Finalis Miss Universe Indonesia 2025 Rhany Riyanti Dirikan Rumah Belajar Anak
Rhany Riyanti, Finalis Top 16 Miss Universe Indonesia 2025 mengisahkan perjalanannya dalam mendampingi anak-anak serta ibu-ibu di Gunung Kidul, Yogyakarta.
Rhany mengatakan, kepeduliannya pada isu stunting berawal dari kampanye Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2024 lalu.
"Dari situ saya mulai riset apa itu stunting, dan bagaimana masa emas anak ternyata tidak cukup hanya sampai usia balita. Saya terapkan ilmu itu di Rumah Belajar saya di Gunung Kidul," ujarnya saat acara bootcamp Miss Universe 2025 di RPTRA Rawa Badak Selatan, Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Rumah Belajar mandiri
Rhany mendirikan rumah belajar mandiri di Gunung Kidul, Yogyakarta yang kini memiliki 26 anak didik, mulai dari usia taman kanak-kanak hingga SMP.
Ia juga mengelola tiga perpustakaan komunitas di kawasan Manggarai, Sungai Bambu, dan Serpong, yang sudah berdiri selama 12 tahun dan memiliki sekitar 250 adik binaan.
"Kami mengajak anak-anak untuk membiasakan membaca 15 menit setiap hari. Ini kampanye literasi minat baca sejak dini, sebagai senjata melawan kemiskinan," tambahnya.
Di rumah belajar tersebut, Rhany mengajak ibu-ibu untuk menyiapkan makanan sehat sederhana dari bahan yang terjangkau.
"Saya sering bilang ke ibu-ibu, kalau bapaknya mancing ikan sungai jangan dilepas lagi, kasih buat lauk anak-anak, jadi gizi tercukupi," tuturnya.
Kegiatan di Rawa Badak Selatan
(Kiri-Kanan) Felitsa, Kirana Larasati, Rita Nurmaliza, Rhany Riyanti, dalam bootcamp di RPTRA Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara, pada Rabu (17/9/2025).
Dalam bootcamp Miss Universe Indonesia, perempuan 29 tahun itu bersama finalis lain juga turun langsung ke warga.
Para finalis dibagi ke tiga kelompok di wilayah RW 05, Kecamatan Koja, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara.
Ada yang juga menyusuri RW 02 dalam kegiatan perlindungan anak, serta ada yang berkunjung ke RW 10 dan RW 11 dalam kegiatan UMKM.
Rhany bersama tiga finalis lain ikut memasak bersama ibu-ibu PKK RW 05 di RPTRA Rasela. Menu yang dibuat pun sederhana dan sehat, seperti nugget wortel yang kaya serat dan vitamin.
Rhany terlihat aktif berinteraksi dengan warga, khususnya para ibu. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan program yang sudah ia jalankan selama bertahun-tahun.
"Pencegahan stunting itu simpel, simpelnya karena memutuskan tali pemikiran, bahwa anak itu tidak hanya cukup diberi makan dan kenyang," katanya
"Jadi mulai sekarang, berhentilah ibu-ibu untuk kasih makanan instan, terutama mie instan. Lebih baik pindah ke ikan, apalagi ikan juga udah ada di sini, karena protein dan gizinya juga lebih banyak," lanjutnya.
Dari komunitas untuk masa depan
Felitsa, Rita Nurmaliza, Rhany Riyanti, Kirana Larasati, dalam bootcamp Finalis Miss Universe 2025, di RPTRA Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara, Rabu (17/9/2025).
Kerja komunitas Rhany telah menunjukkan hasil. Beberapa anak binaan di perpustakaan Manggarai berhasil meraih beasiswa ke luar negeri dan kini kembali mengajar adik-adik mereka.
“Alhamdulillah, mereka sekarang kuliah dan mau mengajar lagi. Itu hal kecil tapi berdampak besar,” ucapnya.
Selain fokus pada literasi dan gizi, Rhany juga membawa advokasi kesejahteraan hewan (animal welfare) dalam ajang Miss Universe Indonesia 2025.
Dengan semangat yang dibawa dari komunitas, Rhany yakin programnya bisa terus berkembang.
Ia berharap partisipasinya di Miss Universe Indonesia 2025 membuka jalan lebih luas untuk mengajak banyak orang peduli literasi, gizi, dan kesejahteraan hewan.
“Saya percaya, jika konsisten, hal kecil yang kita lakukan akan membawa dampak besar di masa depan,” ujarnya.
Rhany menunjukkan bahwa kepedulian pada anak dan lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana, yakni membiasakan membaca, makan bergizi, dan menumbuhkan rasa empati.
Lewat panggung Miss Universe Indonesia, ia berharap suara kecil dari Rumah Belajar bisa menggema ke seluruh Indonesia.
“Saya ingin menjadi suara anak-anak yang belum bisa bersuara. Dengan literasi dan gizi yang baik, anak-anak punya kesempatan lebih besar untuk tumbuh sehat dan cerdas,” pungkasnya.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.