Eliano Reijnders Ukir Debut di Persib, Ungkap Perbedaan Liga Indonesia dan Belanda
Personel Timnas Indonesia, Eliano Reijnders, baru saja melakukan debutnya di Liga Indonesia bersama Persib Bandung.
Eliano Reijnders lantas mengungkap perbedaan bermain di Super League 2025-2026 Indonesia dan Eredivisie Belanda.
Eliano Reijnders masuk pada menit ke-60 laga pekan kelima Super League 2025-2026 melawan Persebaya Surabaya.
Ia membantu Persib memenangkan laga yang digelar pada Jumat (12/9/2025) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tersebut. Persib menutup laga dengan kemenangan 1-0.
Cuaca menjadi tantangan bagi mantan pemain PEC Zwolle ini.
“Saya rasa, perbedaannya adalah karena perbedaan cuaca jadi tentu saja sulit bermain di sini. Di sini (Indonesia) cukup panas,” kata Eliano.
Lebih lanjut ia menuturkan, kompetisi di Indonesia terasa kompetitif karena hampir semua tim bisa saling mengalahkan karena diperkuat pemain-pemain bagus.
Soal karakter permainan yang diperagakan oleh klub-klub Liga Indonesia, Eliano Reijnders menilai sebuah tim harus bisa bertahan dengan kokoh, namun tajam saat menyerang.
Saat ia membela PEC Zwolle di Eredivisie, terkadang ada tim yang benar-benar bermain hanya untuk bertahan.
“Tapi di sini juga banyak diperkuat pemain yang bagus. Saya merasa kalau di sini kami harus menyerang, bertahan, menyerang, bertahan,” tuturnya menjelaskan.
“Sedangkan di Eropa kadang ada tim yang memilih untuk hanya bertahan saja. Tetapi kalau di Indonesia harus bertahan dan menyerang,” urai dia.
Atmosfer Laga Kandang Persib Bandung
Pemain baru Persib Bandung, Eliano Reijnders, beraksi pada pertandingan pekan kelima Super League 2025-2026 Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Eliano Reijnders menghabiskan waktunya bermain di Eredivisie dengan memperkuat PEC Zwolle, persis sejak dirinya promosi ke skuad utama musim 2020.
Pada usianya yang ke-24, adik kandung pesepak bola Manchester City, Tijjani Reijnders, ini memutuskan gabung Persib, menyusul kompatriotnya di Timnas Indonesia, Thom Haye.
Ia merasakan atmosfer luar biasa di laga Persib vs Persebaya, melihat Bobotoh, sebutan pendukung Persib, terus bernyanyi, sehingga menjadi energi tambahan pemain.
Atmosfer seperti ini sebenarnya sudah pernah ia rasakan kala membela Timnas Indonesia saat bermain di Gelora Bung Karno (Jakarta) dan Gelora Bung Tomo (Surabaya).
“Sangat bagus karena saya melihat di sepanjang pertandingan mereka terus bernyanyi. Ini berbeda dengan Eropa dan saya sangat menyukainya,” kata pemain yang punya posisi murni di pos bek sayap kanan ini.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.