Patrick Kluivert Akan Pakai Tiga Bek di Laga Indonesia vs Arab Saudi?
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, akan menjalani laga melawan Arab Saudi pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Laga pekan pertama Grup B antara Timnas Indonesia vs Arab Saudi akan tersaji di King Abdulllah Sport City, Jeddah, Rabu (8/10/2025) waktu setempat atau Kamis (9/10/2025) pukul 00.15 WIB.
Pertandingan Timnas Indonesia vs Arab Saudi akan menjadi penentu langkah kedua tim untuk menembus Piala Dunia 2026.
Patrick Kluivert menyebut duel melawan Saudi dan Irak sebagai “dua final” bagi skuad Garuda.
Indonesia, Arab Saudi, dan Irak sama-sama memburu tiket otomatis menuju Piala Dunia 2026. Kemenangan menjadi harga mati agar peluang tetap terjaga.
Sejak resmi menangani timnas pada Januari lalu, Patrick Kluivert telah mendampingi Indonesia dalam enam laga uji coba maupun kualifikasi.
Catatannya cukup menjanjikan: tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.
Dilansir dariTransfermarkt, rata-rata poin per laga Kluivert bersama Garuda mencapai 1,67.
Angka ini lebih baik dibandingkan rekam jejaknya saat melatih klub Turki, Adana Demirspor (1,50 poin), maupun ketika membesut timnas Curacao (1,38 poin dan 0,83 poin).
Catatan itu membuat publik semakin penasaran soal strategi yang akan dipakai pelatih Belanda berusia 49 tahun tersebut saat menghadapi Arab Saudi.
Tiga Bek atau Empat Bek?
Pertanyaan besar menjelang laga Indonesia vs Arab Saudi adalah formasi apa yang akan dipilih Kluivert.
Pemain timnas Indonesia usai foto bersama jelang laga FIFA Matchday melawan Lebanon yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025) malam.
Pada empat laga awal, ia tetap meneruskan sistem tiga bek peninggalan Shin Tae-yong.
Hasilnya, Indonesia meraih dua kemenangan penting disertai dua cleansheet.
Dari sisi statistik, sistem tiga bek meningkatkan penguasaan bola hingga rata-rata 44,75 persen.
Angka itu lebih tinggi dibanding era Shin Tae-yong (41,3 persen). Namun, catatan tembakan, jumlah gol, dan pertahanan justru menurun.
Indonesia kebobolan 11 gol hanya dalam empat pertandingan terakhir dengan rata-rata 2,75 gol per laga.
Sebagai perbandingan, di bawah Shin Tae-yong, tim hanya kebobolan sembilan gol dalam enam pertandingan (1,5 gol per laga).
Kondisi ini membuat Kluivert mencoba formasi baru 4-2-3-1 atau 4-3-3 pada laga FIFA Match Day bulan lalu melawan Taiwan dan Lebanon.
Filosofi Total Football
Eksperimen itu langsung membuahkan hasil manis ketika Indonesia menang telak 6-0 atas Taiwan dengan penguasaan bola 69 persen. Seusai laga, Kluivert menegaskan kepuasan hatinya.
“Inilah yang ingin saya mainkan. Saya ingin memainkan ini untuk waktu yang lama,” ujar Kluivert.
Namun, pada laga berikutnya menghadapi Lebanon, Indonesia harus puas dengan hasil imbang 0-0 meski dominasi penguasaan bola mencapai 81 persen.
Menurut Kluivert, lawan bermain sangat bertahan sehingga membuat lini serang Garuda kesulitan mencetak gol.
"Kalau melihat cara Lebanon bermain, mereka benar-benar bertahan rapat di area sendiri. Itu membuat situasi mencetak gol lebih sulit," ungkapnya.
Meski lini depan masih tumpul, ada sisi positif yang bisa dipetik. Duet Jay Idzes dan Kevin Diks tampil solid menjaga pertahanan saat memakai sistem empat bek.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.