Miris, 60 Persen Kehamilan di Indonesia Berakhir Aborsi

Ilustrasi wanita hamil
Ilustrasi wanita hamil

 Data yang dirilis oleh United Nations Population Fund (UNFPA) mengungkapkan fakta mencengangkan: sekitar 38–40 persen kehamilan di Indonesia merupakan kehamilan yang tidak direncanakan, dan lebih dari 60 persen di antaranya berakhir dengan aborsi.  

Lebih memprihatinkan lagi, 45 persen aborsi dilakukan secara tidak aman, dan kondisi ini berkontribusi terhadap 5–13 persen angka kematian ibu di Indonesia.

Situasi ini menyoroti masih lebarnya kesenjangan dalam akses terhadap layanan kesehatan reproduksi dan kontrasepsi yang aman serta terjangkau bagi masyarakat.

Mengatasi hal tersebut 1.000 unit KB implan satu batang didonasikan kepada Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI). Kegiatan ini bertepatan dengan Hari Kontrasepsi Sedunia (26 September) sekaligus peringatan ulang tahun ke-50 fasilitas produksi Organon di Pandaan.

Donasi KB implan.

Donasi KB implan.

Donasi ini menjadi bagian dari upaya mendukung Program Keluarga Berencana 2030 Indonesia serta mengurangi angka kehamilan yang tidak diinginkan dan kematian ibu.

“Donasi ini merupakan bagian dari misi kami yang lebih luas untuk memberdayakan wanita melalui akses terhadap pilihan kontrasepsi yang aman, efektif, dan berjangka panjang. Dengan bekerja sama dengan PP IBI dan mitra lainnya, kami berharap dapat membantu lebih banyak wanita Indonesia memiliki kendali sepenuhnya terhadap kesehatan reproduksi mereka,” ujar Daniel, Presiden Direktur PT Organon Pharma Indonesia Tbk., dalam keterangannya, dikutip Kamis 9 Oktober 2025. 

KB implan yang disumbangkan merupakan salah satu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), dengan masa perlindungan hingga tiga tahun. Alat berbentuk tabung kecil fleksibel sepanjang 4 cm ini dipasang di bawah kulit dengan prosedur aman dan tanpa sayatan, sehingga efektif menekan risiko kehamilan tak direncanakan.

“Dukungan Organon memperkuat peran bidan dalam memperluas akses ke layanan kontrasepsi jangka panjang,”  kata Ketua PP IBI, Dr. Ade Jubaedah, S.SiT, MM, MKM.

“Dengan KB implan ini, kami lebih siap untuk membantu wanita di seluruh Indonesia membuat keputusan keluarga berencana yang tepat dan berdaya,” sambungnya.

Selain menurunkan angka kehamilan tidak direncanakan, peningkatan akses terhadap alat kontrasepsi modern juga menjadi strategi penting untuk menekan angka aborsi tidak aman dan menurunkan kematian ibu.