Mungkinkah Orang Tua Durhaka Pada Anak? Begini Penjelasan Ulama

Ilustrasi orang tua dan anak
Ilustrasi orang tua dan anak

 Label atau istilah anak durhaka pada orang tua mungkin sudah akrab di telinga masyarakat tanah air. Namun bagaimana dengan orang tua durhaka pada anaknya? Label orang tua durhaka pada anaknya mungkin terdengar tabu bagi sebagian namun tidak sedikit dari anak yang sakit hati dengan perilaku orang tuanya hingga mereka tak segan melabeli orang tua mereka sebagai orang tua durhaka.

Namun dalam ajaran agama Islam, apakah benar ada orang tua durhaka pada anaknya? Terkait hal ini, pendakwah kenamaan Habib Jafar menjawabnya. Disebut Habib Jafar bahwa ada orang tua yang durhaka pada anaknya. Hal ini seperti kisah seorang anak yang mengadu pada Sina Umar (nama ini merujuk pada sahabat Nabi Muhammad, Umar bin Khattab) tentang orang tuanya yang tidak memberikan hak-haknya.

”Tapi yang sering kayak bukan bagian dari ajaran Islam bahkan bukan bagian dari kebudayaan di Indonesia itu seolah-olah nggak ada ceritanya orang tua durhaka kepada anak. Padahal ada tuh ceritanya anak yang ngadu ke Sina Ummar karena orang tuanya tidak ngasih hak-haknya kepada anak,” jelas Habib Jafar seperti dikutip dari tayangan YouTube Jeda Nulis, Rabu 15 Oktober 2025.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Habib Jaffar bahwa Sina Umar membeberkan orang tua yang durhaka pada ankanya itu adalah orang tua yang tidak memberikan hak anak. Beberapa hak anak tersebut terkait dengan doa, nama, dan pendidikan.

”Maka kata Sina Ummar orang tua yang tidak kasih hak, diantara haknya itu ada tiga hal. Pertama mendapatkan doa yang baik dari orang tuanya, mendapatkan nama yang baik dan mendapatkan pendidikan serta perlakuan yang baik. Nah kalau tidak memberikan hak kepada anak dan menunaikan kewajibannya kepada anak ya orang tuanya durhaka kepada anak,” jelas Habib Jafar.

Habib Jafar juga menyoroti tentang kisah Malin Kundang yang menceritakan anak durhaka pada orang tua.

”Nah itu secara kebudayaan juga harusnya ada cerita kundang malin, jadi bukan hanya Malin Kundang. Kalau Malin Kundang kan anak durhaka kepada orang tua harusnya ada Kundang Malin, cerita orang tua yang durhaka pada anaknya,” jelasnya.

Habib Jafar juga mengingatkan orang tua untuk tidak menggunakan titlenya sebagai orang tua untuk bisa semaunya terhadap anak.

”Orang tua harus proposional kadang orang tua itu menganggap ke orang tuaanya dia itu sebagai previlage bukan sebagai tanggung jawab. (Previlage untuk mengatur anaknya) sesuai kemauannya yang menurut dia baik, padahal menurut dia baik belum tentu baik bagi anaknya. Walaupun baik nih, tapi ketika diterapkan ke anaknya belum tentu baik. Jadi ya sebenarnya harus mikirin juga,” jelas Habib Jafar.