, 20 Oktober 2025.
Lokasi penemuan mayat perempuan diduga terapis
Untuk itu, pihaknya juga akan memeriksa pihak Delta Spa Bali terkait kematian terapis ABG ini. Kata Nicholas, semua pihak terkait akan mereka panggil. Sebab, polisi tak mau gegabah dalam menetapkan tersangka sebelum seluruh bukti terkumpul kuat.
“Kami berhati-hati. Semua alat bukti harus lengkap supaya tidak salah penerapan pasal,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, polisi mengklaim kalau terapis Delta Spa berinisial RTA (14) yang tewas, menggunakan KTP (kartu tanda penduduk) milik kerabatnya berinisial SA yang berusia 24 tahun, demi bisa diterima bekerja sebagai terapis di spa tersebut.
"KTP yang digunakan oleh korban untuk mendaftar pekerjaan adalah KTP kerabat dari korban (masih keluarga," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Polisi Citra Ayu, Minggu, 19 Oktober 2025.
Untuk diketahui, RTA ditemukan tak bernyawa di lahan kosong belakang gedung Tiki di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Penemuannya Kamis, 2 Oktober 2025, sekira pukul 05.00 WIB.
Soal adanya temuan ini dibenarkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Ardian Satrio Utomo. Saat ditemukan tak bernyawa, RTA memakai pakaian serba abu-abu.
Didekat tubuhnya, terdapat selendang dan dompet berisi dua ponsel, iPhone dan Vivo, yang diduga miliknya. Jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diautopsi. Adapun dari hasil penyelidikan sementara, korban mendapat pekerjaan lewat postingan di aplikasi TikTok.