HUT ke-25 Banten: Kilas Balik Sejarah Provinsi Muda Indonesia
4 Oktober 2025 menjadi tanggal penting dalam sejarah Banten.
Pada 4 Oktober di tahun 2000, Banten resmi berdiri sebagai provinsi, sehingga di hari ini, Banten genap berusia 25 tahun.
Itu membuat Banten menjadi salah satu provinsi muda di Indonesia.
Banten memiliki perjalanan sejarah panjang sekaligus perkembangan yang menarik untuk ditelusuri. Berikut ulasan sejarah Banten.
4 Oktober berdirinya Provinsi Banten
Provinsi Banten berdiri pada 4 Oktober 2000, ketika puluhan ribu masyarakat Banten datang ke Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta, sebagaimana dikutip portal resmi Provinsi Banten.
Massa menuntut Sidang Paripurna DPR untuk pengesahan RUU Provinsi Banten.
Pada 17 Oktober 2000, akhirnya lahir Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten, sebagai landasan hukum berdirinya provinsi muda ini.
Meski landasan hukum muncul terlambat, masyarakat Banten sepakat Hari Jadi Provinsi Banten ditetapkan pada 4 Oktober 2000.
Gubernur dan wakil gubernur Provinsi Banten yang pertama adalah Djoko Munandar dan Ratu Atut Chosiyah. Namun, keduanya berakhir dengan terjerat kasus korupsi.
Sejarah singkat Banten sebelum jadi provinsi
Banten sejatinya memiliki sejarah panjang jauh sebelum berdiri sebagai provinsi.
Banten adalah provinsi yang terletak di ujung barat Pulau Jawa dan dulunya merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat.
Sebelum menjadi provinsi ke-30 Indonesia, wilayah ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan kaya.
Pada abad ke-5, kawasan ini termasuk wilayah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara. Setelah Kerajaan Tarumanegara runtuh, Banten menjadi bagian dari Kerajaan Sunda.
Posisi geografis Banten yang strategis membuatnya menjadi salah satu pelabuhan penting di nusantara, yang ramai dilintasi jalur perdagangan internasional.
Pada abad ke-16, wilayah ini dikenal dengan Kesultanan Banten, salah satu kerajaan Islam besar di Nusantara yang berperan penting dalam perdagangan internasional.
Di masa kolonial, Banten juga menjadi wilayah strategis yang kerap bersinggungan dengan Belanda.
Pada awal abad ke-19, Belanda menyerang Banten karena sultan saat itu menolak memindahkan ibu kota ke Anyer.
Setelah serangan tersebut, Gubernur Jenderal Daendels menetapkan Banten sebagai bagian dari wilayah Hindia Belanda.
Pada 1817, Banten resmi dijadikan sebuah karesidenan oleh pemerintah kolonial.
Selanjutnya, pada 1926, wilayah Banten digabung ke dalam Provinsi Jawa Barat hingga akhirnya meraih status provinsi tersendiri pada 4 Oktober 2000.
Pada 2025, acara HUT ke-25 Banten mengusung tema “Kolaborasi Kuat untuk Banten Maju, Adil, dan Merata”.
Dalam acara tersebut, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan yang telah diinisiasi oleh para gubernur sebelumnya, bersama Wakil Gubernuer Ahmad Dimyati.
“Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memajukan kesejahteraan daerah,” kata Andra, seperti dikutip portal resmi Kantor Wilayah Kemenkum RI Provinsi Banten.
“Pada momentum HUT ke-25 ini, kita juga merilis transformasi layanan publik melalui hadirnya Trans Banten yang akan segera beroperasi sebagai transportasi modern, terintegrasi, dan mudah diakses oleh masyarakat,” lanjutnya.