Banjir Bali, Wisatawan Diimbau Hindari Wisata Rafting dan Kayaking

Wisata Bali, Banjir Bali, bali banjir 2025, bali banjir, Banjir Bali, Wisatawan Diimbau Hindari Wisata Rafting dan Kayaking, 1. Bali Handara Golf & Resort , 2. Biorock, 3. Pantai Lovina, 4. Gedong Kirtya, 5. Puri Agung Buleleng, 6. Rumah Nyoman Rai Srimben, 7. Dapur Bali Mula

Sejumlah kawasan di Bali bagian selatan seperti Denpasar dan sekitarnya dilanda banjir hingga Rabu (10/9/2025).

Maka dari itu, guna meminimalkan risiko bahaya banjir Bali, wisatawan diimbau untuk menghindari wisata rafting dan kayaking.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (DPD ASITA) Bali I Putu Winastra kepada Kompas.com melalui pesan suara, Rabu (10/9/2025).

"Tidak sarankan ke destinasi yang bersinggungan dengan alam, misalnya sungai, rafting, kayaking, dan sebagainya, begitu juga ke laut, karena gelombangnya lagi agak tinggi," kata Putu.

Ia mengkonfirmasi bahwa banjir saat ini melanda Denpasar dan beberapa area di Bali bagian selatan, hal ini berdampak kepada rusaknya beberapa infrastruktur.

"Kalau kita bicara obyek wisata, kami belum dapat laporan tentang kerusakan atau sampai ditutup, yang jelas beberapa area yang terdampak memang (Bali bagian) Selatan, kalau di luar itu, masih aman menurut saya," tuturnya.

Melihat kondisi ini, Putu mengatakan bagi wisatawan yang hendak berlibur ke Bali dalam waktu dekat disarankan untuk memilih wisata budaya seperti berkunjung ke desa wisata.

"Kami sarankan ke destinasi yang mempersembahkan lebih banyak budaya, seperti desa wisata, experience (pengalaman) beberapa kegiatan pariwisata budaya," katanya.

Disarankan ke Bali utara seperti Buleleng

Salah satu kawasan wisata di Pulau Bali yang bisa dikunjungi untuk mendapatkan pengalaman wisata budaya seperti di Kabupaten Buleleng, tepatnya di Bali bagian Utara.

Dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara, cuaca kawasan Buleleng belakangan masih normal dan aman untuk kunjungan wisata.

"Sekarang tidak musim hujan, kalau musim sekarang (di Kabupaten Buleleng) adalah musim kemarau," kata Dody kepadea Kompas.com via WhatsApp, Rabu (10/9/2025).

Menambahkan dari (14/8/2024), berikut beberapa pilihan tempat wisata yang bisa disambangi jika hendak liburan ke Buleleng:

1. Bali Handara Golf & Resort 

Wisatawan yang menyukai wisata alam pegunungan, suasana yang sejuk, serta atraksi golf, sepertinya cocok berkunjung ke Bali Handara Golf & Resort. Lokasinya ada di dataran tinggi, tepatnya di Singaraja, Bali Utara.

Wisata Bali, Banjir Bali, bali banjir 2025, bali banjir, Banjir Bali, Wisatawan Diimbau Hindari Wisata Rafting dan Kayaking, 1. Bali Handara Golf & Resort , 2. Biorock, 3. Pantai Lovina, 4. Gedong Kirtya, 5. Puri Agung Buleleng, 6. Rumah Nyoman Rai Srimben, 7. Dapur Bali Mula

Potret Kompas.com bersama peserta Press Tour Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di gerbang ikonis Handara Golf & Resort, Jumat (9/8/2024).

Di sini wisatawan bisa menginap sembari menikmati pemandangan hamparan rumput hijau, mencoba beragam menu khas Bali di restoran, serta belajar golf.

Handara Golf & Resort juga terkenal dengan gerbang ikonis berarsitektur tradisional Bali. Bila berkesempatan mampir, jangan lewatkan mengabadikan momen di sana.

2. Biorock

Di Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Bali Utara terdapat area konservasi terumbu karang bernama Biorock. Wisatawan bisa belajar bagaimana proses konservasi terumbu karang, serta bisa langsung snorkeling melihat keindahan terumbu karang.

Wisata Bali, Banjir Bali, bali banjir 2025, bali banjir, Banjir Bali, Wisatawan Diimbau Hindari Wisata Rafting dan Kayaking, 1. Bali Handara Golf & Resort , 2. Biorock, 3. Pantai Lovina, 4. Gedong Kirtya, 5. Puri Agung Buleleng, 6. Rumah Nyoman Rai Srimben, 7. Dapur Bali Mula

Potret penyelam di antara terumbu karang di Biorock Pemuteran, Bali Utara, Jumat (9/8/2024).

Kawasan Biorock di Pemuteran cocok didatangi oleh wisatawan yang mencari suasana tenang untuk healing, karena di sini tidak ada keramaian gerai bermusik meriah.

3. Pantai Lovina

Pantai Lovina berjarak sekitar 10 kilometer dari kota Singaraja. Adapun atraksi wisata yang popular di Pantai Lovina yaitu melihat lumba-lumba pada saat matahari terbit.

