Sering Ditabrak Tongkang Batu Bara, Begini Letak Geografis dan Sejarah Jembatan Mahakam Ulu

Jembatan Mahakam Ulu, tongkang batu bara, Kaltim, Samarinda, Sering Ditabrak Tongkang Batu Bara, Begini Letak Geografis dan Sejarah Jembatan Mahakam Ulu

Jembatan Mahakam Ulu atau Mahulu di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), kerap ditabrak tongkang bermuatan batu bara.

Bahkan dalam dua minggu terakhir, Jembatan Mahakam Ulu sudah ditabrak tongkang dua kali.

Total, sudah enam kali jembatan ini ditabrak tongkang batu bara, sejak masih proses kontruksi.

Dilansir dari (25/12/2026), Pemerintah Provinsi Kaltim melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap Jembatan Mahulu pada Rabu (24/12/2025) setelah salah satu pilar jembatan ditabrak tongkang bermuatan batu bara pada Selasa (23/12/2025) pagi. 

Kemudian pada Minggu (4/1/2026), Jembatan Mahulu kembali ditabrak tongkang bermuatan batu bara.

Berulangnya insiden ini membuat beberapa tokoh Kalimantan Timur bereaksi, baik Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud juga Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro.

Rudy Mas'ud menegaskan bahwa perusahaan kapal tongkang penabrak Jembatan Mahakam Ulu harus bertanggung jawab untuk melakukan ganti rugi atas kerusakan yang timbul.

Mengenai insiden penabrakan yang terjadi 2 kali dalam kurung waktu kurang dari sebulan itu, Rudy menjelaskan bahwa dalam pemanduan kapal, manusia saja tidak cukup karena berhadapan dengan alam.

"Kita harus bersahabat dengan alam. Sebenarnya kegiatan pemanduan sudah dilaksanakan sesuai dengan alam," jelasnya, dilansir dari Tribun.

Artinya, lanjut dia, pada saat air pasang, kapal-kapal bermuatan turun, sedangkan pada saat air surut, kapal-kapal kosong naik ke atas. 

Sering ditabrak tongkang batu bara, lantas sebenarnya bagaimana letak geografis Jembatan Mahakam Ulu? Dan bagaimana sejarah pembangunannya?

Letak geogratis Jembatan Mahakam Ulu

Jembatan Mahakam Ulu adalah salah satu infrastruktur vital yang melintasi Sungai Mahakam di Samarinda, Kaltim.

Struktur ini menjadi penghubung penting antara jalan darat provinsi dan jalur distribusi barang serta penumpang di kawasan pesisir Sungai Mahakam.

Dilansir dari Antara, Jembatan Mahakam Ulu terletak di Kota Samarinda, di tepian Sungai Mahakam, sungai terbesar di Kalimantan Timur yang juga menjadi jalur utama transportasi barang dan komoditas batu bara dari terminal di Samarinda dan pelabuhan di sekitar wilayah tersebut.

Sungai Mahakam menjadi arteri ekonomi bagi provinsi ini dan daerah pedalaman seperti Mahakam Ulu, karena menghubungkan pelabuhan dengan daerah hulu serta lintasan distribusi ke daerah lain di Kalimantan. 

Secara geografis, jembatan ini menghubungkan wilayah yang berbeda di sisi Sungai Mahakam, termasuk akses menuju daerah permukiman di Kelurahan Sengkotek dan sekitarnya, serta menjadi bagian dari jalur darat utama di kota itu yang menghubungkan rute ke ibu kota provinsi dan daerah lainnya. 

Lebih jelasnya, Jembatan Mahakam Ulu menghubungkan Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang dengan Kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang, guna mengurangi kepadatan di Jembatan Mahakam lama.

Sejarah pembangunan Jembatan Mahakam Ulu

Dilansir dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum (24/5/2007), sejarah pembangunan Jembatan Mahakam Ulu berkaitan erat dengan program infrastruktur nasional dan provinsi untuk meningkatkan konektivitas darat dan mengurangi kesenjangan transportasi di Kalimantan Timur.

Pada awal dekade 2000-an, pemerintah daerah bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pembangunan sejumlah jembatan baru di wilayah Sungai Mahakam. 

Dalam laporan resmi Kementerian PUPR, pembangunan Jembatan Mahakam Ulu dimulai sekitar Juli 2006 dan direncanakan selesai pada akhir 2007 sebagai bagian dari proyek yang juga mencakup Jembatan Mahkota II (Mahkota II Bridge) guna menunjang arus lalu lintas di sekitar Samarinda serta distribusi barang antar-kawasan seperti Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Bontang, dan Kutai Timur.

Biaya pembangunan ketika itu sekitar Rp 213,2 miliar dengan pembiayaan sebagian dari APBD dan APBN. 

Rancangan teknis jembatan meliputi struktur pelengkung rangka baja (steel arch) dan girder untuk menahan beban kendaraan serta meminimalkan gangguan pada alur sungai di bawahnya.

Pembangunan ini juga bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Jembatan Mahakam lama dan memberikan alternatif jalur yang lebih efisien bagi mobilitas masyarakat. 

Insiden tabrakan tongkang dan tantangan di Sungai Mahakam

Jembatan Mahakam Ulu, tongkang batu bara, Kaltim, Samarinda, Sering Ditabrak Tongkang Batu Bara, Begini Letak Geografis dan Sejarah Jembatan Mahakam Ulu

Insiden tabrakan tongkang bermuatan batu bara yang menghantam pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda, pada Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 05.00 Wita, terungkap terjadi di luar jadwal resmi pemanduan kapal yang ditetapkan Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Belakangan, Jembatan Mahakam Ulu mendapat perhatian publik dan pemerintah karena sejumlah insiden tabrakan oleh kapal tongkang bermuatan batu bara.

Dalam kurun satu bulan terakhir, setidaknya dua unit tongkang bermuatan batu bara telah menyenggol pilar jembatan, berdampak pada infrastruktur serta permukiman di bantaran sungai di Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda. 

Dilansir dari Antara, benturan tongkang tersebut tidak hanya merusak struktur jembatan, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga di Jalan Cipto Mangunkusumo.

Kejadian terbaru terjadi pada Minggu sekitar pukul 01.17 WITA, saat dua tongkang tidak terkendali berputar di alur sungai dan menghantam jembatan serta tepi sungai.

Aparat gabungan dari Polresta Samarinda dan Polairud langsung menanggapi kejadian tersebut, termasuk mengamankan anak buah kapal untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Pihak berwenang juga melakukan prosedur evakuasi dan pengamanan alur pelayaran bersama operator pelabuhan seperti Pelindo dan SPJM (Subholding Pelindo Jasa Maritim) guna memastikan tidak terjadi kerusakan struktural lebih lanjut serta menjaga keamanan pelayaran di Sungai Mahakam. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang