Rumah Rasa, Bantu Lansia di Jakarta Lawan Depresi dan Hipertensi
Selain hipertensi, para lanjut usia (lansia) juga rentan mengidap depresi. Rumah Rasa hadir sebagai tempat bagi para lansia untuk saling berbagi dan beraktivitas agar hipertensi dan risiko depresi menurun.
Rumah Rasa (Rumah Berbagi Sesama Lansia) merupakan inovasi dari Lentera (Layanan Terapi Hipertensi dan Depresi pada Lansia) Puskesmas Tanah Abang.
"Rumah Rasa ini rumah terapi bersama antar-kelompok. Di sini ada dari psikolognya, terus ada dari dokternya, dan juga dari perawatnya juga ada di sini. Nanti kita kolaborasi supaya hipertensi itu dengan masalah depresinya bisa menurun angkanya," kata Ketua Lentera, M. Faizin di Hutan Kota GBK, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025).
Salah satu kegiatan yang diadakan Rumah Rasa adalah sesi berkumpul beberapa lansia yang diisi dengan beragam kegiatan, antara lain pengecekkan tekanan darah, berbagi cerita dengan psikolog, dan bermain puzzle.
Kompas.com sempat mengikuti sesi kedua Rumah Rasa di Hutan Kota GBK beberapa waktu lalu. Simak selengkapnya.
Rumah Rasa, tempat lansia saling berbagi dan beraktivitas
Suasana kegiatan Rumah Rasa yang bertujuan menurunkan hipertensi dan risiko depresi lansia di Hutan Kota GBK, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025).
Untuk sesi kedua ini, total ada 10 lansia dari Kelurahan Kebon Melati dan Kelurahan Gelora. Adapun sesi pertama, yang diadakan pada Agustus 2025 lalu, melibatkan para lansia dari Kelurahan Karet Tengsin dan Kelurahan Kebon Kacang.
Di salah satu sudut Hutan Kota GBK yang rindang dan tak terlalu ramai, para lansia duduk dan menjalani sesi. Mereka pun diberi kudapan agar suasana semakin santai.
Sesi diawali dengan pengecekkan tekanan darah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan sesi sharing bersama psikolog.
Dalam sesi sharing itulah para lansia diberi pemahaman tentang depresi, tapi tidak secara satu arah, melainkan dua arah sehingga mereka tak ragu berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing.
Ketua Lentera, M. Faizin (paling tinggi, tengah) saat memberi sambutan kegiatan Rumah Rasa di Hutan Kota GBK, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025).
Ada lansia yang hidup sendiri, ada pula yang sibuk mengurus cucu dan warga satu RW. Ritme hidup mereka bervariasi, tapi tak ada yang saling menghakimi. Mereka malah saling menimpali, bercanda, dan tertawa bersama.
"Depresi pada lansia sangat berisiko karena seiring berjalannya waktu lansia mengalami penurunan mobilitas, mungkin yang tadinya aktif kerja sekarang sudah enggak aktif kerja lagi, sudah masa pensiun," ucap Nurul Hikmah Maulida, MPSi., Psikolog kepada para lansia.
Nurul melanjutkan, depresi merupakan kesedihan yang berlangsung lama, sekitar dua minggu.
Kesedihan dalam hal ini bukanlah kesedihan biasa karena disertai kehilangan minat, ketidakberdayaan, sulit tidur, sulit konsentrasi, terlalu banyak tidur, kelelahan berkepanjangan, penurunan nafsu makan, atau nafsu makan berlebih.
Suasana kegiatan Rumah Rasa yang bertujuan menurunkan hipertensi dan risiko depresi lansia di Hutan Kota GBK, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025).
Sesi dilanjutkan dengan relaksasi, aneka permainan sederhana untuk melatih motorik dan fokus para lansia, keliling area GBK, dan minum minuman berbahan dasar jahe.
Salah satu peserta, Toni, mengaku senang mengikuti sesi Rumah Rasa. Perempuan 73 tahun ini terlihat bersemangat menjalani kegiatan, salah satunya saat bermain puzzle.
"Senang, alhamdulillah bukan main senangnya. (Saya) dapat olahraga, main puzzle," ucap Toni.
Kaitan hipertensi dan depresi pada lansia
Suasana kegiatan Rumah Rasa yang bertujuan menurunkan hipertensi dan risiko depresi lansia di Hutan Kota GBK, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025).
Faizin menuturkan, Rumah Rasa berawal dari permasalahan di lapangan. Selama di posyandu, pihaknya menemukan bahwa banyak warga yang tidak rutin memeriksakan diri.
"Nah, ternyata permasalahannya bukan karena minum obatnya aja, (tapi) juga permasalahan internal mereka," ucap Faizin.
Permasalahan internal tersebut beragam, ada lansia yang kurang diperhatikan keluarga, ada yang minum obat tidak rutin, ada pula yang kelelahan mengurus cucu yang banyak di rumah. Ruang lingkup mereka pun terbatas.
"Itu bikin risiko depresinya lebih tinggi yang kita dapati selama kita skrining di lansia itu. Dengan adanya begitu, akhirnya kita membuat Rumah Rasa ini yang tujuannya dari mereka, untuk mereka sebenarnya," jelas Faizin.
Pihaknya pun menyelipkan aneka permainan dalam sesi Rumah Rasa hari itu. Selain melatih motorik, permainan tersebut jadi contoh bahwa ada kegiatan sederhana yang bisa mereka lakukan di rumah.
Suasana kegiatan Rumah Rasa yang bertujuan menurunkan hipertensi dan risiko depresi lansia di Hutan Kota GBK, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025).
Faizin menyebut, sesi Rumah Rasa terbagi dari beberapa sesi yang dimulai dengan skrining awal di posyandu, terapi, pertemuan dengan psikolog, dan diakhiri dengan kegiatan di Rumah Rasa.
Pihaknya menargetkan kegiatan ini bisa dilakukan untuk para lansia se-Kecamatan Tanah Abang.
"Hasil yang kami harapkan sebenarnya hipertensinya terjaga, terkontrol, terus tingkat depresinya tidak mencapai depresi. Jadi dari risiko bisa menurun tidak berisiko gitu," tutur Faizin.
Adapun sesi pertama Rumah Rasa pun memperoleh apresiasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
"Akhirnya diapresiasi sama tim dari Kementerian Kesehatan, kemarin yang sesi pertama (mereka) datang. Mereka sangat apresiasi dengan kegiatan kami. Insyaallah katanya kalau memang kegiatan ini evaluasi terakhirnya bagus, akan diterapkan seluruh Indonesia," pungkasnya.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.