Tim Horseback Archery Indonesia Ukir Sejarah di Kejuaraan Dunia Amerika Serikat

Tim Horseback Archery Indonesia Ukir Sejarah di Kejuaraan Dunia Amerika Serikat
Tim Horseback Archery Indonesia Ukir Sejarah di Kejuaraan Dunia Amerika Serikat

 Kabar membanggakan datang dari Tennessee Valley Archery, Amerika Serikat. Di ajang bergengsi International Horseback Archery Alliance (IHAA) World Championships 2025,

Tim Horseback Archery (HBA) Indonesia tampil cemerlang dan berhasil merebut posisi runner-up dunia. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia makin diperhitungkan di kancah olahraga berkuda memanah tingkat internasional.

Tiga atlet Indonesia yang berjuang dengan gigih adalah Azral Mardin, Kaisar Akthar Firdauz, dan Omar El Farooq Putra Alleut. Mereka bersaing ketat melawan perwakilan dari 19 negara dan membawa pulang total satu medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu.

Raihan ini mengantar Tim HBA Indonesia menjadi juara kedua secara keseluruhan, hanya di bawah Prancis yang berhasil menggenggam tiga medali emas.

“Kami sangat bangga atas pencapaian tim di kejuaraan ini yang merupakan kejuaraan IHAA paling bergengsi di dunia dan para atlet HBA Indonesia dapat menunjukkan prestasinya,” ujar Ketua Kontingen HBA Indonesia, Deri Asta.

Deri, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi HBA PP PORDASI, menjelaskan bahwa persiapan menuju kejuaraan ini berlangsung panjang dan penuh perjuangan. Seleksi ketat digelar di Kejuaraan HBA Piala Ketum PP PORDASI di Bali pada Mei 2025, dilanjutkan dengan try out di Banten pada Juni, yang menjadi batu loncatan bagi ketiga atlet untuk berlaga di Amerika Serikat.

“Para atlet ini telah melalui proses seleksi yang ketat. Kemudian mereka juga menjalani pelatihan dan pembekalan baik secara mental, disiplin, kemampuan, dan pengawasan kesehatan yang dipusatkan di Yonkavkud I Sembrani Parongpong Jawa Barat sebelum diberangkatkan ke Amerika Serikat,” terang Deri.

Di ajang IHAA World Championships 2025, Kaisar Akthar Firdauz menunjukkan performa luar biasa dengan meraih medali emas di nomor Raid 2.3.5 serta medali perunggu kategori Junior. Sedangkan Omar El Farooq Putra Alleut sukses menyabet dua medali perak dari kategori Young Individual dan Overall Individual, serta dua medali perunggu di nomor Raid 2.3.5 dan Hunt Style.

Tidak hanya itu, pada kategori tim, ketiga atlet Indonesia ini juga berhasil merebut medali perak. Prestasi ini sekaligus mengokohkan posisi Tim HBA Indonesia sebagai runner-up juara umum.

Pelatih Tim HBA Indonesia, Bandiono, turut memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tim. Ia menyoroti tantangan berat selama kejuaraan, terutama soal adaptasi terhadap perbedaan waktu dan lingkungan.

“Faktor perbedaan waktu antara Indonesia dan Amerika Serikat memang cukup menjadi kendala, namun dengan pengawasan ketat, para atlet dapat beradaptasi termasuk dengan lingkungan dan kuda-kuda pertandingan yang sangat berbeda dengan kuda-kuda di Indonesia. Alhamdulillah performa para atlet Indonesia dalam kejuaraan ini cukup menjadi sorotan dari seluruh peserta yang hadir di kejuaraan,” ujar Bandiono.

Manajer Tim HBA Indonesia, Ali Fathi Assegaf, juga membeberkan tantangan lain yang harus dihadapi, yaitu menjaga asupan gizi agar performa atlet tetap optimal.

“Di kejuaraan ini persaingannya sangat ketat karena yang ikut kejuaraan ini sudah pasti para atlet-atlet terbaik dari negara masing-masing. Untuk itu menjadi kewajiban kami para official untuk mempersiapkan dan turut mengawasi kondisi atlet agar selalu bugar di antaranya dengan memberikan asupan vitamin dan makanan yang sehat,” jelas Ali.

Dukungan dari Pengurus Besar PORDASI juga tak kalah penting dalam perjalanan Tim HBA Indonesia. Ketua Umum PP PORDASI, Bapak Aryo Djojohadikusumo, beserta tim, memberikan bantuan sejak persiapan hingga kejuaraan, menjadi faktor kunci dalam kesuksesan ini.

Dengan hasil gemilang ini, Tim HBA Indonesia semakin mengukuhkan posisinya di dunia olahraga berkuda memanah internasional dan membuka peluang lebih besar untuk prestasi di masa depan.

Kontingen Tim HBA Indonesia dijadwalkan akan kembali ke Tanah Air pada 24 September 2025 dengan segudang cerita dan kebanggaan yang patut dibanggakan seluruh masyarakat Indonesia.