Wisata Bali, Banjir Bali, bali banjir 2025, bali banjir, Banjir Bali, Wisatawan Diimbau Hindari Wisata Rafting dan Kayaking, 1. Bali Handara Golf & Resort , 2. Biorock, 3. Pantai Lovina, 4. Gedong Kirtya, 5. Puri Agung Buleleng, 6. Rumah Nyoman Rai Srimben, 7. Dapur Bali Mula

Dokumentasi perjalanan berburu lumba lumba di Pantai Lovina, Bali Utara, Sabtu (10/8/2024).

Wisatawan bisa menumpangi perahu dari pinggir pantai menuju tengah laut untuk menyaksikan lumba-lumba liar berenang.

Pantai Lovina dikenal dengan suasana pantai yang tenang, jadi cocok untuk wisatawan yang ingin berwisata dengan suasana jauh dari keramaian.

4. Gedong Kirtya

Di Kabupaten Buleleng terdapat perpustakaan lontar yang menyimpan jutaan cerita masa lampau. Perpustakaan ini bernama Gedong Kirtya, didirikan pada 2 Juni 1928 dan mulai dibuka untuk umum pada 14 September 1928.

Wisata Bali, Banjir Bali, bali banjir 2025, bali banjir, Banjir Bali, Wisatawan Diimbau Hindari Wisata Rafting dan Kayaking, 1. Bali Handara Golf & Resort , 2. Biorock, 3. Pantai Lovina, 4. Gedong Kirtya, 5. Puri Agung Buleleng, 6. Rumah Nyoman Rai Srimben, 7. Dapur Bali Mula

Tampak depan Museum Gedong Kirtya, Singaraja, Bali.

Di sini wisatawan bisa belajar bagaimana sejarah lontar, teknik dan alat yang dipakai untuk menulis di atas lontar, hingga bisa mengintip isi lembaran lontar kuno.

Bila tertarik datang berkunjung, Gedong Kirtya beralamat di Jalan Veteran Nomor 20, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali.

5. Puri Agung Buleleng

Sekitar 500 meter dari Gedong Kirtya, wisatawan bisa berkunjung ke Puri Agung Buleleng. Puri ini dijuluki sebagai "Istana Kerajaan Singaraja" di Buleleng, dibangun oleh Raja Ki Gusti Anglurah Pandji Sakti pada 30 Maret 1604.

Wisata Bali, Banjir Bali, bali banjir 2025, bali banjir, Banjir Bali, Wisatawan Diimbau Hindari Wisata Rafting dan Kayaking, 1. Bali Handara Golf & Resort , 2. Biorock, 3. Pantai Lovina, 4. Gedong Kirtya, 5. Puri Agung Buleleng, 6. Rumah Nyoman Rai Srimben, 7. Dapur Bali Mula

Puri Agung Buleleng, wisata sejarah di Bali Utara, Sabtu (10/8/2024).

Puri ini mulai dibuka untuk kunjungan wisatawan sejak 2007, setelah sempat digunakan sebagai tuan rumah acara pertemuan raja-raja Nusantara.

6. Rumah Nyoman Rai Srimben

Sekitar 500 meter dari Puri Agung Buleleng, terdapat kawasan Rumah Nyoman Rai Srimben, yaitu rumah ibu Bung Karno.

Wisata Bali, Banjir Bali, bali banjir 2025, bali banjir, Banjir Bali, Wisatawan Diimbau Hindari Wisata Rafting dan Kayaking, 1. Bali Handara Golf & Resort , 2. Biorock, 3. Pantai Lovina, 4. Gedong Kirtya, 5. Puri Agung Buleleng, 6. Rumah Nyoman Rai Srimben, 7. Dapur Bali Mula

Rumah Asal Nyoman Rai Srimben, Ibunda Bung Karno, di Buleleng, Sabtu (10/8/2024).

Di sinilah saksi bisu kisah cinta antara ayah Bung Karno, yaitu Raden Soekamo Sosrodiharjo, dan sang ibunda Nyoman Rai Srimben.

Wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini akan mengetahui bagaimana kisah cinta kedua orang tua Bung Karno. Lengkap dengan rumah sang Ibunda yang bentuknya masih sama.

Kawasan Rumah Nyoman Rai Sarimben berlokasi di Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Kabupaten Buleleng, Bali.

7. Dapur Bali Mula

Berkunjung ke Bali Utara tidak lengkap rasanya bila belum bersantap di Dapur Bali Mula. Lebih dari sekadar dapur, tempat ini merupakan jantung dari tradisi pembuatan arak khas Bali.

Wisata Bali, Banjir Bali, bali banjir 2025, bali banjir, Banjir Bali, Wisatawan Diimbau Hindari Wisata Rafting dan Kayaking, 1. Bali Handara Golf & Resort , 2. Biorock, 3. Pantai Lovina, 4. Gedong Kirtya, 5. Puri Agung Buleleng, 6. Rumah Nyoman Rai Srimben, 7. Dapur Bali Mula

Proses penyulingan tuak wajah menjadi arak di Dapur Bali Mula, Buleleng, Minggu (11/8/2024).

Pembuatan arak di sini dilakukan secara tradisional, seperti dimasak menggunakan kayu bakar, serta proses penyulingan menggunakan batang bambu.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.