Kuil Murugan Jakarta, Hasil Dedikasi Seniman India yang Bekerja Sukarela
Berdiri megah di Kalideres, Jakarta Barat, Kuil Murugan Jakarta menjulang dengan menara warna-warni dan ukiran detail yang memukau.
Dari kejauhan, bangunannya sekilas menyerupai kuil-kuil ikonik di India Selatan dan Batu Caves, Malaysia.
Dalam wawancara eksklusif Kompas.com bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Shree Sanathana Dharma Aalayam (Jakarta Murugan Temple), Kobalen pada Selasa (22/7/2025), diketahui bahwa kuil ini lahir dari keterlibatan tangan-tangan para seniman India yang bekerja tanpa bayaran sepeser pun.
“Pembangunan Kuil Murugan Jakarta melibatkan arsitek dan tenaga ahli seni ukir yang didatangkan langsung dari India. Bahkan, mereka bekerja dengan sukarela,” ujar Kobalen, Selasa (22/7/2025).
Ia menuturkan bahwa para pekerja yang didatangkan langsung dari India ke Indonesia bukanlah tenaga sembarangan.
Mereka adalah ahli seni rupa dan arsitektur kuil tradisional, yang memahami makna setiap detail dalam bangunan suci. Mereka datang dengan membawa lebih dari sekadar keahlian, namun juga membawa pengabdian.
orang ahli seperti ini, apalagi datang bekerja dengan sukarela, tidak digaji. Mereka hanya datang sukarela. Mereka hanya perlu tempat tinggal, makan, dan keamanan mereka, mereka mau bekerja sukarela karena mereka menghargai negeri ini," katanya.
Proses pembangunan kuil pun dilakukan secara manual, termasuk dalam hal pencampuran semen agar komposisinya tepat.
Dibangun dari donasi enam agama
Pembangunan kuil ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada 14 Februari 2020. Namun sayangnya, pandemi Covid-19 membuat proses konstruksi tertunda.
Kata Kobalen, biaya pembangunan kuil ini berasal dari sumbangan umat lintas agama.
“Yang paling unik adalah bahwa bangunan ini 100 persen dari sumbangan kawan-kawan, enam agama dari dalam dan luar negeri. Kebanyakan kami menerima sumbangan itu berupa material bahan,” jelasnya.
Pembangunan kembali dilanjutkan secara intensif setelah pandemi mereda pada tahun 2022. Lalu rampung pada awal 2025 dan diresmikan langsung oleh petinggi negara dalam dan luar negeri pada 2 Februari 2025.
"Yang membuat kami bahagia di situ adalah Perdana Menteri India memberikan sambutan selama 10 menit. Itu yang menggegerkan dunia," katanya sembari tersenyum lebar.
Kobalen menceritakan, prosesi peresmian Kuil Murugan Jakarta pada saat itu dihadiri 101 pendeta dari India.
potret kuil Candi Murugan Jakarta di Kalideres, Jakarta Barat.
Uniknya, prosesi pensucian menara setinggi 57 meter itu dilakukan menggunakan helikopter untuk mengangkut 3 ton bunga yang ditaburkan di atas menara.
Kata Kobalen, bentuk Kuil Murugan Jakarta memang dirancang unik agar terlihat berbeda dari kuil yang ada di India ataupun yang ada di Malaysia.
"Apa yang tidak ada di sana (India dan Malaysia), ada di sini. Itu yang membuat kami bertekad menjadikan ini (Kuil Murugan Jakarta) menjadi destinasi wisata seperti Istiqlal, Katedral," katanya.
Makna Murugan dan filosofi kuil
Sembari menunjukkan beberapa bukti foto dokumentasi pembangunan kuil, Kobalen menceritakan bahwa di balik uniknya arsitektur kuil, terdapat filosofi dan makna yang mendalam.
Kata Kobalen, Dewa Murugan adalah putra Dewa Siwa dan Dewi Parwati, dikenal sebagai dewa perang, pelindung kebaikan, dan kebijaksanaan.
Ia lahir sebagai enam bayi yang disebut Sarawana Bawa, lalu disatukan menjadi satu sosok berkepala enam.
"Di India, ini popular dengan enam tempat, yaitu Arupadaiveedu. Aru artinya enam, Padai artinya pasukan, dan Veedu artinya tempat," katanya.
Arupadiveedu berlokasi di India bagian selatan, yang mana merepresentasikan Murugan. Keenam representasi tempat suci tersebut dihadirkan pada Kuil Murugan Jakarta dalam bentuk patung setinggi tiga meter yang hanya bisa dilihat umat Hindu karena berada di area paling sakral.
Lebih lanjut dipaparkan bahwa arsitektur kuil ini memang dirancang menyerupai kuil India Selatan.
Namun, ada keunikan tersendiri, yaitu menara utama dibangun dari lantai dua. Sehingga, menciptakan terowongan kosong di bawahnya yang belum pernah ada di kuil mana pun di dunia.