Game Horor Indonesia "Agni: Village of Calamity" Unjuk Gigi di TGS 2025, Grafis Selevel Resident Evil

Game, agni, Tokyo Game Show 2025, TGS 2025, liputan langsung tgs 2025, separuh interactive, Game Horor Indonesia

Studio game asal Jakarta, Separuh Interactive, memamerkan game perdana mereka bernama Agni: Village of Calamity di ajang Tokyo Game Show 2025 yang digelar di Makuhari Messe, Chiba, Jepang, Jumat (26/9/2025). 

Agni: Village of Calamity merupakan game horor yang menghadirkan elemen kosmik dan psikologis, dengan musuh berupa "mayat hidup" alias zombie. Konsep game ini mirip dengan Resident Evil atau Silent Hill

Bedanya, game ini berakar dari budaya Indonesia. Misalnya latar utama cerita game yang berada di desa terpencil bernama "Desa Purba" yang terinspirasi dari suatu wilayah yang ada di Indonesia.

Tidak hanya soal konsep, tampilan, animasi, dan detail game Agni: Village of Calamity memang tampak mulus, setara game-game horor papan atas seperti Resident Evil dan Silent Hill. 

Cuplikan game ini bisa dilihat melalui tautan berikut ini.

Co-Founder dan Technical Director Separuh Interactive Ardhan Fadhlurrahman mengatakan, meski mengadopsi budaya Indonesia, Agni: Village of Calamity tak dijejali dengan hantu atau setan khas Indonesia macam kuntilanak hingga pocong. 

"Kami tidak menghadirkan hantu-hantu tersebut karena kami ingin Agni: Village of Calamity jadi game horor yang lebih universal dan punya cerita, bukan sekadar memberikan efek kejut alias jumpscare," kata Ardhan kepada jurnalis KOMPAS.com Bill Clinten yang meliput langsung di booth "Game from Indonesia" Hall 10 Makuhari Messe, Chiba, Jepang pada Jumat (26/9/2025). 

Konsep game horor tanpa hantu lokal ini juga didorong oleh target pasar Agni: Village of Calamity yang memang menyasar skala global. Game ini menargetkan pasar Amerika Serikat (AS) dan Timur Tengah. 

"Pasar di dua negara tersebut cukup besar untuk game seperti ini," kata Ardhan. 

Kendati menargetkan pasar global, game Agni: Village of Calamity akan sepenuhnya hadir dalam suara (voice-over) Bahasa Indonesia, bukan Bahasa Inggris. 

Nantinya, pengguna yang tak berbahasa Indonesia bisa memahami jalan cerita dan dialog melalui subtitle yang tersedia. 

"Penggunaan suara bahasa Indonesia ini sebagai pengenalan budaya lokal, sekaligus upaya untuk membalik kebiasaan gamer Indonesia yang umumnya bermain game dengan suara bahasa Inggris," kata Ardhan. 

Pengembangan dan dana masih jadi tantangan

Game, agni, Tokyo Game Show 2025, TGS 2025, liputan langsung tgs 2025, separuh interactive, Game Horor Indonesia

Jurnalis KompasTekno, Bill Clinten sedang bermain game Agni: Village of Calamity di Tokyo Game Show 2025 di Makuhari Messe, Chiba, Jepang, Jumat (26/9/2025).

Agni: Village of Calamity mulai dikembangkan sejak akhir 2023 lalu untuk proses pre-production, kemudian berlanjut pada akhir 2024. Artinya, game tersebut kini sudah dikembangkan selama sekitar kurang lebih 2,5 tahun. 

Saat ini, proses pengembangan game ini belum sampai setengahnya, dan diklaim baru mencapai 30-35 persen.

Jumlah tim yang hanya beranggotakan sembilan orang, sebenarnya bukan masalah berarti bagi studio ini. Pasalnya, Separuh Interactive memiliki orang-orang berpengalaman yang punya "jam terbang" tinggi di industri game. 

Namun, salah satu penghambat pengembangan game yang paling signifikan adalah pendanaan (funding). Menurut Ardhan, pengembangan game dengan kualitas grafis tinggi (AAA) biasanya memang memakan biaya operasional dan sumber daya yang tidak sedikit.

KompasTekno sempat mencoba game ini di booth Separuh Interactive. Benar saja, animasi dan detail game memang tampak mulus seperti game-game horor papan atas. 

Dengan kualitas seperti ini, biaya operasional yang dikeluarkan tentunya akan semakin tinggi. Nah, disinilah funding bisa membantu beban yang dipikul oleh studio game.

"Kualitas game kami memang mirip dengan Resident Evil. Namun dari segi biaya, mereka tentunya lebih mampu, sementara kami hanya studio indie yang orangnya sedikit dan butuh sekali pendanaan," jelas Ardhan.

Agni: Village of Calamity rencananya akan dirilis di konsol PS5, Xbox Series X/S, dan PC secara bersamaan pada akhir 2026 mendatang. Pengguna bisa memasukkan game ini ke daftar yang diinginkan (wishlist) di PC via Steam lewat tautan berikut ini.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.