Industri Asuransi Gencar Tingkatkan SDM, Profesionalisme Tenaga Ahli Jadi Fokus

Ilustrasi kerja akuntan
Ilustrasi kerja akuntan

Industri asuransi saat ini menghadapi dinamika yang semakin kompleks seiring perubahan geopolitik, perkembangan risiko global, dan transformasi digital yang berlangsung cepat. Perubahan tersebut menuntut perusahaan-perusahaan asuransi untuk memiliki sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif terhadap tantangan baru. 

Di tengah kebutuhan tersebut, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus utama berbagai pelaku industri dalam rangka memperkuat tata kelola, meningkatkan keandalan operasional, serta memastikan keberlanjutan bisnis di masa depan.

Berkaitan dengan itu, PT Jasaraharja Putera menegaskan komitmennya terhadap pengembangan kompetensi SDM melalui partisipasi pada Wisuda Gelar Profesi Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) di Jakarta. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan seminar nasional bertema “Geopolitical Shifts and the Future of Insurance Risk Management” yang menyoroti pengaruh dinamika global terhadap industri asuransi dan pentingnya kesiapan tenaga profesional dalam menjawab risiko-risiko baru. 

Acara tersebut menjadi momentum bagi perusahaan-perusahaan asuransi untuk mempertegas kontribusinya dalam memperkuat profesionalisme industri dan meningkatkan kapasitas tenaga ahli.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Jasaraharja Putera mencatatkan kehadiran terbesar dengan total 108 peserta yang mengikuti prosesi wisuda dan meraih gelar profesi AAMAI. Dengan jumlah tersebut, perusahaan menempati peringkat pertama dalam daftar Top 10 perusahaan peserta. 

Wisuda Profesi AAMAI 2025

Wisuda Profesi AAMAI 2025

Pencapaian tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan strategis perusahaan dalam memperkuat kapasitas tenaga ahli bersertifikasi, yang menjadi fondasi penting bagi peningkatan tata kelola risiko dan transformasi industri perasuransian menuju standar yang lebih profesional.

Komitmen perusahaan terhadap peningkatan kualitas SDM ditegaskan oleh Direktur Teknik Merangkap Plt Direktur Keuangan, Umum & SDM PT Jasaraharja Putera, Suhardiman. Ia menyampaikan bahwa penguatan kompetensi merupakan pilar utama dalam mendukung keberlanjutan perusahaan. 

Ia menekankan bahwa tenaga profesional yang memiliki sertifikasi dan kompetensi yang tepat merupakan bagian penting dalam pengembangan industri yang lebih kredibel dan adaptif.

“Kami meyakini bahwa pengembangan SDM berkompetensi dan tersertifikasi merupakan langkah fundamental dalam membangun industri perasuransian yang kredibel dan adaptif," ujarnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Selasa, 9 Desember 2025.

”PT Jasaraharja Putera berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas tenaga profesional agar mampu memberikan layanan terbaik, menjaga kepercayaan publik, dan bersinergi dengan kebijakan regulator serta dinamika industri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tema seminar AAMAI 2025 yang mengangkat isu geopolitik dan risiko global menjadi pengingat pentingnya kesiapan tenaga profesional dalam menghadapi perubahan yang terus terjadi di tingkat internasional. Menurutnya, industri asuransi harus mampu membaca dan merespons perkembangan tersebut agar tetap relevan dan mampu memberikan perlindungan yang efektif kepada masyarakat.

“Industri asuransi harus responsif terhadap transformasi global, termasuk risiko-risiko baru yang muncul. Dengan memperkuat kapasitas tenaga profesional bersertifikasi, kami yakin sektor asuransi mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi dan perlindungan masyarakat,” kata Suhardiman. 

Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya peran SDM dalam menjaga ketahanan industri asuransi, terutama ketika risiko global semakin sulit diprediksi dan memengaruhi berbagai aspek ekonomi. Tenaga profesional yang memahami dinamika internasional, risiko lintas negara, dan perubahan regulasi global menjadi aset penting yang dapat membantu perusahaan mengembangkan strategi mitigasi yang efektif.

AAMAI sebagai penyelenggara turut mengapresiasi partisipasi perusahaan-perusahaan yang secara konsisten mendukung sertifikasi profesi. Asosiasi menilai bahwa penguatan kompetensi SDM merupakan syarat penting untuk meningkatkan daya saing industri asuransi Indonesia, terutama dalam menghadapi kompetisi di tingkat regional dan global.

Kegiatan wisuda ini juga menegaskan pentingnya peran sertifikasi profesi dalam meningkatkan keandalan tenaga ahli yang terlibat langsung dalam perhitungan risiko, penyusunan produk, pengelolaan klaim, hingga implementasi kebijakan internal. Dalam konteks yang lebih luas, peningkatan jumlah tenaga ahli bersertifikasi menjadi faktor pendukung terciptanya industri yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Sertifikasi profesi menjadi bagian dari strategi jangka panjang Jasaraharja Putera untuk memperkuat kualitas SDM di seluruh lini operasional. Dengan memiliki tenaga ahli yang tersertifikasi, perusahaan dapat meningkatkan akurasi analisis risiko, memperluas kemampuan inovasi produk, serta memastikan pelaksanaan tata kelola yang sejalan dengan regulasi industri. 

Selain fokus pada peningkatan SDM, Jasaraharja Putera juga terus mendorong transformasi digital untuk memperkuat akses masyarakat terhadap layanan asuransi. Sebagai bagian dari Holding BUMN Indonesia Financial Group (IFG), perusahaan telah beroperasi selama lebih dari 32 tahun dan memulai kiprahnya sebagai pelopor surety bond serta asuransi liability. 

Melalui pendekatan baru yang berfokus pada digital retail, perusahaan memperkenalkan platform EZurance untuk menyediakan layanan asuransi yang lebih cepat, modern, dan efisien. Platform digital ini menghadirkan proses yang terintegrasi secara end-to-end dan memungkinkan masyarakat mengakses produk asuransi secara lebih mudah.

Transformasi digital tersebut melengkapi upaya perusahaan dalam memperkuat kompetensi SDM, karena teknologi dan keahlian profesional saling berkaitan dalam menghadapi tantangan industri asuransi masa kini. Pengembangan platform digital tidak hanya mencerminkan perubahan model bisnis, tetapi juga mendorong inklusi keuangan sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat layanan asuransi yang lebih luas dan mudah dijangkau.

Melalui partisipasinya, Jasaraharja Putera menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM bukan sekadar program internal, melainkan bagian dari peran lebih luas dalam mendukung ketahanan nasional.