Ada Lukisan Asli Raden Saleh di Galeri Nasional Indonesia, Cuma Sampai 15 September 2025

lukisan penangkapan diponegoro, lukisan penangkapan pangeran diponegoro, pameran nyala 200 tahun perang diponegoro, lukisan asli penangkapan pangeran diponegoro, lukisan asli raden saleh ada dimana, Ada Lukisan Asli Raden Saleh di Galeri Nasional Indonesia, Cuma Sampai 15 September 2025

Kamu tentu tidak asing dengan salah satu lukisan karya Raden Saleh yang memperlihatkan potret penangkapan Pangerang Diponegoro. Lukisan ini cukup ikonis dalam sejarah Indonesia.

Lukisan ini menggambarkan visualisasi peristiwa penting yang terjadi pada 28 Maret 1830, ketika Pangeran Diponegoro, salah satu pahlawan bangsa, ditangkap oleh Belanda di Magelang.

Menambahkan dari Kompas.com, Lukisan Raden Saleh ini dibuat pada 1857 atau 27 tahun setelah peristiwa penangkapan berlangsung. 

Lukisan ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap lukisan karya pelukis asal Belanda benama Nicolas Pieneman.

Pada tahun 1835, Nicolas Pieneman melukiskan peristiwa penangkapan Raden Saleh dengan visual wajah Pangeran Diponegoro yang pasrah. Setelah itu, sekitar 22 tahun kemudian lukisan Raden Saleh lahir dengan beragam koreksi. 

Pada lukisan yang dibuat oleh Raden Saleh, wajah Pangeran Diponegoro tampak menunjukkan perlawanan dan tegas.

Selain itu Raden Saleh juga memvisualisasikan detail batik yang dipakai para pribumi pada masa itu, dan melukis bentuk kepala penjajah Belanda menjadi lebih besar.

lukisan penangkapan diponegoro, lukisan penangkapan pangeran diponegoro, pameran nyala 200 tahun perang diponegoro, lukisan asli penangkapan pangeran diponegoro, lukisan asli raden saleh ada dimana, Ada Lukisan Asli Raden Saleh di Galeri Nasional Indonesia, Cuma Sampai 15 September 2025

Potret lukisan Raden Saleh di Pameran NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025).

Lukisan penangkapan Pangerang Diponegoro karya Raden Saleh yang asli biasanya disimpan di Istana Kepresidenan dan tidak bisa diihat bebas oleh masyarakat umum.

Kini, kamu bisa melihat lukisan asli tersebut dengan jelas dalam Pameran NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro yang digelar di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.

"Pameran ini digelar sampai tanggal 15 September 2025, di sini dipamerkan karya seni yang berkaitan dengan Perang Diponegoro," kata salah satu pemandu bernama Dia di Galeri Nasional Indonesia, Selasa (9/9/2025).

Galeri Nasional Indonesia  berlokasi di Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 14, RT 6/ RW 1, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Jika hendak berkunjung, kamu bisa membeli tiket di loket terlebih dahulu. Loket tiket Galeri Nasional Indonesia berada di sebelah kiri dari arah pintu masuk kawasan.

Proses registrasi bisa dilakukan di loket menggunan kode barcode, kemudian membayar tarif tiket sesuai jumlah tiket yang dipesan.

Tiket masuk Pameran Perang Diponegoro sudah termasuk tiket masuk kawasan Galeri Nasional. Berikut rincian harga tiketnya:

  • Anak (usia 3-12 tahun): Rp 25.000 per orang
  • Dewasa (13-60 tahun): Rp 50.000 per orang
  • Warga Negara Asing: Rp 100.000 per orang
  • Anak usia kurang dari 3 t ahun, dan lansia di atas 60 tahun: gratis.

lukisan penangkapan diponegoro, lukisan penangkapan pangeran diponegoro, pameran nyala 200 tahun perang diponegoro, lukisan asli penangkapan pangeran diponegoro, lukisan asli raden saleh ada dimana, Ada Lukisan Asli Raden Saleh di Galeri Nasional Indonesia, Cuma Sampai 15 September 2025

Potret pengunjung melihat lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025).

Setelah membeli tiket, setiap pengunjung nantinya akan mendapatkan gelang sebagai tanda pengunjung museum. 

Kemudian, pengunjung diarahkan untuk menitipkan tas dan barang bawaan lainnya di dalam loker yang telah disediakan.

Setelah itu, pengunjung bisa langsung masuk ke Gedung A Galeri Nasional Indonesia dan melihat isi pameran.

Di setiap ruangan pameran akan ada pemandu yang menjelaskan terkait benda yang dipajang. Jadi tidak perlu khawatir apabila kamu bingung dengan makna pajangan yang ada di sana.

Penting untuk diketahui bahwa pengunjung diperbolehkan untuk mendokumentasikan isi pameran. Asalkan, tidak menggunakan tripod dan tidak pula menyalakan flash kamera.

Pengunjung juga dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam ruang pameran, dan dilarang untuk menyentuh pajangan yang dipamerkan.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.