100 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun, Siap Buka 7.000 Lapangan Kerja Permanen
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) selesai pada tahun 2025.
Program ini diproyeksikan mampu membuka hingga 7.000 lapangan kerja permanen serta 20.000 lapangan kerja non-permanen di sektor konstruksi.
Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Ditjen Perikanan Tangkap KKP, Mahrus, menjelaskan penyerapan tenaga kerja akan terbagi ke dalam dua sektor utama.
Pertama, bantuan kapal perikanan di setiap kampung akan menciptakan 20 lapangan kerja baru. Dengan 100 kampung, sektor ini diperkirakan menyerap 2.000 tenaga kerja nelayan.
Kedua, pembangunan fasilitas operasional seperti cold storage, pabrik es, bengkel, tambatan kapal, kios perbekalan, SPBN, sentra kuliner, dan koperasi. Setiap fasilitas ini mampu menyerap 50 tenaga kerja lokal. Dengan demikian, 100 kampung akan menciptakan 5.000 lapangan kerja di bidang operasional.
Selain itu, proyek ini juga melibatkan sekitar 20.000 tenaga kerja non-permanen di sektor konstruksi.
“Masyarakat nelayan lulusan SMK bisa menjadi operator fasilitas seperti cold storage atau pabrik es,” ujar Mahrus dikutip dari Antara.
Sudah Sampai Mana Progres Pembangunan?
KKP telah menetapkan 65 lokasi tahap pertama melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 55 Tahun 2025.
Target penyelesaian tahap pertama ini adalah 2 Desember 2025. Sementara 35 lokasi lainnya akan dimulai pada akhir Oktober 2025. Dengan demikian, 100 kampung nelayan diharapkan terealisasi hingga Maret 2026.
Staf Ahli Menteri KKP Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga, Trian Yunanda, menegaskan sebagian besar kontrak sudah diteken.
“Pada hari ini, sore ini insya Allah 59 lokasi sudah menandatangani kontrak. Enam lokasi lainnya kami bersiap, mudah-mudahan besok selesai semua kontrak ditandatangani untuk 65 lokasi tahap satu,” jelasnya.
Beberapa lokasi yang dipilih antara lain Lhok Pawoh di Aceh, Cikiruhwetan di Banten, Wanasari di Jawa Barat, Banyutowo di Jawa Tengah, Bandar Agung di Lampung, Supu di Maluku Utara, Adang di Alor, dan Dapenda di Jawa Timur.
Apa Target Jangka Panjang KNMP?
Program 100 kampung nelayan hanyalah langkah awal. Pemerintah menargetkan pembangunan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029.
Untuk 2026, KKP sudah menyiapkan rencana pembangunan 250 kampung baru dengan anggaran dialokasikan melalui DIPA APBN 2026.
“Untuk tahun 2026 kami akan melakukan pembangunan 250 kampung nelayan dan anggarannya insya Allah sudah ada di APBN Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran indikatif sebesar 250 Kampung Nelayan Merah Putih,” terang Trian.
Selain membuka lapangan kerja, KNMP ditujukan untuk memperkuat produktivitas nelayan dan ketahanan pangan.
Program ini juga membangun sarana produksi untuk unit bisnis yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui rekayasa sosial.
KNMP digadang-gadang mampu menciptakan pusat perekonomian baru, termasuk di bidang pariwisata.
Pemerintah juga menekankan aspek lingkungan, khususnya memperbaiki kondisi kampung pesisir yang rentan abrasi. Setiap lokasi KNMP diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp22 miliar.
Program KNMP menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi nasional 8+4+5 yang diumumkan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Dari lima program penyerapan tenaga kerja dalam paket tersebut, KNMP ditargetkan menciptakan 200.000 lapangan kerja jangka panjang.
Selain itu, program lain seperti revitalisasi tambak pantura, modernisasi kapal nelayan, hingga perkebunan rakyat diharapkan membuka jutaan lapangan kerja baru dalam beberapa tahun ke depan.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "K".
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.