Remaja 16 Tahun Kehilangan Penglihatan Mendadak Lantaran Stres Ujian

Ilustrasi pemeriksaan mata
Ilustrasi pemeriksaan mata

Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke ruang gawat darurat dengan keluhan yang mengkhawatirkan yakni kehilangan penglihatan secara mendadak di kedua matanya. Para dokter dibuat bingung oleh kasus ini hingga akhirnya dilakukan pemeriksaan menyeluruh, yang justru mengungkap penyebab tak terduga yakni stres ujian.

Dokter spesialis mata dan ahli bedah vitreoretina yang berbasis di India, Dr. Ashish Markan menjelaskan penyebab di balik hilangnya penglihatan secara tiba-tiba ini.  Melansir laman Times of India, Senin 13 Oktober 2025, Dr. Markan mengenang saat seorang remaja laki-laki dibawa ibunya ke IGD karena kehilangan penglihatan.

“Seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dibawa oleh ibunya dengan keluhan kehilangan penglihatan secara tiba-tiba,” ujarnya dalam sebuah unggahan di Instagram.

Remaja itu mengatakan kalau dia hanya bisa melihat cahaya, tanpa bisa melihat bentuk atau benda apa pun. Namun, saat dilakukan pemeriksaan, struktur dan fungsi matanya tampak normal. Para dokter pun melakukan serangkaian tes untuk memastikan kondisi matanya, dan hasilnya tetap menunjukkan fungsi yang normal. Lantaran keluhannya itu, dokter melanjutkan penyelidikan yang kemudian menimbulkan kecurigaan akan kondisi yang langka.

“Meskipun pasien mengaku hanya bisa melihat cahaya, hasil pemeriksaan mata, tes visual evoked potentials  (VEP), optokinetic nystagmus (OKN), dan reaksi pupil semuanya normal, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya malingering,” kata Dr. Markan.

Apa Itu Malingering?

Malingering bukanlah diagnosis medis, melainkan suatu perilaku. Istilah ini merujuk pada pemalsuan atau pembesaran gejala penyakit, baik fisik maupun mental, dengan tujuan mendapatkan keuntungan tertentu.

Malingering adalah tindakan dengan sengaja menciptakan atau melebih-lebihkan gejala palsu demi mendapatkan keuntungan eksternal,” jelas Dr. Markan.

Menurut DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Edisi Kelima), malingering bukanlah gangguan kejiwaan. Ini merupakan perilaku yang disengaja, dan biasanya dilakukan untuk mendapatkan manfaat, seperti menghindari pekerjaan atau tanggung jawab, mencari obat-obatan, menghindari proses hukum, mencari perhatian, menghindari wajib militer, cuti sekolah, atau cuti berbayar dari pekerjaan, dan sebagainya.

Apakah Stres Ujian Bisa Menyebabkan Kehilangan Penglihatan?

Pertanyaan utamanya adalah apakah stres akibat ujian bisa menyebabkan kehilangan penglihatan? Meski malingering biasanya disengaja, dalam kasus remaja ini, gejala tersebut ternyata tidak dibuat-buat.

“Dalam kasus ini, evaluasi psikiatri lanjutan menunjukkan bahwa stres berat terkait ujian menjadi penyebab utama gangguan penglihatan tersebut,” ujar Dr. Markan.

Kehilangan penglihatan fungsional adalah kondisi nyata dan bisa sangat mengganggu. Gejalanya menunjukkan bagaimana otak merespons tekanan psikologis.

“Dengan konseling dan terapi yang tepat, penglihatan remaja tersebut kembali normal dalam waktu dua minggu, sesuai dengan gejala kehilangan penglihatan fungsional (non-organik),” tambahnya.