PSSI Gandeng Klub Jepang Nagoya Grampus Gelar Coaching Clinic di Jakarta

evan dimas, pssi, Evan Dimas Darmono, Nagoya Grampus, timnas u17 Indonesia, Garuda store, PSSI Gandeng Klub Jepang Nagoya Grampus Gelar Coaching Clinic di Jakarta

PSSI menggandeng klub Liga Jepang, Nagoya Grampus, untuk menggelar coaching clinic kepada 30 pesepakbola cilik.

Kegiatan tersebut digelar di Garuda Store, GBK, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Nagoya Grampus menghadirkan dua perwakilannya, yakni Kepala Sekolah Pelatih Norihiko Imai dan Direktur Akademi Naoshi Nakamura.

Selain itu, acara ini juga menghadirkan dua pesepakbola nasional, yaitu Mochammad Mierza Firjatullah dan Evan Dimas Darmono.

Para pesepakbola cilik tersebut mendapatkan pelatihan mengenai gerakan-gerakan dasar dalam bermain sepak bola serta melakukan mini match 2 lawan 2.

Diungkapkan Direktur Akademi Nagoya Grampus, Naoshi Nakamura, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk semakin mengenalkan klub yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga Jepang tersebut kepada anak-anak muda Indonesia sekaligus memberikan pelajaran dasar dalam mengolah si kulit bulat.

tama, kami ingin para peserta untuk bersenang-senang dan lebih mengetahui tentang Nagoya Grampus," ujar Nakamura kepada wartawan.

"Sejak bekerja di pengembangan program usia muda, saya bisa merasakan rasa cinta mereka yang sangat besar kepada sepak bola. Saya juga merasakan anak-anak yang hadir di sini memiliki potensi yang besar untuk semakin berkembang di masa depan," jelasnya.

Nakamura juga tak menutup kemungkinan jika Nagoya Grampus ke depannya bakal merekrut pemain dari Indonesia.

"Jika ada pemain yang bagus untuk Grampus, ya tentu saja (bisa direkrut)," ungkap dia.

Di sisi lain, Kepala Sekolah Pelatih, Norihiko Imai, mengungkapkan beberapa hal yang perlu ditingkatkan dari sepak bola Indonesia.

Menurutnya, Indonesia perlu menambah jumlah pelatih lokal yang berkualitas agar sepak bola nasional semakin berkembang dan setiap klub memiliki akademi yang sesuai standar.

"Saya pikir sangat banyak orang di sini yang mencintai sepak bola, jadi menurut saya sangat penting untuk menambah pelatih lokal yang bagus dari Indonesia," ujar Imai.

"Jepang bisa sukses salah satunya karena hal itu. Dan di J-League, setiap klub memiliki akademinya masing-masing," ungkap dia.

Apresiasi Pesepak Bola Nasional

Kegiatan ini juga dirasa penting oleh mantan penggawa Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono.

Pasalnya, pelatihan seperti ini menjadi wadah bagi para pesepak bola cilik untuk mendapatkan pengalaman dan pengajaran langsung dari para pesepak bola profesional.

"Coaching clinic ini sangat penting karena merupakan kegiatan yang mengedukasi, mengajarkan, dan menurunkan ilmu kepada adik-adik agar adik-adik ke depannya bisa menjadi pemain sepak bola yang bisa memberi contoh di dalam dan luar lapangan," tutur Evan.

Senada dengan Evan, pemain Timnas U17 Indonesia, Mochammad Mierza Firjatullah, mengatakan coaching clinic ini bisa menjadi ajang untuk mencari bakat dari para pesepak bola muda Indonesia.

"Kita bisa melihat talenta-talenta muda dari kegiatan seperti ini," ucap Mierza.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.