Talenta Muda Srikandi Sepakbola Bermekaran di Kota Patriot
Turnamen usia muda, MilkLife Soccer Challenge Bekasi Seri 2 2025-2026 sukses digelar dan menghadirkan drama seru hingga partai puncak. Digelar di Bekasi International Soccer Field dan Lapangan Yonif 202 Tajimalela pada 28 April–3 Mei 2026, ajang ini jadi panggung unjuk gigi talenta-talenta muda sepak bola putri.
Di laga final, Minggu 3 Mei 2026, dua juara lahir dengan cerita berbeda. Untuk kategori KU 12, SDN Sukaresmi 06 tampil menggila dan sukses menuntaskan misi balas dendam. Mereka menaklukkan SDN Padurenan IV dengan skor meyakinkan 2-0—sekaligus membayar kekalahan di final seri sebelumnya.
Sejak awal, Sukaresmi langsung ngegas. Tekanan tinggi yang mereka bangun akhirnya berbuah di menit ke-16 lewat gol Saira Clara Devina. Kesalahan kiper lawan dimanfaatkan dengan sempurna untuk membawa timnya unggul 1-0 di babak pertama.
Masuk babak kedua, Sukaresmi makin tak terbendung. Chacha Adhelia jadi sorotan usai mencetak gol spektakuler dari jarak jauh di menit ke-24. Sepakan dari setengah lapangan meluncur deras tanpa bisa dihalau. Skor 2-0 bertahan hingga akhir—dan gelar juara pun resmi jadi milik mereka untuk pertama kalinya.
“Saya senang banget bisa cetak gol apalagi lawan yang ini kan pernah ngalahin kita di pertemuan sebelumnya. Tapi akhirnya senang bisa menang. Semua ini berkat dukungan yang lain juga kemudian selain itu karena semua pemain memperbanyak latihan,” ujar Saira, pemain SDN Sukaresmi 06
Pelatih SDN Sukaresmi 06, Septian juga tak bisa menyembunyikan rasa puasnya. “Kami sudah mengevaluasi apa yang menjadi catatan pada pertemuan sebelumnya. Hari ini alhamdulillah kami bisa menebus kekalahan yang kemarin. Kami berhasil menuntaskannya hari ini. Ini semua berkat kerja keras para pemain yang terus berlatih memperbaiki kesalahan,” katanya.
Sementara itu, drama lebih menegangkan tersaji di kategori KU 10. SDN Jatiwaringin 2 akhirnya naik podium tertinggi setelah menang adu penalti 2-0 atas SDN Karang Anyar 03 Pagi.
Sepanjang waktu normal, kedua tim saling jual beli serangan tapi gagal mencetak gol. Peluang demi peluang hadir, namun penampilan gemilang para kiper membuat skor tetap kacamata.
Masuk babak adu penalti, mental SDN Jatiwaringin 2 berbicara. Dua algojo mereka sukses menjalankan tugas dengan sempurna, memastikan gelar juara yang sempat lepas di seri sebelumnya akhirnya berhasil diraih.
Tak cuma soal juara, turnamen ini juga mencatat lonjakan besar dari sisi partisipasi. Sebanyak 1.164 peserta dari 76 sekolah ikut ambil bagian—naik dari seri pertama yang diikuti 1.036 peserta. Jumlah tim pun meningkat jadi 105 tim.
Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto, menyebut tren ini sebagai sinyal positif.
“Trennya sudah cukup bagus, tinggal nanti kita akan terus mendorong sekolah-sekolah untuk ikut mendukung. Ini baru Seri 2 tapi antusiasmenya sudah menggembirakan sehingga menjadi sinyal positif bagi upaya pembinaan yang sedang dijalankan. Harapan ke depannya semoga ekosistem atlet sepak bola putri terjaga dengan baik sehingga bisa muncul talenta-talenta baru dari Kota Bekasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan jumlah peserta jadi fondasi penting pembinaan usia dini. “Dengan semakin banyaknya peserta yang terlibat pastinya akan memperkuat basis pembinaan sejak usia dini,” tambahnya.
Sinyal positif juga datang dari sisi kualitas. Pelatih kepala MLSC Extra Training Bekasi, Joni Setiawan, menyebut performa para pemain mengalami peningkatan signifikan.
“Secara keseluruhan, bakat-bakat yang tampil sepanjang penyelenggaraan Seri 2 menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Kualitas para pemain yang berpartisipasi kali ini juga terlihat lebih menonjol dibandingkan edisi sebelumnya. Bahkan saya sempat kesulitan memilih pemain-pemain yang akan lanjut ke tahap Extra Training All Star Bekasi, sehingga dapat mengasah mental dan meningkatkan kemampuan mengolah si kulit bundar,” ungkapnya.