Indonesia Mau Beli Kapal Induk 40 Tahun Giuseppe Garibaldi, Buat Apa? Ini Kata Kadispenal

Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi

 Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tunggul mengungkapkan alasan Indonesia tertarik mendatangkan kapal induk Giuseppe Garibaldi yang telah berusia 40 tahun.

Laksma Tunggul menjelaskan, kapal induk yang diluncurkan pada 1983 ini rencananya akan digunakan untuk mendukung berbagai misi operasi militer selain perang (OMSP).

Kapal induk asal Italia itu, kata dia, sangat ideal untuk mendukung operasi kemanusiaan yang menjadi bagian penting dari tugas TNI. OMSP mencakup misi evakuasi korban bencana alam, penanganan kecelakaan berskala besar, hingga pengiriman pasukan perdamaian ke wilayah konflik.

“Kapal induk tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan OMSP,” kata Tunggul, dikutip dari Antara Rabu 24 September 2025.

Ia menjelaskan, Giuseppe Garibaldi memiliki keunggulan dalam hal kapasitas logistik dan daya jelajah. Fasilitas di dalamnya juga dinilai mumpuni untuk mendukung berbagai kebutuhan operasi. Meski begitu, Tunggul menegaskan tidak menutup kemungkinan kapal tersebut dipakai pula dalam operasi militer tempur.

Saat ini, TNI AL masih dalam tahap upaya akuisisi kapal induk milik Angkatan Laut Italia itu. 

Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) resmi menyetujui rencana pembiayaan akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi (C-551) milik Angkatan Laut Italia.  

Persetujuan ini tertuang dalam surat Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada 29 Agustus 2025 lalu. 

Dalam lampiran surat tersebut, Bappenas menyebutkan batas maksimal pendanaan sebesar US$450 juta atau setara Rp7 triliun lebih untuk pembelian kapal beserta perlengkapan operasionalnya. Dana ini bisa diperoleh melalui lembaga kredit ekspor asing, kreditur bilateral, maupun institusi swasta. 

Selain untuk kapal induk, dokumen yang sama juga mengatur pendanaan eksternal bagi pengadaan alutsista lain, termasuk helikopter angkut baru senilai US$250 juta dan kendaraan utilitas hingga US$300 juta.

Giuseppe Garibaldi sendiri memiliki kesamaan dengan dua kapal perang baru milik TNI AL, yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321. Semuanya diproduksi oleh perusahaan pertahanan Italia, Fincantieri.

Kapal induk sepanjang 180,2 meter ini mampu melaju hingga kecepatan 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat mesin penggerak super yang dimilikinya. Sebagai kapal pengangkut pesawat tempur, Giuseppe Garibaldi juga dilengkapi berbagai sistem persenjataan, mulai dari radar jamming, peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam kembar Oto Melara 40L70 DARDO, tabung torpedo rangkap tiga kaliber 324 mm, hingga rudal anti-kapal Otomat Mk 2 SSM.