Sejarah Baru Shin Tae-yong Latih Persija, Klub Pertama di Luar Korea
Shin Tae-yang resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Persija Jakarta. Inilah kali pertama STY menjabat posisi pelatih kepala klub di luar Korea Selatan.
Perkenalan Shin Tae-yong sebagai peramu taktik anyar Persija Jakarta dilakukan dalam sebuah konferensi pers, Senin (8/6/2026), di Jakarta International Stadium.
"Persija butuh figur dengan pengalaman level tertinggi, level kepemimpinan kuat, memahami tuntutan sepak bola modern, dan membangun budaya kompetitif dan keberlanjutan."
"Semoga pilihan kita ini titik balik masa depan Persija," kata Presiden Persija, Mohamad Prapanca dalam sesi jumpa pers yang turut dihadiri oleh KOMPAS.com.
Shin Tae-yong menggantikan tempat Mauricio Souza yang pergi setelah Super League 2025-2026 berakhir.
Bersama Mauricio Souza, Persija Jakarta menutup musim Super League 2025-2026 dengan berada di peringkat tiga setelah sempat meramaikan persaingan di jalur juara.
Di sisi lain, melatih Persija akan jadi lembar baru dalam perjalanan karier Shin Tae-yong. Inilah kali pertama Shin Tae-yong melatih klub di luar Korea Selatan.
Benar bahwa Shin Tae-yong pernah mengabdi untuk klub Australia, Queensland Roar yang kemudian berubah nama jadi Brisbane Roar, pada rentang 2005-2008. Namun, kala itu ia bertugas sebagai asisten pelatih.
Dengan kata lain, Persija jadi klub ketiga yang pernah diasuh STY.
"Target pastinya ingin dapat prestasi terbaik dan ingin berusaha terbaik agar fan Persija ingin melihat atau menonton kembali permainan Persija."
"Jadi dengan menjadi satu dengan para pemain mungkin bisa di posisi terbaik di Indoensia," tutur Shin Tae-yong via sang penerjemah, Jeong Seok-seo.
Sebelumnya, di level klub, pria berinisial STY itu pernah meraih prestasi gemilang bersama klub Korsel, Seongnam Ilhwa-Chunma. Ia pernah mengantar Seongnam jadi kampiun Liga Champions Asia 2010.
Kendati demikian, petualangan terbarunya di level klub tak berjalan mulus. Kebersamaannya dengan Ulsan HD hanya berlangsung seumur jagung, tepatnya 10 pertandingan.
Shin Tae-yong ditendang di pertengahan jalan seiring hasil-hasil yang kurang memuaskan, meski sejatinya dia mampu mempersembahkan kemenangan di partai debut melatih Ulsan HD.
Vonis pemecatan diterima STY pada 9 Oktober 2025. Kisah singkat Shin Tae-yong dengan Ulsan HD juga diwarnai dengan isu ketegangan dengan sejumlah pemain senior tim.
Perjalanan terjal dengan Ulsan HD terjadi hanya beberapa bulan setelah STY menutup lembar perjalanannya di Timnas Indonesia.
Shin Tae-yong diberhentikan dari jabatan pelatih Timnas Indonesia pada 6 Januari 2025 silam. Ia berjasa mengantar Timnas Indonesia mengukir pencapaian bersejarah dengan lolos ke 16 besar Piala Asia 2023 yang digelar di Qatar pada 2024.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang