Honor Ungkap 3 Alasan Orang Indonesia Memilih Beli Tablet

Pasar tablet di Indonesia kian ramai. Berbagai brand teknologi memasarkan tablet dengan segmen yang beragam, mulai dari entry-level yang berbanderol murah, hingga flagship yang harganya tinggi.
Momentum ini juga dimanfaatkan oleh Honor, produsen smartphone asal China, yang come back ke Indonesia setelah enam tahun absen.
Belum genap setahun come back, Honor sudah merilis lima model tablet di Tanah Air, yakni Honor Pad 10, Honor Pad X9a, Honor Pad X7, Honor Pad 9, dan Honor Pad X8a.
Kelima tablet di atas ditargetkan untuk segmen berbeda. Mulai dari tablet penunjang produktivitas layaknya PC hingga pendukung hiburan.
Honor punya alasan sendiri mengapa cukup percaya diri merilis sederet tablet dengan segmen beragam, meski baru kembali masuk pasar Indonesia.
Menurut President of Honor South Pacific, Justin Li, berdasarkan riset internal Honor, ada tiga alasan yang membuat konsumen Indonesia membeli tablet.
"Berdasarkan riset kami, konsumen di Indonesia membeli tablet karena tiga alasan utama, aksesori yang lengkap, software yang nyaman digunakan, dan layar berkualitas tinggi," kata Justin Li dalam wawancara tertulisnya kepada KompasTekno, Jumat (19/9/2025).
President of Honor South Pacific, Justin Li (kiri) di acara First Official Launch Event yang digelar Honor di Opus Grand Ballroom, Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2025).
Tablet yang dilengkapi aksesori bawaan yang lengkap seperti keyboard, stylus (pena digital), atau casing, dianggap lebih menarik karena bisa "menyulap" tablet dari sekadar perangkat hiburan menjadi perangkat untuk bekerja atau belajar.
Dengan adanya keyboard, misalnya, tablet bisa dipakai untuk mengetik dokumen, membuat presentasi, atau bahkan menggantikan laptop untuk aktivitas ringan.
Sementara stylus bermanfaat untuk mencatat, menggambar, atau mengedit foto dan video dengan lebih presisi. Aksesori ini, menurut Honor, menjadi daya tarik yang membuat tablet lebih serba guna.
Selain aksesori, faktor lain adalah software atau sistem operasi yang nyaman digunakan.
Banyak konsumen menilai tablet yang mampu memberikan pengalaman penggunaan mirip PC, namun tetap simpel sangat membantu, khususnya untuk multitasking.
Hal ini meliputi kemampuan tablet untuk membuka banyak aplikasi dalam satu layar (multi-window), integrasi dengan perangkat lain, hingga fitur produktivitas khusus seperti aplikasi catatan pintar dan pengolah dokumen.
Semakin mudah digunakan dan semakin lengkap dukungan software bawaan, maka semakin besar peluang konsumen untuk memilih tablet tersebut.
Faktor terakhir adalah layar dengan kualitas tinggi. Bagi pengguna di Indonesia, layar tajam dengan resolusi tinggi dan refresh rate mulus sangat penting, terutama untuk menonton video, bermain game, membaca e-book, atau bekerja dengan konten visual.
Jika kualitas layar baik, pengalaman penggunaan pun meningkat drastis, baik untuk hiburan maupun produktivitas.
Justin Li menambahkan tablet saat ini tidak hanya sekadar perangkat yang digunakan untuk hiburan, tetapi juga produktivitas.
"Jadi, penggunaannya tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga produktivitas," kata Justin.
Fitur AI Summary di Honor Pad 10 dalam acara Honor All-Scenario yang digelar di Melas Dining Lounge di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/9/2025).
Dukungan AI jadi poin plus
Honor juga menyuntikan dukungan AI ke produk tabletnya untuk memikat pasar Indonesia. Salah satu yang disematkan adalah AI Notes, fitur berbasis AI yang dapat merangkum catatan panjang menjadi poin-poin penting melalui fungsi AI Summary.
Kemudian ada AI Handwriting Beautification yang mampu memperbaiki tulisan tangan agar terlihat lebih rapi.
Ada pula AI Translation yang memungkinkan pengguna menerjemahkan teks secara instan untuk mendukung pembelajaran maupun pekerjaan, serta AI Dynamic Display yang secara otomatis menyesuaikan tingkat kecerahan layar berdasarkan konten yang ditampilkan.
Selain deretan fitur AI, Honor juga mempertimbangkan "value for money", sehingga bisa menawarkan produk yang lebih mudah dijangkau konsumen Indonesia.
Rencana ke depan
Peluncuran tiga tablet terbaru Honor juga tidak lepas dari momen besar come back perusahaan asal China tersebut ke Indonesia.
Setelah enam tahun absen sejak 2019, Honor kembali hadir dengan status baru sebagai merek independen terpisah dari Huawei.
Justin Li juga menegaskan bahwa come back-nya Honor kali ini akan jauh lebih terarah.
Honor tidak lagi fokus meramaikan pasar ponsel entry-level, melainkan menitikberatkan segmen menengah hingga atas yang dinilai mampu memberi nilai (value) lebih bagi pengguna.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Honor juga berencana membuka 10 flagship store di Indonesia.
Toko-toko fisik ini akan menjadi wadah pengguna dan calon konsumen untuk merasakan langsung produk serta layanan Honor. Toko pertama disebut akan dibuka sekitar Maret atau April 2025.
Dengan strategi tersebut, Honor berharap bisa bertahan lebih lama di pasar Indonesia, sekaligus memperkuat ekosistem produk mereka untuk berbagai kebutuhan konsumen, mulai dari smartphone, tablet, hingga perangkat wearable.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.