Program Ini Diklaim bisa Hadapi Krisis Talenta Muda

DHL Express.
DHL Express.

Data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran pada kelompok usia 15–24 tahun mencapai 16,16 persen, menjadikan kelompok usia ini sebagai yang tertinggi secara nasional.

Kondisi tersebut menegaskan pentingnya intervensi yang terarah untuk memperkuat kesiapan kerja serta memperluas akses pembelajaran yang setara bagi generasi muda.

Program GoTeach DHL di Indonesia mencatatkan pencapaian penting sepanjang 2025, di mana melibatkan lebih dari 230 anak muda berusia 15 hingga 24 tahun dari Banda Aceh, Meulaboh, Medan, Jakarta, Lembang, Semarang, Yogyakarta, Bali, dan Flores.

Lebih dari 40 relawan dari DHL Express, DHL Global Forwarding, dan DHL Supply Chain secara sukarela menyumbangkan lebih dari 2.000 jam, mencakup kegiatan mengajar, fasilitasi, serta lokakarya perencanaan karier.

Diluncurkan secara global pada 2010, GoTeach merupakan program DHL yang bertujuan meningkatkan peluang kerja bagi generasi muda, khususnya mereka yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi kurang beruntung.

Senior Technical Advisor, Indonesia, DHL Express, Ahmad Mohamad mengatakan selama sebelas tahun pelaksanaan GoTeach di Indonesia membuktikan bahwa ketika dunia usaha, komunitas, dan organisasi sosial bergerak bersama.

"Kita dapat membuka akses pembelajaran yang lebih setara. Tahun ini menunjukkan bahwa skala dan kedalaman kolaborasi mampu menghasilkan pembelajaran yang semakin relevan bagi generasi mendatang," ungkapnya, Selasa, 27 Januari 2026.

Selain itu, DHL Group juga baru saja memperpanjang kemitraannya selama lima tahun ke depan hingga 2030 dengan Teach For All dan SOS Children’s Villages.

Di Indonesia, DHL bermitra dengan SOS Children’s Villages dan menyelenggarakan berbagai lokakarya keterampilan serta program pendampingan bagi anak muda di lingkungan SOS Children’s Villages untuk membantu mereka mempersiapkan transisi menuju dunia kerja. Program GoTeach mulai diimplementasikan di Indonesia sejak 2014.

Pada 2025, DHL menggandeng berbagai perusahaan dan mitra lokal, termasuk Berkat Lentera Kecil, Dibimbing, Merck, Yayasan Berani Bermimpi, serta para profesional di bidang kesehatan mental dan perencanaan keuangan, untuk menyusun kurikulum yang komprehensif.

Program ini juga dilengkapi dengan kegiatan mentoring, di mana para relawan berperan sebagai mentor guna memperdalam interaksi dan kolaborasi.

Untuk mendorong pembelajaran berkelanjutan, DHL meluncurkan perpustakaan pembelajaran online yang memungkinkan para peserta mengakses kembali materi pelatihan, mempelajari modul tambahan, serta mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan masing-masing.

Platform tersebut memberikan fleksibilitas bagi anak muda untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri, sehingga mendukung pertumbuhan kompetensi yang lebih efektif.

Direktur Utama Indonesia DHL Global Forwarding, Nicholas Bongsosartono, menambahkan GoTeach berkomitmen untuk memberikan akses pembelajaran yang adil bagi generasi muda.

Menurutnya, banyak anak muda memiliki potensi besar namun belum memiliki akses untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, disiplin kerja, dan kemampuan pemecahan masalah.

"Sepanjang tahun lalu, koordinasi antara SOS Children’s Villages dan DHL membantu menjembatani berbagai keterbatasan akses di sejumlah wilayah, seperti tantangan konektivitas dan keterbatasan sumber daya pendidikan, sehingga memastikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta," papar dia.