Alasan Persija Kontrak Panjang Shin Tae-yong 3 Tahun

Presiden Persija, Mohamad Prapanca (kiri) dan Pelatih Baru Persija, Shin Tae-yong (kanan)
Presiden Persija, Mohamad Prapanca (kiri) dan Pelatih Baru Persija, Shin Tae-yong (kanan)

 Persija Jakarta membuat keputusan besar dengan menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih anyar untuk menghadapi musim Super League 2026/2027. Tak tanggung-tanggung, Macan Kemayoran langsung memberikan kontrak berdurasi tiga tahun kepada pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Durasi kerja sama yang relatif panjang itu langsung memunculkan pertanyaan. Di tengah budaya sepak bola Indonesia yang kerap mengganti pelatih dalam waktu singkat saat hasil tidak sesuai harapan, langkah Persija memberikan kontrak tiga tahun kepada Shin Tae-yong dinilai cukup berani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Persija, Mohamad Prapanca, akhirnya mengungkap alasan di balik keputusan tersebut. Menurutnya, manajemen tidak hanya melihat Shin Tae-yong sebagai sosok yang mampu mendongkrak prestasi tim utama, tetapi juga figur yang dapat membangun fondasi klub dalam jangka panjang.

"Durasi kontrak (Shin Tae-yong) kurang lebih 3 tahun, kita berproses, tentunya coach Shin perlu terlibat dalam infrastruktur Persija untuk pengembangan pemain muda kita dan semua kita mencoba mengakselerasi 3 tahun ke depan," ujar Prapanca dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 8 Juni 2026.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Persija tidak sedang menjalankan proyek jangka pendek. Manajemen ingin Shin Tae-yong turut terlibat dalam pembangunan sistem pembinaan pemain muda yang menjadi salah satu fokus klub dalam beberapa tahun ke depan.

Rekam jejak Shin Tae-yong menjadi salah satu alasan utama di balik kepercayaan tersebut. Selama menangani Timnas Indonesia, ia dikenal berhasil mengembangkan banyak pemain muda yang kemudian menjadi andalan skuad Garuda di level internasional.

Karakter itulah yang dianggap sesuai dengan visi Persija. Klub ibu kota tersebut dalam beberapa musim terakhir juga cukup konsisten memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk tampil di level tertinggi.

Selain faktor pembinaan, Persija tentu berharap kehadiran Shin Tae-yong mampu mengembalikan tim ke jalur juara. Musim lalu, Macan Kemayoran harus puas finis di posisi ketiga klasemen Super League 2025/2026 dan kembali gagal menghentikan dominasi Persib Bandung yang sukses meraih gelar untuk musim ketiga secara beruntun.

Shin Tae-yong sendiri mengakui bahwa tantangan membawa Persija bersaing di papan atas menjadi salah satu alasan dirinya menerima tawaran tersebut.

"Sebelumnya memang melatih di Timnas Indonesia selama lima tahun jadi sangat mengenal Jakarta, jadi saya mungkin paling kenal dengan Persija dan saya juga merasakan bahwa Persija tim terbaik di Indonesia," kata Shin Tae-yong.

Pelatih berusia 55 tahun itu juga menegaskan ambisinya untuk membawa Persija bersaing dengan klub-klub kuat di Indonesia.

"Memang banyak tim yang bagus di Indonesia seperti Persib, Borneo, dan Bali, tapi dengan adanya pertemuan dengan Persija, ingin menantang di Super League Indonesia, baik secara prestasi dan sistem dan ingin membantu mengembangkan sepak bola Indonesia," lanjutnya.

Meski demikian, mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut memilih tidak terlalu banyak berbicara soal target juara. Ia lebih fokus membangun kekuatan tim dan memberikan penampilan terbaik untuk Jakmania.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Target saya pastinya ingin dapat prestasi yang baik dan akan berusaha semaksimal mungkin agar para Jakmania melihat Persija kembali. Ingin menjadi satu dengan para pemain, mungkin saja bisa meraih posisi yang terbaik di Indonesia," ucap Shin.

Persija memberikan waktu dan kepercayaan penuh kepada Shin Tae-yong untuk menjalankan visinya. Bukan hanya memburu trofi dalam satu musim, tetapi juga membangun fondasi yang diharapkan mampu membuat Macan Kemayoran kembali menjadi kekuatan dominan sepak bola Indonesia.