Kisah BRILink Agen di Jepara, Dorong Inklusi Keuangan dan Buka Lapangan Kerja

BRILink Agen Warung Concept di Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Jepara
BRILink Agen Warung Concept di Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Jepara

 Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam memperluas inklusi keuangan hingga pelosok desa terus diwujudkan melalui program BRILink Agen. Kehadiran agen ini menjadi perpanjangan tangan layanan perbankan di tengah masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Salah satu contohnya adalah BRILink Agen Warung Concept yang berlokasi di Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Agen ini telah beroperasi sejak 2013 dan berada di bawah binaan BRI Unit Srobyong.

BRILink Agen Warung Concept milik Rochim, yang akrab disapa Owie, menjadi solusi transaksi perbankan bagi masyarakat yang selama ini tinggal jauh dari jaringan ATM maupun kantor bank. Seiring waktu, keberadaan agen tersebut tidak hanya memudahkan akses layanan keuangan, tetapi juga tumbuh menjadi bagian dari denyut ekonomi desa.

BRILink Agen Warung Concept di Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Jepara

Owie menuturkan, motivasi awalnya mengelola BRILink Agen adalah menghadirkan layanan transaksi keuangan yang mudah diakses dan terpercaya bagi warga desa. Namun, pada tahap awal, ia mengakui bahwa layanan transaksi digital belum sepenuhnya mendapat kepercayaan masyarakat.

“Saat itu, banyak masyarakat yang masih ragu terhadap transaksi online, sehingga kami mulai mengenalkan layanan ini secara langsung, kami bagikan brosur, kalender, dan souvenir kecil agar mereka tertarik, dan kami di sana sembari melakukan edukasi. Alhamdulillah, seiring waktu dan pengalaman bertransaksi, kepercayaan masyarakat pun tumbuh,” ujar Owie dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

Kerja keras tersebut berbuah hasil. Kini, BRILink Agen Warung Concept menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat sekitar. Setiap hari, agen ini melayani berbagai transaksi perbankan, mulai dari tarik tunai, transfer, hingga pembayaran kebutuhan rutin seperti listrik, PDAM, dan angsuran lainnya.

Dengan jam operasional yang panjang, yakni pukul 07.00 hingga 22.00 WIB, tujuh hari dalam seminggu, layanan BRILink Agen ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam bertransaksi. Mayoritas pengguna layanan berasal dari keluarga yang anggota keluarganya bekerja di perantauan, serta warga sekitar yang memanfaatkan agen sebagai perantara pembayaran kewajiban bulanan tanpa harus pergi ke kota.

Lebih dari sekadar penyedia layanan keuangan, keberadaan BRILink Agen ini juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi keluarga pengelola dan lingkungan sekitar. Sejak dirintis sekitar 12 tahun lalu, usaha tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, mulai dari mencukupi kebutuhan hidup, membiayai pendidikan anak hingga ke jenjang perguruan tinggi, hingga membeli aset produktif.

Usaha yang awalnya bergerak di bidang percetakan bahkan kini berkembang dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, seiring bertambahnya jumlah karyawan. Saat ini, Warung Concept telah memiliki dua outlet yang beroperasi di wilayah Jepara.

“Dampak paling besar yang kami rasakan adalah kepercayaan masyarakat. Dari situ usaha kami tumbuh, lapangan kerja tercipta. Alhamdulillah, BRILink Agen juga bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup hingga memberikan pendidikan anak ke jenjang perguruan tinggi,” ucapnya.

Kisah BRILink Agen Warung Concept menjadi gambaran nyata bagaimana layanan keuangan berbasis komunitas, melalui kolaborasi antara BRI dan masyarakat, mampu mendorong inklusi keuangan, memperkuat ekonomi lokal, serta menjadi penggerak kemandirian masyarakat desa secara berkelanjutan.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengapresiasi peran para mitra BRILink Agen yang tidak hanya menghadirkan layanan perbankan, tetapi juga memberi dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“BRILink Agen telah menjadi mitra strategis yang tumbuh bersama masyarakat. Ketika agen mampu membangun kepercayaan, mengelola usaha secara konsisten, dan menopang kehidupan keluarganya, di situlah program inklusi keuangan memberikan makna yang sesungguhnya,” ujar Akhmad. (LAN)