Indonesia Menuju Era Pelayaran Net Zero Emission, Siap-siap Investasi Hijau

Arus pelayaran di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ciwandan
Arus pelayaran di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ciwandan

 Indonesia mulai menyiapkan langkah strategis menuju era pelayaran rendah emisi atau net zero emission. Ini, sejalan dengan kesepakatan IMO Net Zero Framework (IMO NZF) yang disetujui pada April 2025 dan akan diterapkan melalui amandemen MARPOL Annex VI mulai Oktober mendatang. 

Transformasi ini dipandang sebagai peluang sekaligus tantangan bagi sektor maritim dan bisnis terkait.

Dalam diskusi “Penetapan Langkah Strategis Indonesia dalam Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca di Bidang Pelayaran” yang berlangsung pada 22 September 2025, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) hadir sebagai narasumber. 

Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Arief Budi Permana, menyatakan, “Kehadiran BKI mencerminkan dukungan nyata bagi upaya Indonesia dalam merumuskan strategi bersama menghadapi tantangan transisi menuju pelayaran rendah emisi," demikian dikutip dari keterangannya, Jumat, 26 September 2025.

Forum ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri, Tri Purnajaya, serta Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup, Ir. Ary Sudijanto, MSE. 

Mereka membahas strategi Indonesia untuk menyelaraskan regulasi nasional dengan standar internasional sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pelayaran.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, pelayaran memegang peran vital dalam perdagangan dan mobilitas nasional. Pemerintah melihat peluang investasi pada kapal hemat energi, logistik hijau, dan layanan konsultasi pengukuran emisi, seiring dengan persiapan penerapan regulasi baru. 

Transformasi ini juga diharapkan dapat memperbaiki kualitas udara, melindungi ekosistem laut, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

BKI menekankan pentingnya data komprehensif terkait emisi gas rumah kaca sebagai dasar pengambilan keputusan. Dengan keterlibatan lintas lembaga, Indonesia menargetkan pengurangan emisi di sektor pelayaran dapat berjalan terarah, sekaligus membuka ruang bagi inovasi dan peluang bisnis baru yang mendukung ekonomi hijau.

Langkah strategis ini dinilai menjadi fondasi penting bagi sektor maritim Indonesia untuk tetap kompetitif di tingkat global, sambil memenuhi komitmen terhadap Paris Agreement dan menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.