Dishub Jabar Ungkap Waktu Ideal Hindari Macet Saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026

puncak arus balik, Dishub Jabar Ungkap Waktu Ideal Hindari Macet Saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026

 Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang.

Periode kepadatan tersebut diperkirakan berlangsung pada H+2 Idul Fitri atau Selasa (24/3/2026) serta H+6 Idul Fitri atau Sabtu (28/3/2026).

Pada dua hari tersebut, jutaan pemudik diperkirakan kembali ke kota asal secara bersamaan setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sejumlah jalur utama di wilayah Jawa Barat.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menjelaskan bahwa volume pemudik yang melakukan perjalanan balik pada dua periode tersebut cukup besar.

"Waktu kepulangan pemudik diperkirakan setelah subuh hingga menjelang siang, sekitar pukul 05.00 sampai 10.00 WIB," katanya dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan perkiraan Dishub Jawa Barat, jumlah pemudik yang kembali pada H+2 Lebaran diperkirakan mencapai sekitar 4,12 juta orang.

Sementara itu, pada H+6 Lebaran jumlah pemudik yang melakukan perjalanan balik diperkirakan sekitar 3,9 juta orang.

Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diperkirakan Terjadi?

Dishub Jawa Barat memperkirakan kepadatan arus balik tidak hanya terjadi dalam satu waktu, tetapi terbagi dalam dua gelombang utama.

Rinciannya sebagai berikut:

  • H+2 Lebaran atau Selasa, 24 Maret 2026 dengan estimasi 4,12 juta pemudik.
  • H+6 Lebaran atau Sabtu, 28 Maret 2026 dengan estimasi 3,9 juta pemudik.

Secara keseluruhan, jumlah warga yang melakukan perjalanan kembali ke kota asal diperkirakan mencapai sekitar 19,34 juta orang.

Untuk menghindari kepadatan lalu lintas, Dishub Jawa Barat menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan waktu perjalanan secara lebih fleksibel.

Pemudik yang ingin menghindari kemacetan disarankan melakukan perjalanan pada malam hari, khususnya pada rentang waktu pukul 23.00 hingga 00.00 WIB.

Jalur Mana Saja yang Diprediksi Menjadi Titik Kepadatan?

Selain memprediksi waktu puncak arus balik, Dishub Jawa Barat juga memetakan sejumlah jalur yang diperkirakan menjadi titik kepadatan kendaraan selama periode Lebaran.

Beberapa jalur utama yang diprediksi mengalami kepadatan antara lain:

  • Tol Trans Jawa yang meliputi ruas Jakarta–Cikampek, Cipali, hingga Palikanci dengan perkiraan dilalui sekitar 14,18 juta pemudik.
  • Jalur selatan yang meliputi Bandung–Cileunyi–Nagreg–Limbangan–Malangbong–Tasikmalaya–Ciamis–Banjar dengan sekitar 2,9 juta pemudik.
  • Tol Cikampek–Cipularang–Padaleunyi yang diperkirakan dilalui sekitar 1,96 juta pemudik.

Selain arus balik, Dishub Jawa Barat sebelumnya juga memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 terjadi pada H-3 Idul Fitri atau Rabu (18/3/2026).

Pada periode tersebut, diperkirakan sekitar 8,9 juta warga Jawa Barat melakukan perjalanan mudik. Mayoritas pergerakan kendaraan diprediksi terjadi pada rentang waktu pukul 04.00 hingga 10.00 WIB.

Dishub Jawa Barat mencatat bahwa kendaraan pribadi masih menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Dhani Gumelar menyebutkan bahwa sekitar 16,75 juta pemudik memilih menggunakan mobil pribadi untuk melakukan perjalanan.

Secara keseluruhan, sebanyak 25,6 juta warga Jawa Barat diperkirakan melakukan perjalanan selama periode Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 24,86 juta orang atau setara 96,73 persen melakukan perjalanan mudik.

Selain jalur perjalanan, Dishub Jawa Barat juga mencatat sejumlah daerah tujuan yang diperkirakan menjadi destinasi favorit masyarakat selama Lebaran.

"Kabupaten Garut diperkirakan menjadi tujuan terbanyak selama Lebaran tahun ini, dengan jumlah kunjungan sekitar 2,94 juta orang," pungkas Dhani.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang