Industri Asuransi Masih Perlu Sentuhan Personal di Tengah Era Digital

Ilustrasi asuransi.
Ilustrasi asuransi.

 Di tengah era digital yang serba cepat, industri asuransi ditegaskan tetap membutuhkan pendekatan personal. Meski teknologi telah mempermudah transaksi dan klaim, banyak perusahaan sektor itu menyadari pentingnya menjaga kedekatan dengan nasabah secara langsung. 

Pendekatan humanis ini dinilai mampu membangun kepercayaan dan loyalitas, terutama di sektor yang sangat bergantung pada rasa aman dan keandalan layanan.

Langkah tersebut juga terlihat dalam kegiatan yang baru-baru ini digelar oleh PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) di Jakarta. Pertemuan antara pihak perusahaan dan nasabah dihelat dengan tujuan memperkuat hubungan jangka panjang serta memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam. 

Melalui forum tatap muka ini, perusahaan berupaya memperkuat sinergi dan membangun komunikasi dua arah yang konstruktif. Acara bertema SECURE (Strengthening Enterprise & Cargo through Unified Relationships & Engagement with) ini berlangsung di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, belum lama ini. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para pelaku usaha pengiriman barang (cargo) dan nasabah pengguna jasa pengiriman yang selama ini menjadi mitra dalam layanan perlindungan asuransi.

"BRI Insurance akan selalu berusaha memberikan pelayanan yang berkualitas dan dapat diandalkan untuk seluruh para nasabahnya,” kata Recky Plangiten, Direktur Bisnis PT BRI Asuransi Indonesia, sebagaimana dikutip dari keterangannya Jumat, 17 Oktober 2025.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar wadah sosialisasi produk, tetapi juga menjadi sarana bagi pihak asuransi untuk mendengarkan langsung aspirasi dan kebutuhan nasabah. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan layanan yang lebih tepat sasaran, cepat, dan sesuai dengan dinamika bisnis pelanggan.

R. Budi Legowo, Direktur Utama PT BRI Asuransi Indonesia, menegaskan bahwa pertemuan semacam ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat kolaborasi jangka panjang dan mendukung pertumbuhan usaha nasabah, khususnya di sektor pengiriman barang. 

Kegiatan ini adalah untuk membangun kedekatan dan kolaborasi jangka panjang dengan nasabah untuk mendukung perkembangan usaha mereka yang membutuhkan perlindungan pengiriman barang. 

“Semoga dengan depannya usaha para nasabah akan semakin lancar, dan tetap menjalin kerjasama untuk meningkatkan perekonomian Indonesia,” katanya. 

Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa di tengah gempuran digitalisasi, sentuhan manusia tetap menjadi elemen penting dalam bisnis asuransi. Kepercayaan tidak dibangun lewat algoritma, melainkan melalui hubungan yang tulus dan komunikasi terbuka.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, PT BRI Asuransi Indonesia menegaskan kesiapannya untuk menjadi mitra yang dapat diandalkan oleh nasabah. Perusahaan menargetkan pelayanan yang cepat, mudah diakses, dan mampu menjawab kebutuhan perlindungan yang semakin kompleks di tengah perubahan ekonomi global. 

“Kami selalu siap menjadi mitra yang dapat diandalkan oleh para nasabahnya, dan sanggup menyediakan perlindungan asuransi yang tepat, mudah dimiliki serta cepat dalam proses pencairan claim," ungkapnya. 

"(Ini) sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan industri asuransi nasional serta mendukung agenda literasi dan inklusi keuangan.”