Tawaran Menggiurkan untuk Shin Tae-yong, Bisa Jadi Orang dengan Gaji Tertinggi di Korsel
Rumor kepindahan Shin Tae Yong ke klub raksasa Korea Selatan, Ulsan HD, semakin mendekati kenyataan. Pelatih asal Korea Selatan itu dilaporkan telah menerima tawaran kontrak berdurasi dua tahun lima bulan dari manajemen Ulsan.
Dalam wawancara dengan media nasional KBS pada Kamis, 31 Juli 2025, STY mengakui bahwa tawaran resmi dari Ulsan sudah diterimanya sejak awal pekan.
"Saya mendapatkan tawaran dari Ulsan sejak Senin. Saat ini saya sedang mempertimbangkannya," ujar Shin seperti dikutip dari KBS.
KBS juga mengungkap detail dari tawaran tersebut, termasuk durasi kerja sama yang mencakup sisa musim ini hingga akhir 2027. Soal gaji, disebutkan bahwa nilai kontrak Shin masuk dalam jajaran tertinggi di sepakbola Korea Selatan.
"Kontrak Shin, yang mencakup sisa musim ini dan berlaku hingga akhir 2027, dilaporkan berdurasi dua tahun lima bulan. Gajinya per tahun disebut masuk daftar pendapatan tertinggi di Korea," tulis KBS.
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, manajemen Ulsan HD disebut akan membentuk struktur kepelatihan baru, namun tetap mempertahankan beberapa staf lama untuk menjaga kontinuitas tim.
Saat ini Ulsan HD tengah terpuruk di papan tengah klasemen sementara K League 1. Meski berstatus juara bertahan tiga musim berturut-turut, performa tim anjlok di musim ini. Dari 23 laga yang telah dimainkan, Ulsan hanya mengoleksi 31 poin dari 8 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 8 kekalahan. Hasil tersebut membuat mereka terdampar di posisi ketujuh.
Catatan buruk itu membuat manajemen Ulsan mengambil langkah tegas dengan memecat pelatih Kim Pan Gon. Nama Shin Tae Yong langsung mencuat sebagai kandidat utama untuk membenahi performa tim.
Gayung pun bersambut. Shin, yang sejak awal Januari 2025 belum kembali ke dunia kepelatihan setelah tak lagi menangani Timnas Indonesia, kini terbuka untuk peluang comeback.
Jika kesepakatan benar-benar terjalin, maka ini akan menjadi momen comeback Shin Tae Yong ke K League setelah 13 tahun. Terakhir kali ia tampil di kompetisi kasta tertinggi Korea sebagai pelatih Seongnam pada 2012