Top 5+ Wisata di Sekitar Stadion King Abdullah Jeddah, Ada Masjid Terapung

Laut Merah, Jeddah, suporter timnas Indonesia, Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, 5 Wisata di Sekitar Stadion King Abdullah Jeddah, Ada Masjid Terapung

Timnas Indonesia akan menjalani laga hidup-mati di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Dua laga akan berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober 2025 dan Irak pada 11 Oktober 2025.

Menggabungkan kecintaan pada sepak bola dengan pengalaman menjelajah kota bersejarah di tepi Laut Merah ini.

Di luar lapangan, Kota Jeddah memberikan kisah lain sebuah kota dengan perpaduan sejarah, spiritualitas, dan modernitas yang menyambut hangat suporter timnas Indonesia dari penjuru dunia.

Al-Balad merupakan pusat Kota Jeddah. Saat minyak booming pada 1970-1980, penduduk Al-Balad pun bergeser ke utara yang kini jadi pusat Jeddah modern. Kawasan Al-Balad menyimpan banyak bangunan lama dengan arsitektur klasik yang menawan.Menyusuri sejarah kota

Sebelum atau sesudah laga berlangsung, suporter bisa menyempatkan diri menjelajah kawasan tua Jeddah, Al-Balad. Lorong-lorong sempit dengan bangunan bercorak tradisional Hijazi menghadirkan suasana nostalgia. Rumah Nassif, yang kini menjadi museum, menjadi saksi sejarah perdagangan Arab masa lampau.

Di kawasan ini, pendukung Garuda bisa berjalan santai sambil menikmati pasar tradisional (souk), mencicipi kurma segar, atau membeli kain dan parfum khas Timur Tengah.

“Untuk datang ke sini lebih baik pagi atau sore, idealnya menjelang senja agar suasana lebih nyaman,” kata admin akun Instagram Jeddah Yuk, kepada Kompas.com.

Selain itu, jika masih ingin menikmati suasana masa lalu ada Al Tayebat International City Museum yang berada di kawasan Distrik Al Faisaliyah. Museum besar ini menampilkan koleksi sejarah, seni, artefak budaya Arab dan Islam.

Masjid Al Rahmah yang dikenal sebagai masjid apung di Jeddah, Arab Saudi.Mengunjungi Masjid Terapung

Dari pusat kota, destinasi berikutnya adalah Masjid Al Rahma atau Masjid Terapung. Terletak di tepi Laut Merah, masjid ini memberikan pengalaman spiritual yang unik. Suporter timnas bisa meluangkan waktu salat di sini, terutama menjelang senja saat air pasang.

“Bangunannya seolah mengapung di atas laut, memberikan panorama yang begitu fotogenik dengan suasana religius di tepi laut,” imbuhnya.

Air Mancur Raja Fahd.Mampir ke Jeddah Corniche

Saat malam tiba, Jeddah Corniche menjadi magnet utama. Jalur pedestrian panjang di tepi Laut Merah ini dipenuhi keluarga dan wisatawan. Dari sini, pengunjung bisa menyaksikan megahnya King Fahd’s Fountain, air mancur tertinggi di dunia yang menyemburkan air hingga ratusan meter, berkilau diterangi cahaya malam.

Di sepanjang Corniche, banyak kafe dan restoran menyajikan makanan khas Arab hingga kuliner internasional. Duduk santai di tepi laut sembari bertemu sesama suporter Indonesia membuat suasana makin meriah dan penuh kebersamaan.

Fakieh Aquarium di Kota Jeddah, Arab Saudi.Dari Akuarium hingga Mal Modern

Selanjutnya itu bagi suporter timnas Indonesia yang membawa keluarga, Jeddah juga menawarkan destinasi rekreasi ramah anak seperti Fakieh Aquarium, satu-satunya akuarium publik di kota ini. 

“Ada pertunjukan lumba-lumba atau singa laut serta terowongan akuarium untuk pengunjung berjalan di dalam suasana bawah Laut Merah,” kata pria kelahiran Jeddah itu.

Sedangkan bagi pencinta belanja, Red Sea Mall menjadi salah satu pusat perbelanjaan terbesar sekaligus tujuan populer. Sambil makan atau berburu oleh-oleh di sini sebelum kembali fokus mendukung timnas.

“Penuh dengan showroom branded dan food court yang besar, banyak pilihan yang memuaskan,” pungkasnya.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.