Dari Riau ke Istanbul Fashion Connection, Desainer Ini Buktikan Fesyen Indonesia Bisa Tembus Panggung Global

Ilustrasi fashion show
Ilustrasi fashion show

Kekuatan modest fashion Indonesia kembali mendapat sorotan global melalui partisipasi desainer lokal di kancah internasional. Langkah ini bukan sekadar pameran, melainkan pembuktian bahwa kekayaan wastra Nusantara memiliki daya saing yang tinggi di pasar dunia. Sorotan terbaru tertuju pada Karina Rozy, desainer di balik label Althafunissa dari Kepulauan Riau, yang berhasil menembus ajang bergengsi Istanbul Fashion Connection (IFCO) dan Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) 2025.

Keberhasilan Karina Rozy mewakili Indonesia di IFCO Road To IN2MF pada 22 Agustus 2025 di Istanbul, Turki, menandai pengakuan signifikan terhadap kualitas desain dan visi modest fashion dari Tanah Air. Terpilih sebagai salah satu dari enam desainer lokal, kehadirannya di salah satu perhelatan mode terkemuka di Eropa dan Asia tersebut menunjukkan daya tarik unik dari koleksi wastra modern yang diusungnya. Partisipasi ini merupakan cerminan dari dukungan dan pembinaan yang diterima Althafunissa sebagai anggota IKRA KPw Bank Indonesia dan binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Luminous Black": Harmoni Tradisi dan Modernitas

Setelah sukses di Istanbul, Althafunissa memantapkan posisinya di Tanah Air dengan meluncurkan koleksi terbarunya, “Luminous Black”, di IN2MF yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran pada 8–12 Oktober 2025. Koleksi ini menjadi manifestasi filosofi mendalam yang melampaui sekadar estetika, menempatkan warna hitam sebagai dasar cahaya dan kebebasan berekspresi dalam balutan modest fashion.

Konsep yang diusung oleh Karina Rozy ini merupakan perpaduan antara tradisi dan syar’i modern. Ia menjelaskan filosofinya,

“Koleksi ini terinspirasi dari filosofi hitam sebagai dasar cahaya, warna yang tidak membatasi, melainkan membebaskan dan menonjolkan kilau sekitarnya. Dengan ciri khas dari Althafunissa by Karina yang selalu memadukan antara tradisi dan syari modern,” tutur Karina Rozy, baru-baru ini.

Dalam mewujudkan visi ini, koleksi “Luminous Black” menggunakan kain tenun sutera khas Garut dengan motif wajik dan kotak sebagai sentuhan utama, yang kemudian dipadukan dengan motif printing premium. Kombinasi ini menyajikan simbol kuat tentang bagaimana wastra tradisional dapat berinovasi dan tampil kontemporer.

Desainer tersebut juga merinci lebih lanjut tentang eksplorasi warna dalam koleksinya:

“Konsep warna Hitam yang menjadi dasar utama pada koleksi ini yang dikawinkan dengan Warna-warna elegant, lahirlah Maroon Crimson Shadow yang Elegan, Navy Bleu Noir yang tegas, Olive Dark Verde yang Misterius hingga Silver Argent Noir yang berkilau. Semua warna itu tidak tenggelam di balik gelapnya hitam; sebaliknya, mereka justru tampak lebih hidup. Material seperti armani silk, arabian crepe, chiffon, hingga satin dobby berpadu dengan detail chantilly lace dan taburan payet, menciptakan harmoni antara keanggunan klasik dan modern,” tambahnya.

Jembatan Budaya dan Visi Global

Karina Rozy

Karina Rozy

Koleksi ini menonjolkan siluet A-line dan H-line yang diaplikasikan pada potongan abaya modern, dirancang untuk memancarkan kekuatan sekaligus kelembutan perempuan. Lebih dari sekadar pakaian, setiap busana dimaknai sebagai apresiasi terhadap budaya dan jati diri. Desain ini dipandang sebagai bentuk investasi diri dan harapan yang tak pernah pudar.

Kehadiran Althafunissa di IN2MF 2025, yang juga dimeriahkan oleh figur publik seperti Risty Tagor dan Mega Melianty sebagai muse, menegaskan posisi modest fashion Indonesia yang semakin diakui di mata dunia. Kisah perjalanan dari Kepulauan Riau hingga Istanbul ini bukan hanya mengenai prestasi individu, tetapi juga sebuah narasi tentang daya juang industri mode Indonesia dalam menggabungkan kekayaan budaya lokal dengan visi pasar global.

Melalui koleksi "Luminous Black," Karina Rozy telah membuktikan bahwa desainer dari daerah pun memiliki kapabilitas untuk menembus panggung internasional, menciptakan jembatan estetika yang menghubungkan tradisi Nusantara dengan selera pasar global. Keberhasilannya menjadi inspirasi nyata bagi pelaku ekonomi kreatif lainnya, menegaskan bahwa modest fashion Indonesia adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah mode dunia.