Cacingan Masih Jadi Ancaman di Indonesia, Begini Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

Kasus kematian Raya (3), balita asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing, kembali membuka mata publik bahwa penyakit cacingan masih menjadi ancaman serius di Indonesia, terutama bagi anak-anak.
Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyebutkan, infeksi parasit seperti cacingan masih banyak terjadi di negara berkembang.
Penyebab utamanya adalah sanitasi lingkungan yang buruk, higienitas rendah, serta padatnya pemukiman kumuh yang menjadi tempat subur penularan penyakit.
Kondisi tersebut masih banyak ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan diri maupun lingkungan membuat anak-anak lebih rentan terinfeksi cacing.
Jenis-Jenis Cacing Penyebab Cacingan
Cacingan pada anak disebabkan oleh masuknya cacing ke dalam tubuh. Parasit ini hidup dengan menyerap nutrisi dari tubuh inangnya dan berkembang biak dalam jumlah besar, sehingga mengakibatkan kekurangan gizi dan masalah kesehatan lain.
Beberapa jenis cacing yang kerap menjadi penyebab antara lain:
1. Cacing kremi (Enterobius vermicularis)
Hidup di usus besar dan sering menempelkan telurnya di sekitar anus sehingga menimbulkan rasa gatal. Penularan biasanya terjadi saat anak bermain tanah dan tidak mencuci tangan sebelum makan.
2. Cacing gelang (Ascariasis lumbricoides)
Masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing. Hidup di usus halus, kadang berpindah ke paru-paru dan menimbulkan batuk.
3. Cacing pita (Taenia sp.)
Hidup menempel di dinding usus. Infeksi cacing pita bisa berlangsung tanpa gejala, namun dalam kasus berat dapat merusak jaringan tubuh.
4. Cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale)
Menyerang lewat pori-pori kulit, terutama saat kaki tidak memakai alas. Cacing tambang menyedot darah di usus dan bisa menyebabkan anemia serta menurunkan kecerdasan anak.
Gejala Cacingan pada Anak
Ada banyak jenis cacing yang dapat menginfeksi manusia dan berkembang biak di usus kita. Beberapa jenis cacing menyebabkan gatal di anus.
Menurut para ahli kesehatan, gejala cacingan bisa berbeda-beda tergantung jenis cacing dan kondisi tubuh anak. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai, antara lain:- Berat badan turun drastis dengan perut membuncit
- Nafsu makan berkurang
- Lemas, mudah mengantuk, dan tampak pucat
- Demam dan anemia
- Mata sayu, penurunan kecerdasan
- Nyeri perut, mual, muntah
- Gatal di sekitar anus
- Batuk berkepanjangan
- Feses mengandung darah atau cacing
Cara Mencegah Cacingan
Pencegahan merupakan langkah paling penting untuk melawan penyakit cacingan. Beberapa cara yang disarankan ahli kesehatan, antara lain:
- Memasak makanan hingga benar-benar matang, serta mencuci bahan makanan dengan air mengalir.
- Menjaga kebersihan rumah, terutama tempat lembap seperti kamar mandi.
- Membiasakan anak untuk menjaga kebersihan diri, termasuk mengganti pakaian dalam dan memotong kuku secara rutin.
- Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah dari toilet, atau setelah bermain di luar rumah.
- Mengonsumsi obat cacing secara rutin setiap enam bulan sekali, sesuai anjuran dokter.
Diagnosis dan Pengobatan
Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan sejumlah tes seperti pemeriksaan feses, tes darah, CT scan, hingga kolonoskopi bila diperlukan.
Jika terdeteksi positif, pasien biasanya diberikan obat antiparasit, seperti:
- Pyrantel pamoate untuk infeksi cacing kremi
- Mebendazole atau albendazole untuk cacing usus
- Metronidazole atau tinidazole untuk infeksi protozoa
Dalam kasus ringan, infeksi cacing bisa diatasi dengan obat sesuai resep dokter. Namun dalam kasus berat, seperti yang terjadi pada balita di Sukabumi, cacingan bisa berujung fatal bila terlambat ditangani.
Komplikasi Cacingan
Bila tidak segera diobati, cacingan berisiko menimbulkan komplikasi serius, antara lain:
- Dehidrasi akibat diare parah
- Anemia defisiensi zat besi
- Kekurangan gizi dan pertumbuhan terhambat
- Radang usus buntu
- Penyumbatan usus
- Prolaps rektum (dinding rektum keluar dari anus)
- Kerusakan organ jika parasit menyebar ke otak, mata, atau jantung
Kasus kematian balita di Sukabumi karena cacingan menjadi alarm bagi masyarakat bahwa kebersihan diri, makanan, dan lingkungan tidak boleh diabaikan. Selama ini cacingan sering dianggap penyakit biasa, padahal bisa berujung pada kematian anak.
Dengan menerapkan pola hidup bersih, menjaga sanitasi lingkungan, dan rutin memberikan obat cacing, penyakit cacingan dapat dicegah agar tidak lagi merenggut nyawa anak-anak di Indonesia.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!