Top 5+ Wilayah Indonesia Timur dengan Status Waspada Tsunami Usai Gempa M 7,6 di Laut Filipina

Sulawesi Utara, Talaud, gempa talaud, gempa Filipina, gempa filipina hari ini, tsunami talaud, tsunami talaud sulawesi utara, 5 Wilayah Indonesia Timur dengan Status Waspada Tsunami Usai Gempa M 7,6 di Laut Filipina

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan lima wilayah pesisir di Indonesia timur berstatus waspada tsunami setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,6 mengguncang Laut Filipina pada Jumat (10/10/2025) pukul 08.43.58 WIB.

Kelima wilayah tersebut meliputi:

  1. Kepulauan Talaud
  2. Kota Bitung
  3. Minahasa Utara bagian selatan
  4. Minahasa bagian selatan
  5. Supiori (Papua).

BMKG mengingatkan pemerintah daerah serta masyarakat di kawasan tersebut agar menjauhi pantai dan tepian sungai hingga peringatan tsunami resmi dicabut.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, hasil pemodelan menunjukkan potensi tsunami dengan kategori “Waspada”, di mana tinggi gelombang yang mungkin muncul tergolong rendah namun tetap berpotensi membahayakan di sekitar pantai.

“Pemerintah Provinsi, Kabupaten, atau Kota yang berada pada status ‘Waspada’ diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai,” ujar Daryono dalam keterangannya, Jumat (10/10/2025).

Tsunami terpantau di Essang, Beo, dan Melonguane

Sulawesi Utara, Talaud, gempa talaud, gempa Filipina, gempa filipina hari ini, tsunami talaud, tsunami talaud sulawesi utara, 5 Wilayah Indonesia Timur dengan Status Waspada Tsunami Usai Gempa M 7,6 di Laut Filipina

Gempa bumi magnitudo 7,6 terjadi di wilayah Sulawesi Utara, tepatnya 287 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, Jumat (10/10/2025).

Smentara itu, dari pemantauan BMKG mencatat gelombang tsunami terdeteksi di beberapa lokasi di Kepulauan Talaud, yakni Essang (09.08 WIB), Beo dengan tinggi 7 sentimeter, dan Melonguane setinggi 3,5 sentimeter.

Meski relatif kecil, BMKG menegaskan bahwa deteksi tersebut menjadi indikator adanya pergerakan permukaan laut akibat aktivitas tektonik di bawah Laut Filipina.

Gempa dangkal di Zona Subduksi Laut Filipina

Gempa diketahui berpusat di koordinat 7,23° LU dan 126,83° BT, atau sekitar 275 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 58 kilometer.

Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa ini termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan kuat dirasakan di Tahuna dengan intensitas IV MMI (dirasakan banyak orang di dalam rumah) dan di Manado dengan intensitas II MMI (benda-benda ringan bergoyang).

“Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan serius akibat gempa bumi tersebut,” kata Daryono menambahkan.

Belum ada gempa susulan, masyarakat diminta tenang

Hingga pukul 09.14 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi bahaya di sekitar wilayah pesisir.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi yang terverifikasi,” tegas Daryono.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi seperti @infoBMKG, inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG di ponsel pintar.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.