Golden Week China 2025: Diprediksi Ada 2,36 Miliar Perjalanan, Indonesia jadi Pilihan?

China, festival pertengahan musim gugur, Libur Hari Nasional, Warga China Liburan, Golden Week China 2025: Diprediksi Ada 2,36 Miliar Perjalanan, Indonesia jadi Pilihan?

China memasuki masa liburan selama delapan hari yaitu Libur Hari Nasional sekaligus Festival Pertengahan Musim Gugur (Mid-Autumn Festival) pada 1-8 Oktober 2025.

Pemerintah China memprediksi ada 2,36 miliar perjalanan yang didominasi turis dalam negeri selama masa libu panjang tersebut.

"Libur Hari Nasional dan Hari Pertengahan Musim Gugur biasanya disebut "minggu emas" (Golden Week). Banyak warga yang telah merencanakan perjalanan untuk liburan mendatang," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing seperti dilansir dari Antara, Kamis (2/10/2025).

Pemerintah China memperkirakan rata-rata perjalanan harian akan mencapai 295 juta perjalanan atau naik 3,2 persen dari tahun 2024.

Penggunaan kendaraan pribadi diproyeksikan akan mendominasi perjalanan liburan yaitu mencapai sekitar 1,87 miliar perjalanan, atau hampir 80 persen dari total perjalanan.

Lalu lintas jalan raya dapat dipenuhi hingga lebih dari 70 juta perjalanan kendaraan per hari pada jam sibuk, termasuk 14 juta perjalanan kendaraan energi baru.

Puncak perjalanan diprediksi terjadi pada Rabu (1/10) ketika arus penumpang mungkin mencapai 340 juta perjalanan dan kembali terjadi pada 7 dan 8 Oktober untuk beraktivitas seperti semula.

Kota-kota seperti Shanghai, Beijing, Chongqing, dan Chengdu di provinsi Sichuan menjadi lokasi-lokasi destinasi wisata domestik paling populer.

Sementara itu Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia juga akan menjadi tujuan wisata favorit turis China saat keluar negeri.

Pada tahun 2024, turis asal China memberikan kontribusi signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, yakni mencapai 1,19 juta kunjungan atau meningkat 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara total, Indonesia mencatatkan 13,9 juta kunjungan turis asing sepanjang tahun 2024.

Penumpang kereta cepat dan kereta biasa di China saat libur Hari Nasional diperkirakan akan mencapai 219 juta penumpang mulai dari 29 September hingga 10 Oktober 2025.

Puncak kepadatan penumpang kereta diperkirakan terjadi pada Rabu (1/10) untuk keberangkatan dan Rabu (8/10) untuk kepulangan dengan perkiraan sekitar 13.000 perjalanan kereta dan rata-rata mengangkut lebih dari 18 juta penumpang.

Perjalanan udara diperkirakan mencapai hingga 19,2 juta perjalanan penumpang, naik 3,6 persen dibandingkan liburan 2024.

Namun, kondisi cuaca dapat menjadi tantangan karena sebagian wilayah China barat dan Huanghuai yang mencakup wilayah antara Sungai Kuning dan Sungai Huai di China tengah dan timur akan mengalami curah hujan yang tinggi, sementara Dataran Tinggi Qinghai-Tibet dan bagian utara Daerah Otonomi Uighur Xinjiang kemungkinan akan mengalami hujan dan salju.

Angin dingin akan aktif bergerak ke utara, membawa suhu yang lebih rendah dari biasanya ke provinsi Xinjiang, Shaanxi dan Henan, sementara sebagian besar wilayah lain akan tetap lebih hangat.

Menjelang akhir liburan juga akan ada topan yang akan memengaruhi wilayah China bagian pesisir selatan.

Sambut turis asing

Pemerintah China juga siap menyambut turis asing untuk memanfaatkan program bebas visa ke China.

Guo Jiakun menyebut China menerapkan kebijakan bebas visa untuk memudahkan perjalanan lintas batas dan menyambut lebih banyak masyarakat mancanegara untuk mengunjungi China selama libur Hari Nasional.

"Saya berharap dan yakin bahwa para pengunjung akan menikmati perjalanan mereka," ungkap Guo Jiakun.

China, kata Guo Jiakun, akan terus bekerja secara efektif untuk menjaga keamanan wisatawan China maupun turis mancanegara.

"Kami juga ingin mengingatkan para wisatawan mancanegara untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjaga keselamatan masing-masing," tambah Guo Jiakun.